Just when I thought I had finally found someone who could love me for who I am, it became the same old story. I was only wanted for what I could provide.
You’re always the one who texts first. You’re always the one who initiates the conversation. You’re always the one who comes up with something to talk about just to keep it alive. The moment you stop, it’s as if the conversation never existed.
Sorry if I text too much it makes you overwhelmed. Trust me, I didn't mean to. Sometimes I just need someone to have conversation with, so I can keep myself busy from thinking about ending my life.
I know you’ll never reach out to me because you know I’ll answer in a heartbeat. And I wouldn’t dare reach out to you because I know you’d only break my heart all over again.
Saat ini, hanya beberapa foto dari pertemuan kita satu tahun lalu yang bisa ku simpan untuk mengenangmu. Jadi, izinkan lah satu hari ini untuk mengenangmu, sebelum aku melanjutkan hidupku.
Jika suatu saat kamu melihat cuitan ini, percaya lah tidak pernah sedikit pun terbesit dalam pikiranku untuk menyalahkanmu, menyesali waktu ku yang ku habiskan untuk mengusahakanmu. Kamu tetap seutuhnya ada di dalam hati ini, selamanya.
Mungkin hubungan ini memang tidak akan pernah terwujud seperti anganku. Aku pikir, ketika aku sudah terbuka dan “menelanjangi” diriku hingga tidak ada lagi yang perlu ku sembunyikan, dia akan berubah. Ah, sayang itu hanya pikiranku saja.