Dalam konteks Betawi, meskipun mayoritas beragama Islam, justru kata yang paling umum dari zaman dulu adalah Minggu (atau lebih arkaisnya: Deminggu). Sangat jarang orang Betawi menggunakan kata Ahad selain di daerah-daerah yang konsentrasi keturunan Arabnya banyak.
Perlu dicatat juga, pada masa awal-awal Kota Betawi (abad ke-17) hingga abad ke-18, justru bahasa Portugis (Portugis Betawi) itu cukup lumrah digunakan di dalam Kota Betawi oleh antaretnis sebelum benar-benar "digantikan" secara luas oleh bahasa Melayu Pasar (yang kemudian berkembang menjadi bahasa Betawi) seiring dengan makin berkurangnya regenerasi penutur bahasa Portugis Betawi dan makin banyaknya orang-orang Tionghoa yang datang ke Betawi dan "membawa" (memopulerkan) bahasa Melayu Pasar ala mereka.
@AlexMasonCrypto This is actually normal for FOMC meeting days. It’s called a liquidity grab or stop hunt. Large companies will sell down a little bit to see if they can trigger stop losses to cascade prices down. They buy chunks at the bottom, ride FOMC news up, then sell the retail dogpile.
Do you understand how significant this is?
The Chinese government realized the stories that made the West has given the West a massive civilizational advantage.
But since the postmodern West largely abandoned those stories, the Chinese see an opportunity.
If they could build upon the wisdom of those stories while we deconstruct them, they believe they can gain a civilizational advantage.
Tampaknya orang Portugis pertama yang tinggal di Indonesia tidak hanya menginginkan rempah2.
Francisco Serrao + Pedro Lorosa tinggal di Ternate (1512-1522)
Francisco Serrao menikahi seorang wanita Jawa dan memiliki beberapa anak
Pedro Lorosa menikahi seorang wanita dari Maluku
Gerakan Sedulur Sikep gigih melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda pd 1890 dgn cara menolak membayar pajak krn membebani petani. Inilah gerakan petani tertua di Asia Tenggara.
Dan ternyata perlawanan masih terus berlanjut.
Kalau dulu melawan kolonialis Belanda, skrng Kang Gun dkk melawan korporasi tamak dan perusak alam, menghadapi kerakusan bangsanya sendiri.
"Zaman SBY terjadi pembukaan hutan termasif sepanjang sejarah Indonesia, tapi kok gaada banjir ya?"
1. Pemanasan global. Cuaca makin lama makin ekstrem. Banjir lebih besar akan muncul di masa depan. Kalau Indo tidak berbenah SEKARANG, hancurnya akan lebih buas lagi.
2. Kerusakan hutan adalah kerusakan jariyah. Kerusakan hutan saat ini adalah combo zaman Suharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Jokowi, dan sekarang.
3. Prestasi lingkungan sangat hebat di zaman Jokowi adalah menghentikan kabut asap karena karhutla.
Pada zaman SBY, rakyat Sumatra dan Kalimantan dibiarkan liar menghirup Third Impact tiap tahun. Langit merah darah.
Third Impact sebelum zaman Jokowi ini juga, you know, memperparah pemanasan global.
"Di masa kolonial dulu, ada ngga sih ahli tumbuhan dari penduduk lokal?"
Ada! Oedam, atau biasa disebut Mantri Oedam. Dari Kebun Raya Bogor.
Ngga cuma sebatas "herbalis", tapi juga paham klasifikasi tumbuhan scr ilmiah. Beberapa kali ikut dalam ekspedisi sains ke banyak daerah.
@solosrvvl@allMadeInTiawan@PicturesFoIder According to the UN's 2025 World Urbanization Prospects, Jakarta is the world's largest urban agglomeration with nearly 42 million residents, surpassing Tokyo's 33 million. In terms of area, Tokyo's metro spans about 13,500 km², while Jakarta's is around 6,600 km².
When the Japanese decide to master something, whether it’s cars, cameras, animation, knives, or yes, whiskey and craft cheese - they will perfect it into its final Platonic form.
How do they do it?
Obsession with kaizen (continuous improvement). And they will apply themselves relentlessly - without ego - to incremental refinement.
This is in contrast to the attitude of “Cha bu duo" (差不多), a Chinese phrase that means "close enough” or "more or less," which leads to cutting corners, a mindset and attitude that is common in China. In contrast, the cultural default in Japan is that “good enough” is never good enough.
