Di Salatiga, ada kampus kecil underrated yang baru berumur 3 tahun. Mahasiswanya cuma ratusan, kampusnya juga nggak terkenal-terkenal amat, bahkan di Salatiga sendiri. Namun, per tahun ini, kampus ini jadi perguruan tinggi dengan permohonan desain industri terbanyak nasional.
Mau cerita lagi, proses saya bisa yakin buat ngajakin nikah doi.
Sebelum ketemu doi, saya memang beberapa kali nyoba pdkt sm cewe, tapi gak ada yg bener2 cocok. Entah dari komunikasi atau karakternya.
Entah kenapa ada perasaan gak nyaman dan gak jadi diri sendiri. Tiap ngobrol, kayak masi jaim dan gak bisa lepas. Atau, karaykternya yg ternyata terlalu dominan/pasif bagi saya.
Nah, pas ketemu dan ngobrol sm doi, saya ngerasa lebih nyaman, gak jaim, jokes nyambung, dan yg paling penting jadi diri sendiri. Dia jg bukan tipe yg terlalu dominan/pasif, tau kapan menempatkan diri.
Bagi saya, salah satu syarat utk nyari jodoh ya ngobrolnya bisa nyambung. Sebab, pernikahan kan isinya komunikasi. Kalo dari awal gak cocok, kemungkinan pas nanti ngadepin masalah bisa cekcok.
Kalo kata Gus Baha', "Kalo sudah berani menikah itu, harus berani mula'abah. Artinya ngobrolin hal2 yg gak penting, main2, atau sering bercanda. Karena seninya nikah itu ya mula'abah, ngomong yg rileks dan asyik. Sebab, bisa tertawa bareng istri itu mewah sekali."
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
de facto malang-sby udah nyambung sejak tol pandaan resmi dibuka. lha lek stabil ga macet cuma 45 menit e. wes literally borderless.
banyak org pp commute daily buat kerja. sampe ada kabar kl investor mall males bangun yg gede2 di mlg soale wong mlg nek ngemol yo langsung sby.
Bisa gak fresh graduate dapet gaji 2 digit, apalagi kepala 2? Bisa ☺️
Golongan 3A setelah selesai masa cpns, tunjangan 19 + gaji pokok 2 juta, belum kalo di dinas tertentu ada insentif. Masih worth it gak cpns in this economy?
Berlaku juga di karir.
Rangorang yang karirnya melejit, menurutku mereka adalah orang yang "having fun" dengan karirnya. Selalu penasaran, suka ngulik hal baru, tiba-tiba promosi atau dapet career move ke jenjang yang lebih tinggi.
Salut lah. 🫡
min barusan sholat ied di Masjid Jami' , ada bapak² yang sambutannya lama pakai ngomongin jasa walikota panjang kali lebar dan ke mana mana, sampai distop sama jamaahnya ngomong "suweee" @infomalang
sholat ied sampai² pas matahari sudah naik tinggi 🥲