Jika ingin mengetahui MBG manfaatnya ke siapa, coba begini:
Hilangkan BPJS, yang ngamuk rakyat bukan rumah sakit.
Hilangkan pertalite, yang ngamuk rakyat juga bukan pemilik POM bensin.
Tapi, coba hilangkan MBG, yang ngamuk pasti pemilik SPPG bukan rakyat
Sampai sini harusnya paham ya.
Kurang BGST apa negara ini:
Warga Aceh patungan 1 Milyar untuk bikin jembatan yang harusnya dikerjakan pemerintah
Lebih anjing lagi Menteri PU hadir bak pahlawan mau ngecek konstruksi jembatan dengan alasan keselamatan
REJIM WOWOK BIADABBBB
Valid ini permainan provokasi. Terlalu kebaca.
1. KPI rilis surat larangan aksi demo disiarkan di TV.
2. Tiba-tiba TV nyiarin cuma soal halte dibakar.
3. Pendemo asli ngga punya urgensi ngebakar halte. Buat apa?
4. Api sebesar & semerata itu arson. Butuh alat dan akselerator.
Dear para jobseeker, anak intern, freshgraduate, korban layoff, karyawan kontrak terus-terusan, korban coretax, dan semua elemen budak corporate.
Please banget, baca dan sebarkan poster ini dan tandatangani petisinya.
Kenapa kita sebagai kelas menengah ngehe yang hidup from paycheck to paychek harus #TolakRUUTNI?
Kita sebagai sipil aja udah susah cari kerja karena persaingan yang gila2an, kadang kalah sama sesama sipil yang punya orang dalam, dengan RUU TNI ini kita lawannya bukan sesama sipil yang punya orang dalam, tapi militer yang punya senjata dan power orang dalem dengan kuasa tertinggi, kita udah kalahlah level bro!
Bayangin kita udah susah payah mengejar lanyard bumn itu, udah lembur mati-matian, ikut training sana-sini, ngejar KPI/OKR demi merangkak tangga karir, pas mau duduk di kursi jabatan yang lebih tinggi, slot sudah tidak tersedia karena udah di isi orang hasil bawaan dari headhunter, head hunter nya ini beneran bisa memburu menembak kita tapinya, yah minimal kepala kita ditendang pake sepatu boots lah kalo gak ketembak, biar jatoh dari kursi karir yang kita idam-idamkan.
Kita juga bisa kehilangan kesempatan berkarir di perusahaan yang kita impikan dengan bare minimum gaji dan fasilitas yang kita harapkan, karena mereka bisa merebut hak kita, ujung2nya cuma kerja di UMKM yang dengan mudah juga digoyang kebijakan atau ditutup usahanya.
Tandatangani & sebarkan petisi #TolakRUUTNI ke @DPR_RI@prabowo@Puspen_TNI di tautan: https://t.co/tDAVVRA0TR
Masih ada kadang middle class yang suka ngomel2 (baik dalam hati atau explicit) kalau ada demonstrasi. Bikin macet lah, kurang kerjaan lah, itu pengangguran lah, berisik lah, mending pada kerja lah, dll.
Pada ga sadar kalau yang stay di rumah kaya gw gini, itu udah dpt privilege banyak dari orang2 yang protes di jalan.
Hak-hak basic pekerja kita kaya kerja 5 hari seminggu, 8 jam sehari, cuti sakit, cuti hamil, dll itu semua ya didapetin dari orang2 yang berkeringat "kurang kerjaan" demo di jalan.
Bahkan di Indonesia, kita bisa lihat banyak kebijakan cek ombak kaya Tepera atau kenaikan PPn yang berubah karena orang2 yang "berisik".
So kalau ga bisa ke jalan, at least ga usa nyinyir dan kita bisa dukung mereka. Bisa berisik di socmed. Clickactivism (ikut aktif melalui online) itu secara riset bisa efektif juga koq. Bahkan Arab Spring dulu ada yang riset kalau itu awalnya dari social media activism.
Ini beberapa rights yang kita dapetin karena ada orang2 yg mau turun ke jalan:
- Eight-Hour Workday – The labor movement, including the Haymarket Affair in 1886, fought for and won the standard eight-hour workday in many countries.
- Minimum Wage Laws – Protests and strikes, such as those led by garment workers in the early 20th century, helped establish minimum wage protections.
- Right to Unionize – Worker protests pushed governments to recognize trade unions, leading to legal protections for collective bargaining.
- Paid Overtime – Worker strikes, particularly from industrial and factory workers, led to laws requiring employers to pay extra for overtime work.
- Anti-Discrimination Laws – Civil rights protests, including labor movements, led to laws prohibiting workplace discrimination based on race, gender, and other factors.
- Paid Sick Leave & Medical Benefits – Strikes and protests have pressured governments and companies to offer sick leave and healthcare benefits.
- Maternity and Paternity Leave – Protests and labor advocacy have led to laws granting paid leave for new parents in many countries.
#IndonesiaGelap