The Chinese concept of 差不多 is a result of the Year Zero Mao introduced and decades of brutal communism, but it does lead to faster innovation compared to the slower kaizen method.
These days, the Japanese beat Scotland at the whiskey game, make the best pizza, and their cheesemakers in Hokkaido win the top global awards.
The Shokunin spirit (craftsman mindset) infuses Japanese culture with a respect for becoming a true master of one thing. You see this whenever you visit Japan.
A 21 yr old baker in Osaka might spend 10 years just learning how to shape croissants before he’s allowed to touch the dough at a top shop. That level of apprenticeship and pride in technique is rare elsewhere.
It’s not just Japanese autism but Japanese neuroticism that makes them obsessed about supply-chain control and ingredient quality. They’ll fly in Piemonte flour for pizza, Isigny butter for viennoiserie, or specific Scottish peat for whisky, then control every variable (water source, barrel toasting, humidity in aging warehouses) to a degree that’s just detrimental to profit margins.
We should thank the Japanese for their cultural operating system. It enriches everything it borrows from elsewhere, and then masters it.
This is why the world loves traveling to 🇯🇵
"Hasseltii" berasal dari nama JC van Hasselt.
Bersama temannya, Heinrich Kuhl, datang ke Jawa sekitar 1820 sebagai ilmuwan muda. Setelah banyak bertualang bersama, keduanya wafat 1-3 tahun setelahnya.
Dimakamkan bersama dalam satu lahat di pemakaman tua di Kebun Raya Bogor.
"Pelaku baru gajian, namun langsung dihabiskan untuk JUDI ONLINE."
"Pelaku merencanakan perampokan ke rumah ibu-ibu tempat ia pernah jadi tukang."
"Korban menyambut baik karena sudah kenal."
"Korban melawan sehingga ditusuki pisau sampai mati. Mayatnya dibuang ke septic tank."
Jika bregada-bregada kraton masih suatu kekuatan tempur efektif hmmm dalam 20 tahun terakhir mungkin kita jadinya sudah menyaksikan edisi IV dan V Perang Suksesi Jawa.
According to Drs Riboet Darmo Soetopo, an epigraphist & former archaelogy lecturer of UGM, Dyah Wijaya's coronation as Kertarajasa Jayawardhana, the 1st king of Majapahit, was not happened on Nov 10, 1293, but on Nov 12, 1293 or earlier on June 1293.
According to Pararaton, in 1478 or 1474, there was a coup that dethroned King Singhawikramawardhana, but the actors were Sang Sinagara (Rajasawardhana) clan, not the Moslem settlers.
Pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional mengkhianati jutaan masyarakat Indonesia yang dibunuh pemerintahan Orba, dari 1965-1968, Timor Timur, Papua Barat, Aceh, dan korban ratusan konflik berdarah lainnya.
Kalian tau ga sih kalo ternyata padi (Oryza sativa) bisa balik jadi liar lagi. Fenomena ini disebut de-domestikasi, yaitu ketika tanaman hasil budidaya manusia perlahan kembali punya sifat-sifat leluhurnya di alam liar.
Kayak yang kita tau dalam sejarahnya, padi liar (Oryza rufipogon) yang merupakan nenek moyang padi, punya biji yang gampang rontok (seed shattering) supaya bisa menyebar dan tumbuh lagi secara alami. Nah, manusia zaman dulu menemukan varian yang nggak rontok karena mutasi ini dan mereka mulai membudidayakan itu. Dari situlah muncul padi modern yang kita makan sekarang.
Menariknya, sebagian padi modern ini malah berevolusi balik jadi seperti padi liar akibat mutasi genetik. Jadi bijinya rontok lagi, tumbuh acak di sawah, dan susah dikendalikan. Jenis padi ini disebut weedy rice, atau di Indonesia dikenal sebagai padi angin/padi hantu.
Evolution in action!
_________
DAFTAR PUSTAKA:
Qiu, J., et al. (2017). Genomic variation associated with local adaptation of weedy rice during de-domestication. Nature Communications, 8(1), 15323. https://t.co/4CuM3UW5ZY
Wu, D., Lao, S., & Fan, L. (2021). De-domestication: an extension of crop evolution. Trends in Plant Science, 26(6), 560-574. https://t.co/rxSVlgQB6p