Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
even in Islam, we're taught to make hijrah. if you don't like where you are, move. if your environment drains you, change it. if what influences you isn't good for you, walk away. there's nothing wrong with leaving what harms you
setuju… aku merasa seluruh pencapaianku pasti ada faktor LUCK nya juga. bahkan ga selalu sebanding sama usahanya.
ada hal yang sangat aku usahakan, tenyata jalannya bukan di situ. meanwhile ada yang usahanya lebih santai, ternyata dapet.
jadinya sekarang berdoa agar aku merasakan hoki di semua hal yang aku usahakan 🍀
“Kan pengabdian”. Pengabdian dari Hongkong, itu namanya kezaliman. Ingat ada hidup yg harus dihidupi dan keluarga yg lebih butuh sedekah kita daripada kampus yg gak bisa ngegaji dosennya layak!
Tau gak, penelitian menunjukkan bahwa sperma tercepat BUKAN selalu yang berhasil membuahi sel telur.
Selama ini kita dikasih narasi bahwa pembuahan itu soal lomba lari, siapa yang pertama sampai, dia menang. Tapi ternyata tidak sesederhana itu.
Penelitian menunjukkan bahwa sel telur manusia aktif memilih sperma yang paling sesuai secara genetik. Bukan yang paling ngebut.
Mekanismenya?
Sel telur mengeluarkan zat kimia melalui cairan folikel, semacam “jejak aroma” yang menarik sperma tertentu untuk mendekat.
Yang menarik adalah cairan folikel dari satu wanita ternyata lebih kuat menarik sperma dari pria tertentu, sementara dari wanita lain lebih kuat ke pria yang berbeda.
Proses ini punya nama yaitu cryptic female choice.
Intinya, sel telur juga punya “preferensinya sendiri” dengan memilih sperma yang paling kompatibel secara molekuler untuk meningkatkan peluang kehamilan dan kesehatan keturunan.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
Fitzpatrick (2020). Chemical signals from eggs facilitate cryptic female choice in humans.