Dear sayang,
Kalau dirimu sering dighibahin, dirimu respon gini aja (boleh copas kok):
Untukmu yang terus menjadikanku bahan ghibah….
Aku paham, tak semua yang kepo itu benci.
Kadang orang hanya terlalu penasaran dengan hidup yang bukan miliknya, karena hidupnya sendiri belum cukup membuatnya betah.
📌 “Orang yang damai dengan dirinya, tak pernah sibuk mencari retak di hidup orang lain.”
Maka aku tidak membalas. Aku tidak meniru. Aku hanya mendoakan.
Karena membalas itu biasa,
tapi mendoakan, itulah elegansi yang tak semua orang miliki.
📌 “Semoga kamu secepatnya sibuk… seperti aku yang sibuk menata masa depan, yang bermanfaat buat sesama, bukan masa lalu orang lain.”
Semoga hatimu kelak penuh,
hingga tak perlu menumpahkan luka ke nama yang bahkan tak pernah mengurusi jalan hidupmu.
Semoga harimu kelak sibuk,
hingga tak ada waktu untuk mengurusi mereka yang tak pernah peduli dengan gosip di seputarnya.
📌 “Karena orang yang benar-benar bahagia, tidak punya waktu untuk mengawasi panggung & punggung orang lain.”
Dan semoga hidupmu kelak seindah apa yang selama ini kamu pikir tentang hidupku yang bagimu aku terlalu beruntung memilikinya.
Bahkan kamu gak tahu sih, hidupku yang sebenarnya itu jauh lebih indah dari bayanganmu. Tapi kalau kamu tahu entar kamu malah makin banyak dosa berghibah kan…
📌 “Jika kau merasa perlu menjatuhkan seseorang untuk merasa tinggi, mungkin yang perlu kau ubah adalah cara berdirimu, bukan arah orang lain berjalan.”
Dan terakhir,
Jika kau merasa hidupku terlalu terang hingga menyilaukanmu
Tenang, aku doakan kau juga menemukan cahaya itu.
Agar tak perlu lagi meredupkan orang lain untuk merasa bercahaya.
Semoga hidupmu kelak seindah hidupku.
Seindah pagi yang kutatap dengan syukur,
sekuat langkah yang kutapaki dengan niat,
sesibuk hari-hariku yang penuh makna,
dan sehangat cinta yang mengelilingiku diam-diam tanpa kuteriakkan.
📌 “Jangan terlalu sibuk menonton hidup orang lain, sampai lupa kamu punya naskah hidup sendiri yang belum kamu tulis.”
Salam damai,
dari aku—yang sudah terlalu jauh berjalan untuk menoleh ke belakang atau kanan-kiri.
**
Gimana? Asyik kan? Met wiken semuanya 🙏🏻😊
Tabik,
Nadirsyah Hosen
KOALISI BUKAN SOLUSI
.
.
.
Ga tahu dengan anda, saya sangat peduli dengan apa yang namanya after sales service saat membeli sebuah produk. Buat saya itu sangat penting apalagi untuk produk besar dan mahal.
ADA “MADE IN INDONESIA” DISEBUT
.
.
.
.
MINYAK DISAYANG, MINYAK DISIMPAN.
MINYAK DIGADANG, MINYAK JUGA HARUS SELALU TERSEDIA DI GUDANG.
Hal itu dilakukan AS sejak dulu. Itu pula yang membuat AS menjadi penguasa minyak dunia.
Kita ini sekumpulan 260 juta manusia dgn imajinasi masing2, 300 suku dgn 700 lebih bahasa & dialek yg berserak di 17.000 pulau. Jika kau tarik alas Pancasilanya, semua akan berjatuhan, saling berkelahi & menggelandang sbg pariah dunia
https://t.co/2OqMYcG6Uc
MENEPIS MENDUNG MENGUSAP EMBUN
.
.
.
.
Bila anda adalah orang yang sangat kaya, anggap saja sudah sangat sukses dalam busnis, trus tiba-tiba datang seseorang
JOKOWI : "SIAPKAN LAWYER TERBAIK!!"
.
.
.
.
.
Kemarin dulu setiap kali ladang panen, pasti langsung diambil.
Saya seneng. Ga usah tunggu lama singkong masih basah tanah diambil buru-buru ma pembeli.
@Andita_4
A D A T E R A N G D I P A P U A
.
.
.
.
.
Kalaulah Covid-19 membuat cahaya jagat ini seolah padam, gelap dunia yang sama terjadi pada kita. Faktanya bencana itu memang tak memilih pada siapa. Semua tiba-tiba merasakan apa itu takut.
📷 Teis Marani
@Andita_4
Memahami agama itu dengan dalil naqli dan dalil aqli sekaligus. Sekarang banyak yang gak mau pakai akalnya, akhirnya mudah dibohongi, kena doktrin aneh2, gampang curiga, dan tidak kritis akan informasi dari penceramah atau ustad yang asal kutip ayat dan riwayat. Afala ta’qilun?