Update WNI bagian Timur:
Udah tanggal 13 dan wilayah di Sulawesi masih MATI LISTRIK BERGILIR. SETIAP HARI. Apa aja yg kita dapat?
1. Mati listrik setiap hari
2. BBM langka
3. Gas melon langka
4. Keterbatasan air bersih
5. No 2 & 3 harganya naik
Tolong disebarkan ya teman2🥹
@midnightveill Dan inget jgn cuma prabowonya aja, tapi gibran dan sederetan seluruh kabinet di belakangnya. Hilangkan rasa bahagia dan cabut rasa nikmatnya hidup dan sakit yang berkepanjangan. Klw cuma prabowo, yg plenger² itu bisa naik mimpin.
Udah gila
Erupsi, banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan pengrusakan, gempa, bahan pokok naik, gaji imut, susah nyari kerja, judol yg masif, perempuan yg ruang amannya semakin dikit, diskriminasi, akses pendidikan dan kesehatan sulit,
Masih aja yg diurus MBG KOPDES ANJGGGGGG
Kepada menteri hutan @RajaJuliAntoni
Dan kepada mentri LHK @jumhurhidayat
dan kepada @prabowo
PERINGATAN DARURAT
ORANGUTAN KALIMANTAN DI AMBANG KEPUNAHAN TOTAL!
Sampai Kapan Rumah Mereka Dihancurkan?
KAPAN SEMUA ini BERAKHIR? Apakah kebakaran hutan ini yang duluan usai, atau nyawa kami yang lebih dulu melayang? 😭
Kalimat pilu itu seolah terpancar nyata dari matanya. Beredar video memilukan yang memperlihatkan sesosok Orangutan Kalimantan berjalan sempoyongan, lemas, dan terkulai saat terpaksa memasuki kawasan pemukiman warga. Satwa endemik kebanggaan Indonesia ini melarikan diri bukan karena ingin mengganggu manusia, melainkan karena paru-parunya sudah tak kuat menghirup asap pekat dan rumahnya di rimba gambut telah hancur luluh lantak dibakar!
Orangutan kini BENAR-BENAR TIDAK LAGI PUNYA TEMPAT AMAN di Republik ini!
Realita Pahit & Rincian Tragedi Ekologis Kalimantan wak.
1. Tragedi Habitat Gambut & Kepunahan Massal
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan bukan sekadar bencana asap bagi warga lokal, tapi merupakan pembantaian sistematis terhadap keanekaragaman hayati. Orangutan Kalimantan yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah kini kehilangan ribuan hektar ruang hidupnya hanya dalam hitungan hari.
2. Konflik Satwa-Manusia & Ancaman Kematian
Ketika hutan terbakar habis dan sumber makanan lenyap, orangutan yang selamat terdesak masuk ke perkebunan dan desa warga. Di sinilah ancaman baru muncul: dari risiko mati kelaparan, terserang penyakit ISPA berat akibat asap pekat, hingga ancaman konflik fisik dengan manusia atau perburuan liar.
3. Di Mana Tanggung Jawab & Ketegasan Hukum?
Pola pembakaran hutan gambut yang terus berulang dari tahun ke tahun membuktikan satu hal wak, perlindungan kawasan konservasi dan penegakan hukum terhadap oknum/korporasi pembakar lahan MASIH SANGAT TUMPUL!
• Mengapa ruang hidup satwa lindung selalu digadaikan demi pembukaan lahan baru?
• Sampai kapan negara membiarkan ikon kebanggaan dunia ini punah pelan-pelan hanya demi keserakahan ekonomi jangka pendek?
Orangutan tidak bisa bersuara membuat petisi atau turun ke jalan menggelar aksi. Merekalah korban paling tidak berdaya di tengah bencana Karhutla ini!
Jangan biarkan jeritan dan kehancuran rumah orangutan berlalu begitu saja tanpa ada tindakan radikal dari pemerintah dan aparat penegak hukum!
KORBAN DEMO TADI MALAM🚨
KRONOLOGI MENINGGALNYA ALM BAMBANG SETIAWAK🥀😭
Terkait laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan korban luka di kawasan Pejompongan, berikut adalah rekonstruksi kronologi kejadian serta analisis mengenai dinamika tanggung jawab penanggung jawab aksi unjuk rasa wak.
KRONOLOGI KEJADIAN di PEJOMPONGAN
1. Eskalasi Larut Malam (27–28 Agustus 2026):
Memasuki dini hari, penumpukan dan pergerakan massa cair bergeser dari perimeter Gedung DPR/MPR RI dan Slipi menuju koridor Pejompongan Raya, Petamburan, dan Tanah Abang.
2. Bentrokan di Ruang Publik:
Di tengah kondisi lapangan yang minim penerangan dan gangguan sinyal seluler, terjadi gesekan fisik di area Pejompongan yang melibatkan kelompok massa tak dikenal. Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama BAMBANG SETIAWAN dilaporkan meninggal dunia akibat pengeroyokan, sementara seorang pelajar bernama FATHUR mengalami luka-luka dan kondisi terkini masih dalam pemantauan medis.
