@Sentjoko@bryan_chung09@univ_indonesia Betul kata dr. Ryu: "Ketika keyakinan dibenturkan dengan fakta. Bukannya mengubah keyakinannya, tapi malah faktanya yang diabaikan. Begitulah cara kerja otak manusia !!!"
Karena premisnya "agama (saya) pasti benar, yang lain salah/menyesuaikan".
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Hotman Paris kembali pamer kesombongan dan keangkuhan di depan media saat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Dengan gaya songongnya, ia mendikte wartawan agar mempertanyakan kenapa Kapolri tidak meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto terlebih dahulu sebelum menetapkan Febrie sebagai tersangka. Ia bahkan dengan lancang menyebut tindakan Polri tersebut tidak memenuhi "unsur sopan santun dan penghormatan terhadap atasan".
Ini adalah pembodohan hukum yang sangat fatal dan berbahaya bagi demokrasi! Sejak kapan penegakan hukum dalam kasus pidana korupsi harus memakai urusan "sopan santun" birokrasi atau minta izin restu presiden? UU Kekuasaan Kehakiman dan KUHAP jelas menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh diintervensi oleh kekuasaan eksekutif. Menuntut polisi minta izin presiden untuk mentersangkakan seorang aparat yang diduga terlibat korupsi tata kelola batu bara justru merupakan bentuk pelecehan terhadap independensi hukum itu sendiri!
Ditambah lagi sikapnya yang luar biasa sombong saat menjawab pertanyaan wartawan. Dengan kalimat merendahkan seperti "Tanya kakekmu", "Kalau kau punya otak lu tahu jawabannya", dan menuduh pers sebagai "pengecut", Hotman menunjukkan watak arogansi elit yang antikritik. Dia lupa bahwa kasus dengan barang bukti emas 74 kg dan uang hampir 1 triliun ini menyangkut hajat hidup orang banyak, bukan panggung sirkus untuk ajang pamer keangkuhan personal.
Rakyat tidak butuh narasi hak istimewa bagi "orang dekat" atau "tangan kanan" penguasa. Di hadapan hukum, semua warga negara berkedudukan sama (equality before the law). Berhentilah mengaburkan substansi perkara megakorupsi ini dengan drama kesopanan elit dan arogansi kata-kata. Hukum harus tetap tegak tanpa perlu tunduk pada restu politik maupun gertakan pengacara selebritas.
Video : tribun
Karena Febrie Adriansyah adalah orang dekat Prabowo, maka sepatutnyalah Polri minta ijin dulu kepada presiden sebelum menangkapnya.
Pembodohan apa yang kau buat hotman, gak sekalian ungkit Dadan Hindayana sbg orang dekat presiden, harusnya kejaksaan minta ijin prabowo dulu sebelum tangkap?
Kalau sudah lupa, tak ingatin, semua penjilat prabowo mengatakan prabowo tegas pada pemberantasan korupsi, kenapa maling di sisinya harus di bedakan?
Apanya yang tidak di hargai?
Negara hukum tapi penegak hukum tidak taat hukum. Hukum jadi alat saling sandra. Rakyat hanya dijadikan penonton.
Ini bukan hanya pelemahan demokrasi, tapi perusakan yang sangat terang-terangan. Supremasi hukum diacak-acak.
Allah Is a Fan of Messi and Mbappé?
Since all the Muslim nations are now out of the World Cup, I have a question for all the dawah influencers who kept telling us that du’a, Al-Fatiha, and sujud were the reason behind every victory.
Now that they’re all eliminated, why are only the “kuffar” teams left?
Did Allah stop answering their du’a?
Did He ignore their sujud and recitation of Al-Fatiha?
Or is Allah cheering for Messi and Mbappé now?
You can’t claim every win is a miracle from Allah, then suddenly go silent when the losses pile up. You don’t get to credit Allah for every victory and invent excuses for every defeat.
IBU CENUK SAYEKTI DOSEN UNAIR BERSAKSI SAMBIL TERISAK DI MK:
Jadi dosen tahun 2010, saat itu gajinya 1,2 juta per bulan.
Dapat gelar Doktor tahun 2016. Serdos tahun 2020.
Tahun 2022 pindah ke Unair, gaji pokok saya 2,6 juta.
Belasan tahun jadi dosen.
Gaji pokoknya masih segitu.
Ini kejadian gak cuma di Unair. Kejadian di seluruh Indonesia.
pesertanya ada 35rb orang, kalo dikali 30jt bisa ampe 1 triliun lebih CUMA BUAT MAEN TENTARA2AN ANJEEEENGGGGGG BUBAR AJA INI NEGARAAAAA WE’RE SO DOOMED
ini ngeri banget. dg cara begini, klo di 2029 prabowo kalah, militer mungkin melakukan kudeta. prosesnya udh jalan. bukan hanya prabowo, ini militer sedang mengkudeta sipil.
5 orang mati saat Latsarmil calon manajer Kopdes.
Respons Kemenhan?
Bukan hentikan programnya.
Bukan investigasi tuntas.
Bukan pertanggungjawaban pidana.
Tapi: ganti nama.
"Latsarmil" → "Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial."
Latihan tembak dihapus.
Kegiatan fisik dikurangi.
Istilah militer dibuang.
Pertanyaannya simpel:
Kalau dari awal memang tidak masalah , kenapa sekarang diganti semua?
Dan kalau memang harus diganti semua setelah 5 orang mati ,siapa yang bertanggung jawab atas keputusan awalnya?
Yonanda. Anisa. Novia. Rifki. Nola.
Mereka mati dulu. Baru sistemnya dievaluasi.
Rp30 juta per orang anggarannya.
Untuk program yang ternyata harus didesain ulang setelah ada korban jiwa.😳
@tempodotco Sya kok berpikir kita sedang menuju jadi negara yg dikuasai militer (kayak Myanmar atau orba?).
Mgkn benar Bivitri, kita kayak kodok yg direbus pelan2, nggak sadar sampai suatu saat nanti sudah telat...
Semoga sya salah...
Berakhlak mulia? Ini gw gak rabun kan? Coba katakan itu kepada andri yunus yang buta, katkan kepada keluarag kacab bri yg diculik dan di bun2 sama tentara, katakan kepada keluarga aktivis yg diculik dan dibunuh ditahun 98 katakan kepada WNI yang tentara klo dijalanan lagaknya udh kyk punya jalanan dan lain2 contou kasusnya
JENDERAL JUJUR YANG DIKUBUR
Lulusan Harvard. Pangkostrad. Ditawari jadi Panglima TNI.
Sebulan kemudian mati mendadak. Tanpa otopsi.
Tidak ada yang diadili. Tidak ada yang diselidiki.
Yang membongkar korupsi militer Rp 189 miliar itu dikubur di Kalibata. Kasusnya dikubur lebih dalam.
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
Your Wives Are Your Tilth
Muhammad is smiling and pointing his finger, saying: You are my tilth!
Quran 2:223 clearly states:
“Your wives are your tilth, so go to your tilth as you wish.”
Women are described as a field, cultivate it however you like, plow it, harvest from it. Consent, personal choice, and dignity have no value. A woman is reduced to a tool for male pleasure and reproduction.
This is Islam’s respect for women.
A license for men to use women whenever they desire.
Turning women into a field is not honor, it is humiliation and patriarchal exploitation. Those who still point to verses like this and claim that Islam honored women are shameless liars.
A woman is not a field.
A woman is a human being.
- Atheist Republic International