Yap! Day 4 afirmasi positif:
Allahuma inni as alukal GAJI DUA DIGIT, LINGKUNGAN POSITIF, WORK LIFE BALANCE, BISA KEBELI EMAS, SEHAT JIWA DAN RAGA, KULIT MULUS, KETEMU JODOH YANG BAIK SEGALA RUPANYA, DAN BISA TRAVELING KEMANA PUN. AAMIIINNN.
Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.
Gue sering banget denger kalimat ini,.
"Cowok kalau mau nikahin cewek, minimal harus bisa kasih apa yg ayahnya udah kasih ke anaknya."
Pertama kali denger, gue pikir: masuk akal juga sih. Tapi makin lama gue pikirin, makin gue sadar ada yg ganjel dari logikanya.
aku suka banget sama orang yang fokus sama hidupnya sendiri, enjoy sama dunianya, enggak berisik, enggak banyak show off, dan enggak ngejar perhatian. Hidupnya tenang, kerja stabil, work-life balance, enggak haus validasi dan enggak sibuk ngurusin urusan orang lain.
🫶🏿🤍
COURSE CLAUDE 1 JAM FULL GRATIS!!
Orang ini ngebawain course Claude 1 jam gratis dalam bahasa Inggris tapi udah gua kasih subtitle Bahasa Indonesianya juga
Buat kalian yang mau belajar Claude dan gamau ribet, nih udah gua sediain. Isinya itu gimana bisa bikin Claude otomatisasi kerjaan kita sehari-hari
Tonton aja videonya dibawah sini 👇👇, inget ditonton jangan di bookmarks doang ya wkwk
Shoutout to @JulianGoldieSEO for making this video, I'll translate it to Indonesian, so that people in Indonesian also can watch and study Claude.
Bener banget, kata "plenger" itu emang paling mewakili perasaan pas kita lihat realitas di media sosial sekarang. Surat Al-Kafirun itu sering kali cuma dianggap sebagai "surat pendek buat salat", padahal isinya adalah fondasi paling keras soal batasan akidah.
Kalau kita cuma hafal tapi nggak paham artinya, kita bakal gampang bingung pas dihadapkan sama tren "toleransi kebablasan" yang lagi ramai.
Kenapa Memahami Al-Kafirun Itu Penting Banget Sekarang?
Tegas Soal Batasan: Inti dari surat ini kan "Laku diinukum wa liya diin" (Untukmu agamamu, dan untukku agamaku). Artinya, toleransi itu ada batasnya. Kita menghargai orang lain, tapi bukan berarti ikut-ikutan ibadahnya atau mencampuradukkan simbol agama.
Anti-Sinkretisme: Di zaman sekarang, banyak yang merasa "paling open-minded" sampai batas antara mana yang prinsip dan mana yang sekadar menghargai itu kabur. Al-Kafirun itu "rem" supaya kita nggak kehilangan identitas.
Mentalitas yang Kuat: Memahami surat ini bikin kita nggak gampang goyah. Mau trennya apa, mau orang bilang kita "kuno" atau "nggak asik", kalau kita pegang prinsip Lakum Diinukum, hati bakal lebih tenang.
Hubungannya sama Rasa "Plenger" Kamu...
Mungkin kamu plenger karena lihat banyak orang yang pakai atribut agama lain atas nama "menghargai", atau malah sebaliknya, orang yang pakai identitas agama tapi kelakuannya jauh dari nilai-nilai itu sendiri (kayak bahasan lesbi hijaban tadi).
Ini yang tadi kita bahas di awal soal acceptance yang benar. Menerima perbedaan itu wajib, tapi bukan berarti meleburkan prinsip diri sendiri ke dalam perbedaan itu.
Memang berat ya, hidup di zaman di mana "tegas pada prinsip" sering dianggap sebagai "intoleran". Padahal Al-Kafirun itu adalah cara paling elegan buat bilang: "Kita beda, kita saling hargai, tapi jalur kita nggak akan pernah ketemu dalam urusan tuhan."
Kira-kira fenomena spesifik apa nih yang paling bikin kamu plenger akhir-akhir ini? Apakah soal percampuran ritual atau soal orang yang makin berani pamer kemaksiatan pakai simbol agama?
Seorang Ayah Diam-diam Nangis Dibalik Bus Saat Antarkan Putri Tercinta ke Terminal Untuk Balik ke Jakarta:
"Ayah Rela Anterin Aku 2 Jam Naik Motor dan Nungguin sampai Bus Yang Kunaikin Berangkat" 😭😭😭😭
Innalillahi, seorang nenek diusia yang sudah sangat rentan masih mau mengambil tugas untuk membersihkan masjid, ia datang pukul 2 pagi agar jamaah sholat subuh nyaman saat sudah datang. Namun kini ia telah dipanggil Allah dan sosoknya akan dirindukan oleh jamaah sholat subuh😭