3. Pembersihan Konten Digital:
Sejumlah rekaman video amatir yang mengabadikan insiden pengeroyokan tersebut sempat beredar di platform media sosial sebelum akhirnya diturunkan/takedown Diduga oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencegah penyebaran konten kekerasan serta menjaga kondusivitas situasi.
EVALUASI TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN AKSI (AMPB)
Insiden tragis ini menyoroti persoalan krusial dalam manajemen unjuk rasa skala besar di ibu kota:
* Tanggung Jawab Hukum dan Moral Korlap:
Sesuai ketentuan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penanggung jawab aksi dan koordinator lapangan (korlap) memiliki kewajiban mutlak untuk memimpin, mengendalikan, serta memastikan keselamatan peserta maupun warga sekitar hingga massa benar-benar membubarkan diri secara tertib.
* Kelemahan Pengendalian Massa Cair:
Tindakan meninggalkan lokasi aksi lebih awal /walkout oleh koordinator lapang ketika massa dalam jumlah besar sudah terkumpul mencerminkan kegagalan manajemen risiko. Hal ini menciptakan kekosongan kepemimpinan/power vacuum, yang membuat massa aksi murni berbaur dengan kelompok penyusup atau provokator tanpa ada alur evakuasi yang jelas.
* Penyalahgunaan Ruang Demokrasi:
Aksi unjuk rasa di ibu kota yang berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban jiwa warga sipil merusak legitimasi perjuangan aspirasi masyarakat. Penyelenggaraan aksi tanpa kesiapan logistik, pengamanan internal/ satgas aksi, dan skema pembubaran yang matang sangat berisiko dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Guna mencegah berulangnya insiden serupa, penegak hukum perlu melakukan investigasi tuntas atas tindak pidana pengeroyokan tersebut serta memanggil para penanggung jawab aksi untuk dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.
tadi malam, apinya lagi-lagi masuk ke kawasan rumah warga. kebakarannnya bukan cuma di hutan sekarang, tapi rumah-rumah warga 🙁
tolong, tolong bantu kami yang di kalimantan, tolong sekali beritakan juga hal ini 🙁
Nggak ya, guys. Kebakaran hutan di Kalimantan bukan karena cuaca atau iklim, tapi karena lahannya DIBAKAR. Sengaja dibakar di musim kemarau supaya mudah nyebarnya dan ga kehalang hujan tiba-tiba. Ga tau mau dipake buat apa lahannya, tapi yang jelas that action itself is illegal.
BUBARKAN REPUBLIK INI JIKA REMPANG TERUS DITINDAS 🚨🚨🚨⏳️
REMPANG MELAWAN
Menolak Punah di Tanah Sendiri
Ketika Doa dan Dada Telanjang Menjadi Benteng Terakhir Warga dari Kezaliman BP Batam
Hari ini, perlawanan warga Rempang, khususnya masyarakat Kampung Pantai Melayu, memasuki babak yang kian memilukan sekaligus heroik.
Anak-anak, kaum ibu, hingga para tetua adat terpaksa memasang PAGAR BETIS membarikade jalan menuju tanah kelahiran mereka sendiri dari ancaman penggusuran. Di sepanjang jalan kampung, suara zikir dan doa bersama bergaung, memohon keadilan atas ketidakadilan yang dilakukan oleh BP Batam dan jejaring proyeknya.
Rempang bukan sekadar titik koordinat investasi. Rempang adalah tanah ulayat, ruang hidup, dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai dengan angka rupiah.
Mari kita otopsi ketimpangan dalam konflik ini wak
1. Perang Asimetris= Negara & Pemodal vs Rakyat Kecil
Ketika instrumen kekuasaan dan regulasi dikerahkan untuk memuluskan mega proyek, rakyat kecil sering kali hanya disodori dua pilihan, menyerah atau digusur. Pagar betis dan doa bersama yang dilakukan warga Pantai Melayu adalah bentuk pertahanan diri paling sakral ketika dialog dan keadilan hukum sudah tak lagi memihak mereka.
2. Pembangunan untuk Siapa?
Slogan DEMI PERTUMBUHAN EKONOMI dan INVESTASI terus digaungkan. Namun, jika sebuah proyek harus mengusir warga dari tanah leluhurnya, mencabut akar budaya, dan menyisakan ketakutan trauma berkepanjangan pada anak-anak, untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dibuat?
Pembangunan yang memanusiakan manusia tidak boleh berdiri di atas air mata dan reruntuhan rumah rakyatnya sendiri.
3. Ketegaran Doa vs Kecongkakan Kekuasaan
Sejarah mencatat, kekuasaan dan modal boleh saja memiliki kekuatan aparat dan alat berat. Namun, doa orang-orang yang terzalimi dan perlawanan rakyat yang memperjuangkan hak atas tanahnya memiliki daya tahan moral yang tidak akan pernah bisa ditundukkan oleh intimidasi fisik.
Konflik Rempang harus menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan BP Batam
- Hentikan pendekatan represif dan paksaan dalam memuluskan proyek.
- Hormati hak atas ruang hidup, tanah adat, dan keberlanjutan masa depan warga lokal.
