@_moonthelune my sister kinda does this, she thinks of herself as the main character of a story, and everytime she needs motivation, "hmmm what would a good main character do"
and everytime she feels she did something bad, she goes "not very main character of me :("
Ini salah. Kerja di Middle East itu sangat tergantung rekomendasi alias orang dalam. Mau lu skill kurang tapi kalo ada rekomendasi bisa masuk.
Rekomendasi sama org terpercaya itu penting karena basis ME itu adalah kepercayaan. Skill itu bisa dipelajari.
Yg bikin sedih, utk orang yg secara ekonomi udh kalah, we can't afford to lose. If we fail, it hits two times harder because to "retry" always comes with a cost. Bisa menikmati proses itu privilege. Nikmati selagi bisa, soalnya ada yg sibuk berjuang dan terlalu fokus di hasil.
jujur saran kayak "pakai jurnal" "ditulis" "pasang alarm" dari psikolog ga ngaruh samsek
saran edan dari sesama ND kayak "JANGAN SAMPAI DUDUK KALAU LAGI BEBERES" atau "PAKAI KAOS KAKI BASAH SELAMA NUGAS. LEPAS KALAU HANYA SUDAH SELESAI" malah works 😭
IPK itu bukti kuat kalau kamu bertanggung jawab secara akademik, yes rajin.
Tapi entah kenapa orang Indo ini punya fetish terhadap street smart.
Diskursus soal IPK ini seakan selalu mau ngerendahin orang raji . “Temenmu yg nilainya tinggi sekarang udah jadi apa?”
Jadi banyak banget yang meromantisasi “ni orang IPK kecil tapi sekarang sukses”.
Lah soalnya orang IPK kecil kalau sukses berisik banget.
Mana ada orang IPK tinggi begitu sukses yang dibahas IPKnya dulu. 🤣🤣
yap, nihonjin tuh:
- bener-bener kolot
- muka dua dan munafik
- pandai geser gawang
- pandai lempar batu sembunyi tangan
- jagonya NGELES
Gua seneng akhirnya branding "UwU kawaii" mereka hancur di tahun 2026 krena asli negara paling munafik ya Nihon ini
Nihonjin ini kaku2 banget, kaya hidupnya selalu rujuk SOP. Takut mikir hal yg beda dikit.
Semisal:
Klo ada makan2 di kantor, jumlah boxnya harus pas.
Org kita mah, dilebihin dikit buat jaga2 atau bagi2 sama driver dan OB.
Klo prasmanan?
Sangat jauh dari pikiran mereka.
i was SHOCKED when i found out the JLPT is all multiple choice and doesn’t make you to write anything.
like it’s crazy to me to test language proficiency without asking someone to construct their own sentences or even speak LOL
Kak Sufi Markhamah di channelnya mencoba ngelurusin ekspetasi orang2 tentang gaji magang Jepang.
Di sosmed sering Rp30 juta bilangnya, padahal..
- Tanpa lembur, gaji kotor rata-rata Rp17–20 juta. Tergantung jam, UMR kota, jenis kerja
- Potongan wajib: pajak, asuransi, sewa, listrik, gas, air, internet. Kira-kira Rp5–6 juta
- Yang tersisa sekitar Rp14 juta
- Makan hemat ekstrem Rp1,5 juta: telur, sayur, stok daging. Badan tahan. Kepala gampang meledak
- Makan normal Rp3 juta: sesekali kopi, donat, makan luar
- Hedon Rp5 juta: baju, skincare, sepatu
- Pola normal: sisa kira-kira Rp11 juta
Türkiye'deki zincir marketlerin kasiyerleri ayakta durmaya mecbur eden sistemi artık yabancı hesaplara bile konu olmaya başladı, ya bu işkеncеye son verin ya da bu аmkоduğumun zincir marketlerini kapatın.
Gaiss, kalian yang udah dijepang
Adobaisu dari kalian buat kita yang soon otw ke jepang inii?
apasih hal yang dari internet begini.. tapi ternyata yang kalian rasain beda banget gitu? ada kah??
biar ga menuh menuhin tas bedasarkan pengalaman ak pas bencana aceh kemarin, dibandingkan lilin, better beli korek api yang udh ada senternya. honest ripiu ya senter di korek api itu lumayan awet, praktis jg drpd lilin (lilin gampang rusak juga+rawan kebakaran kl dipengungsian) —
Dari twit @hrdbacot aku minta para agent bikin apps buat check keaslian sebuah info loker, interview dll.
Kamu hanya perlu upload, nanti AI kasih rating dan kasih detail analisa sampe kasih rekomendasi apa yang harus dilakukan.
Semoga membantu.
https://t.co/vHVX7oDbhO
*Barakallah
Kalo kelen menyelam rabbit hole algoritma flashsale shopee suhu tiktok.
Ada yang sekali event borong 2-3-4-5 hape, karena modalnya juga banyak beli hape flagship khusus war juga
🗿
Dan bbrp org masih kekeh percaya yang menang selalu bot instead of belajar dari 0 dunia
Urutan idealnya:
Konsep dipahami dulu (understand) ➡ dilatih sampai hafal luar kepala (remember/automate) ➡ baru digunakan untuk menyelesaikan masalah yg lebih kompleks (apply hingga create). cmiiw
Baru ngeh klo guru dikritik jika menyuruh murid menghafal 6×7 = 42 tanpa mengajari konsep bahwa itu adalah penjumlahan berulang (6 sebanyak 7 kali). Jika hanya hafal tanpa paham (rote learning), siswa akan bingung saat polanya sedikit diubah.
Mirip yg gw pikirin.
Guru yg masih ngajar pake hafalin perkalian jadi diejek2 karena ga memicu higher thinking skills.
Tapi bayangin lu ngerjain kalkulus atau aljabar linear yg perlu higher cognitive tapi working memory lu masih kerja penjumlahan berulang untuk 6×7.
Ketika lihat 6×7 otak langsung ngeluarin angka 42 tanpa proses berpikir, maka sisa kapasitas otak yg besar bisa digunakan sepenuhnya untuk berpikir kritis, menganalisis, dan memecahkan masalah kompleks.