@yudhoR@txtharihariWNI saya juga kerja di fnb, memang makanan dan minuman bahkan buah sekalipun atau sesuatu yang mereka bawa tidak ada di jual di resto, tidak boleh di bawa masuk. namun kalo tumbler gaada larangan seperti ini. tapi ya namanya setiap perusahaan pasti ada peraturan atau sop nya sendiri
@danielsasmita74@hanifproduktif harusnya engga sih ya hehe, paling ngerasa ga enak aja karena doggy peliharaan tetangga nya berisik bgt ke saya takut dikira mau maling😹
@riz_kh4n@hanifproduktif (3)mungkin sebagian org bakal beranggapan juga “kenapa ga tanya tetangga?” disana lingkungannya acuh tak acuh, saya mau numpang nanya aja pada lari masuk ke dalam rumah semua, dan saya cuma ditemani doggy peliharaan mereka diluar😁
@riz_kh4n@hanifproduktif (2)saya nemuin dompet bukan nemuin sandal, jadi harus sekali memastikan benar tidaknya yg mengambil dompet ini adalah pemiliknya. kalau saja seandainya yg kamu katakan saya lakukan kemarin, bisa saja punya org lain kan? dan oknum memanfaatkan keadaan?
@riz_kh4n@hanifproduktif mohon maaf syukurnya saya tidak bersikap gegabah seperti itu, dengan kondisi kemarin itu belum pasti pemilik nya karena saya hanya bermodal stnk mobil, dan menyamakan plat mobil di garasi beliau sinkron atau tidak dengan yg tertera di stnk
@hanifproduktif terakhir memutuskan dateng dihari minggu paginya, karena sepertinya org kristen pastinya gereja pagi, alhamdulillah ketemu pemiliknya. saya ga ngarep apapun tapi beliau bilang “ini rezeki jgn ditolak, saya kasih krn kamu udh jujur” dikasih uang dgn nominal yg gede:)
@hanifproduktif sama juga pernah nemu dompet persis diatas atm terletak, aku bener2 nungguin dirumah pemilik dari jam 16.30 nyampe magrib ga kunjung keluar (ternyata emg org sibuk). dateng lagi malemnya, selama 2 hari bolak balik mantengin rumah, mungkin sehari ada 4x
"Bahasa tertinggi mencintai bukan i love u tapi i remember."
agree?
Contoh, “aku beliin ini karna kamu pernah bilang kamu suka ini kan??” Also me awhhh 🥹🙁🤍
Wakaka, ternyata gue suka banget mendem perasaan kocag. It’s like being a big spoon, ngasih semua kehangatan biar orang lain ngerasa aman, sampe gue sendiri lupa gimana caranya ngomong kalau gue juga butuh kehangatan. Turns out, sometimes I need to be the small spoon too.