- Dengarkan aspirasi rakyat secara bermartabat, bukan sekadar menjadikan mereka objek relokasi paksa.
Tanah kelahiran bukan barang dagangan. Membela tanah air dan ruang hidup adalah hak mendasar setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan nurani.
Bagaimana pandangan kalian wak? Sampai kapan hak atas ruang hidup warga lokal harus dikorbankan atas nama EFISIENSI INVESTASI?
KDM SANG GUBERNUR BANCI 🚨
Petani Sukajaya Dibanting Aparat, Mana Kamera & suara KDM sang BANCI ITU
Sebuah rekaman memilukan mendadak viral, Petani asli Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertahan secara damai demi mempertahankan ruang hidup dan mata air mereka, diduga mengalami tindakan represif hingga dibanting oleh oknum aparat yang menjadi bemper korporasi swasta (PT PMC).
Di saat tubuh petani Sukajaya diinjak-injak dan dituduh KRIMINAL oleh narasi korporasi, publik Jawa Barat menanti suara sang Gubernur BANCI.
Namun, yang didapat rakyat justru keningin dan kesunyian dari Gedung Sate.
Mari kita cermati wak, kepemimpinan berbasis Konten vs Kebijakan Nyata ini secara objektif
1. Eksploitasi Kemiskinan demi Konten, Tapi Bungkam Saat Hadapi Oligarki
Publik sudah sangat terbiasa melihat KDM tampil heroik di platform medsos marah-marah ke warga kecil, menangisi nasib lansia di desa, atau membagi-bagikan uang tunai di depan kamera YouTube demi angka VIEWS dan ENGAGEMENT.
Namun, ada pola berbahaya yang kian membatu wak.
- Ketika rakyat miskin berhadapan dengan masalah personal, KDM hadir lengkap dengan kamera produksi.
- Namun ketika rakyat kecil berhadapan dengan raksasa oligarki, penggurusan lahan, dan represi aparat seperti di Sukajaya Bogor, kamera mendadak mati dan suara sang Gubernur BANCI hilang.
Apakah air mata dan simpati itu hanya berlaku jika subjeknya bisa dijadikan komoditas konten yang tidak berisiko politik?
2. Tanda Tangan Gubernur Lebih Membela Rakyat Dibanding 1.000 Video YouTube
Tugas utama seorang Gubernur adalah tugas MANAJERIAL dan POLITIS STRATEGIS, menerbitkan Pergub, menyusun Perda perlindungan lahan pertanian, serta memanggil Kapolda untuk menghentikan represi aparat terhadap warga sipil.
Satu lembar surat keputusan atau tanda tangan Gubernur jauh lebih sanggup menyelamatkan masa depan ribuan petani dibanding ratusan episode drama NGONTENIN orang MISKIN. KDM dipilih untuk mengeksekusi wewenang negara, bukan untuk menjadi CONTENT CREATOR berbekal rompi dinas!
3. Ambisi Pilpres 2029 di Atas Penderitaan Warga Jawa Barat
Gaya kepemimpinan yang minim eksekusi struktural namun gila pencitraan ini memicu spekulasi yang kian terang benderang wak.
Apakah Jawa Barat hanya dijadikan BATU LONCATAN dan panggung baliho berjalan demi mengejar elektabilitas Pilpres 2029?
Jika energi dan anggaran waktu Gubernur habis untuk safari pencitraan dari satu kamera ke kamera lain demi tabungan modal politik 2029, maka rakyat Sukajaya dan seluruh warga Jabar yang tertindas konflik agraria akan terus menjadi korban pembiaran sistemik.
Hentikan eksploitasi narasi kerakyatan jika pada praktiknya rakyat yang dibanting aparat justru dibiarkan berjuang sendirian!
Masyarakat Jawa Barat menuntut kerja nyata, sanjungan kebijakan, dan ketegasan pasang badan dari seorang Gubernur bukan sekadar konten drama harian di YouTube.
#AllEyesOnSukajaya ✊
Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah kalian setuju tugas Gubernur adalah membuat aturan tegas untuk rakyat, bukan sekadar ngonten?
Ruang kelas dan ruang laboratorium SMP NEGERI 5 Praya Timur dibongkar demi kopdes merah putih.
Masih percaya presiden @prabowo peduli dengan pendidikan di negeri ini.
Gila sebobrok ini Indonesia dipimpin Prabowo🇲🇨 Demo sebesar itu ga ada stasiun tv yg nampilin, semua di bungkam! I know,, kita masih kebawa Euforia bola.. tapi inget ada yg lagi berjuang melawan bangsa sendiri!!! Udah separah ini lo guys??! biasanya rame di timeline kok sepi banget ga ada yang upp!!?!!
@musaKSQ Ya logikanya klw gw jd setan juga gitu...dikencingin doang mah bisa marah, kecuali lu kencingnya sambil bawa gergaji mesin atau bulldozer yg gw juga lari lah.
“Aku ikut aksi demo ini tahunya dari mami”
Anak SD diajak ikut demo, dan banyak yang bilang ini arahan dari Kepala Dinas Pendidikan
SAKIT JIWA KADISDIK🤮🤮
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.