Ditha, istri Dustin Tiffani kaget saat tau harga koleksi jersey vintage nya Dustin:
Ditha: Jersey untuk sekarang, parah banget koleksi jersey nyaa
Gofar: Wihh jersey ori dong pasti dong
Dustin: Ori
Gofar: Yang vintage
Dustin: vintage, yang vintage-vintage yang tahun 2006 2005 bahkan 98 gitu-gitu
Gofar: Apa yang terakhir lu beli
Dustin: Terakhir beli kemarin yang Prancis Zidane yan tahun 98
Gofar: Anj*ng
Dustin: Itu
Gofar: 7 juta dong
Dustin: Wah ngga sampe😰
Ditha: Segitu?
Dustin: 😰
Gofar: Long sleeve apa engga
Dustin: Ohh engga
Gofar: Oh engga 5 juta, 5 juta iya.
Ditha: Tapi 5 juta jersey…
Dustin: Engga masih bisa ditawar😅
Ditha: Dustinnn
Gofar: Yang taun berapa, tahun 98?
Dustin: 98..
Gofar: Iyaa 5 juta yaa
Ditha: Berarti kamu bohongin aku
Gofar: Ada namanya ga?
Dustin: Adaa
Gofar: Okelah, kalau ngga ada namanya mungkin dua setengah gitu kan dapet tiga jutaan
Ditha: Kamu bilang harganya 1,5 an
Dustin: Engga juga bisa jadi investasi kan?
Gofar: Enggak
Dustin: Harusnya iya, harusnya iya.
Gofar: Bisa sesama kolektor bisa
Dustin: Bisaa tuhh.
Gofar: Total ada berapa jersey dia?
Ditha: Ahh ngga kehitung sih, banyak banget distudio aku ada, diruangan lemari ada, di studio dia juga ada.
Gofar: Paling lu sayang banget tin jersey apa?
Dustin: Ini gue Juventus, Edgar Davids
Gofar: Wihhh ada lu?
Dustin: Nah belum nemu, lagi nyari kebanyakan….
Gofar: Pertanyaan gue adalah jersey yang lu punya yang lu sayang yang mana. “Edgar Davids” punya lu?… “Belum nemu” berarti itu cita-cita😂 kalo gue nanya cita-cita lu apa itu jawabannya😅
Dustin: Walaupun saya Juve tapi kalau desain jersey saya MU
Gofar: Punya lu MU?
Dustin: 2005 2006 Cristiano Ronaldo font emas.
Gofar: Ohh masih sponsornya apa?
Dustin: AIG wah itu keren banget
Gofar: CR7?
Dustin: CR7
Gofar: Long sleeve?
Dustin: Kita kalau long sleeve agak gak masuk, masuknya di short sleeve
Gofar: Cebanan harganya?
Dustin: Engga nyampe..
Ditha: Seriusan?
Dustin: Hah engga itu masih… ngga nyampe
Ditha: Gilaa bajunya berarti mahal-mahal yaa
Dustin: Coba cek aja di pekan raya jersey nanti😂
Gofar: Ditha gue kasih tau ya orang awam jersey ketika lo liat jersey laki lo dirumah biasanya istri nyari di tokped atau shopee ya market place, udah pasti itu banyak yang murah yang kw 200 ribu 300 ribu lu akan merasa aman oke 300 ribu gitu kan..
Ditha: Iya aku kaya gitu
Gofar: Rata-rata misal taruh 4 juta 3 juta deh kali tuh semua jersey dirumahnya dia
Ditha: Pantes gamau dicuci pakai mesin cuci
Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!
Yes, those photos you’ve seen are real.
More than 18 years ago, a baby named Lamine Yamal and his mom Sheila met Lionel Messi at a UNICEF fundraising photoshoot.
Today, their achievements on the pitch inspire millions. Off the pitch, both Messi and Lamine Yamal use their voices and platforms as UNICEF Goodwill Ambassadors to support and advocate for children around the world.
The goal? That every child survives, thrives, and fulfils their potential.
We are proud to have them on our team.
Credit: Joan Monfort
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
@lilaccountz Di era sekarang bisanya sih berusaha menghindari aja walaupun ada aja beberapa hal yg gak bisa dihindarkan. Intinya ada usaha untuk menghindari apa yg bisa kita kontrol