menurut gue ini udah menciderai arti HUT RI itu sendiri sih, feel free to call me alay, tp gue gabisa nemuin urgensi ngibarin muka presiden segede gaban di moment penting perayaan negara? 😂
untuk menghormati dia seorang presiden kah? simbol kebanggaan bangsa kah? cmon hes just a PRESIDENT, bukan pahlawan. bahkan dengan kinerja nya yg super buruk, dia ga pantas loh untuk di apresiasi. gue yakin bgt tiap moment di sini pasti di diskusiin dulu, org org di istana ga ada yg kontra kah dg ini?
terus yg bikin gue salfok, MC nya ngapain make seragam loreng loreng? bukannya dari dulu mentok kebaya atau batik ya? harusnya di moment penting gini harus netral dong, ini kesannya malah mengistimewakan instansi tertentu. aneh, mentang mentang backgroundnya dari militer, semua di militerkan.
#HUTRI81
Bener-bener mengkhawatirkan banget liat dokter nanggepin org begitu tau dia pasien BPJS langsung auto di-insult "miskin"
Padahal gak tau info apa-apa lagi ttg org tersebut, info satu-satunya cuma bahwa dia pasien BPJS, langsung resort to ngatain "miskin"
Why?
#intinyadeh ada pasien BPJS ngeluh di Threads udh 8 jam nunggu blm dpt ruangan.
Dihujat, dikatain miskin, disuruh serangan jantung, iris nadi aja biar cepet, ke kamar jenazah aja, dll. Termasuk oleh dokter2.
Trus keluarganya ngabarin klo ybs meninggal, diduga telat ditangani.
Yurizal Tri Chaerawan, seorang peserta BPJS Kesehatan berusia 29 tahun, meninggal dunia pada 31 Juli karena keterlambatan penanganan medis.
Sebelum meninggal, Yurizal mengeluhkan lambannya pelayanan medis di media sosial, di mana ia harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruangan di rumah sakit rujukan nasional.
Keluhannya tersebut justru membuatnya menjadi sasaran perundungan oleh oknum dokter dan tenaga kesehatan yang memberikan komentar tidak pantas.
Insiden ini kembali menyoroti permasalahan layanan BPJS Kesehatan di Indonesia dan kurangnya empati dari sebagian tenaga medis.
Berdoa dan ibadahnya ditambah lebih rajin lagi yok gaes!
Tanda-tanda itu makin dekat!
Lihatlah, para investor Dapur MBG ini aja udah pada teriak-teriak.
Mau berharap ke siapa lagi kita kalau bukan ke diri sendiri dan Tuhan.
Ngarepin Pemerintah bantu kita udah sangat SULIT
ALERTA! Media mengaburkan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator @KontraS Andrie Yunus.
Baca deh pemberitaan ANTARA. Kantor berita pemerintah itu dengan sengaja memuat pernyataan konyol seseorang yang katanya profesor. Tujuannya, agar pelaku penyiraman air keras dianggap oknum.
Terlihat jelas ini aksi bersih-bersih agar TNI bebas dari tanggung jawab. Lepas tangan.
Dari sudut pandang jurnalistik, berita tersebut jelas tidak netral. Isi berita full pernyataan seseorang bernama Profesor Kadri. Tidak ada narasumber lain. Subjektif.
Lebih aneh lagi, Kadri adalah dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram. Apa urgensi guru besar di bidang Komunikasi mengurusi masalah hukum? Makin jelas tanda-tanda bahwa ini berita pesanan.
Bukan cuma ANTARA. Pernyataan Kadri soal kasus penyiraman air keras Andrie Yunus juga dimuat masif media mainstream. Beberapa media nasional serempak merilis berita serupa. Mencoba melepaskan TNI dari tanggung jawab. Membuat citra TNI tetap harum.
Apa kita harus bodo amat ketika warga sipil disiram air keras oleh TNI? Apa justru kita perlu marah? Jangan mengaku peduli kalau kalian cuma diam saat membaca ini.
Gue kasih tahu fakta lebih sakit lagi. Kantor Berita ANTARA adalah BUMN di bawah pengelolaan Danantara. Siapa penanggung jawab ANTARA? Dia adalah Pemimpin Redaksi Virgandhi Prayudantoro, kader Partai Gerindra.
Duit pajak rakyat cuma dipakai nyebokin tingkah rezim Prabowo Subianto? Gaji lu dipotong tiap bulan cuma demi memoles citra pemerintah. Apa iya gak marah? Kita harus tetap waras! #MESATU
Breaking News ❇️
Muka pelaku terekam jelas di CCTV lalu-lintas.
1. Rilis kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus.
2. Penanganan kasus dijanjikan objektif dan transparan.
3. Polisi membeberkan pergerakan pelaku lewat bukti CCTV.
4. Total terduga pelaku berjumlah 4 orang.
5. Pelaku memantau korban sejak dari kantor YLBHI.
6. Korban terus dibuntuti oleh pelaku hingga ke SPBU.
7. Eksekutor (2 orang di satu motor) menyiramkan cairan ke korban di TKP.
8. Cairan keras tersebut ternyata sempat mengenai tubuh pelaku sendiri.
9. Pelaku terekam membersihkan sisa cairan dengan air mineral.
10. Polisi berhasil mencocokkan pakaian pelaku sebelum dan saat kejadian.
11. Identitas dan inisial pelaku (BHC dan Mak) sudah dikantongi polisi.
12. Polisi mengimbau pihak yang tahu atau pelaku untuk segera bekerja sama.
#intinyadeh rangkuman konferensi pers polisi:
> Korban masuk kantor YLBHI pukul 19.00 utk hadiri podcast
> Waktu keluar, korban dibuntuti
> Pelaku terus buntuti korban, terekam jg di CCTV SPBU saat korban isi bensin
> Teridentifikasi ada 2 motor (4 pelaku) yg terlibat
(1/3)
SKANDAL DUA VERSI - SIAPA YANG SEDANG BERBOHONG?
Fenomena "Dua Versi Tersangka" ini adalah bukti paling telanjang dari adanya Distorsi Hukum di Republik Komorbid. Ketika dua institusi negara memberikan data yang berbeda pada hari yang sama, publik tidak sedang melihat "koordinasi", melainkan "kompetisi narasi".
https://t.co/9hAeYJ8byK
Baru beli iPhone?
Jangan langsung dipakai dulu.
Ada 15+ app bawaan Apple yang cuma makan storage.
Gue dulu bego, simpen semua. 128 GB langsung penuh padahal foto dikit.
Ini yang gue hapus buat dapetin extra 3GB+ 👇
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo mengumumkan terpaksa berhenti membayar tagihan listrik Keraton Kasunanan Surakarta.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Maretha Dinar Cahyono mengakui pihaknya kekurangan anggaran.
Di tahun-tahun sebelumnya, tagihan listrik Keraton selalu dibayar oleh Pemkot Solo. Besarnya, Rp 19 juta per bulan, yang dibayar langsung ke PLN.
Sumber : tribunsolo