@listyantidewi Bulan lalu wawancara soal pendidikan alternatif dengan Bu Wahya SALAM Jogja, salah satu poin menarik adalah pembiasaan kepada anak unt memilih mapel yg diminati. Kedua ttg melatih riset & perencanaan sebelum memulai project. Kurikulum tidak cukup satu warna/seragam.
Warga Aceh Utara, Rully, memanfaatkan pelepah pinang untuk membuat piring situk. Produknya kini sudah dijual sampai ke luar Aceh.
Rully mengklaim piring situk ramah lingkungan karena bisa terurai kembali. Selain itu, piring ini disebut aman untuk kesehatan dan bebas BPA.
Mau nanya, ditempat kalian packingnya kemaren pakai apa saat potong hewan kurban dan dibagikan?
Kami tidak ikut merayakan hari raya plastik Idul Adha 2026 Desa Ngrawan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.
Sc. Omah cikal
@sibambaang Ditempatku biaya sembelih & kebersihan, ditanggung Shohibul qurban dan diinfokan di rapat. panitia/takmir membantu ngurus pembelian dn distribusi, tidak dibayar. Selama ini lancar.
@listyantidewi Nasib sekolah negeri ke depan bisa saja suram jk regulasi penggunaan dan akses anggaran terbatas. Bayang-2 pungli menjadikan sekolah negeri memilih bermain aman, enggan promosi atau inovasi program yg butuh dana lebih. Sangat berbeda dg sekolah swasta yang lebih longgar.
Orang di desa ga pake dolar dan mimpinya juga tidak jadi orang kaya raya, biar prabowo saja yang menentukan Mimpimu, Mimpimu didesa yang penting cukup makan saja, dan uang mu biar kami di kota saja yang memanfaatkannya... OK
Kami sudah bangun Koperasi, agar Uang mu mudah mengalir ke Kami di kota besar. Dan kami juga sudah mengantarkan kalian makan siang demi mewujudkan mimpi kalian.
Hahahaha dia pikir mereka di desa sebodoh dan sekampungan kalian di kota besar
Arrogance bias di kota-kota besar, di mana kemewahan finansial dan status sosial sering kali keliru dianggap sebagai tolok ukur tunggal kecerdasan universal.
Jangan pernah menyamakan kesederhanaan fasilitas dengan kemiskinan intelektual.
Sering kali, mereka yang kita anggap "paling lokal" justru memiliki pemahaman yang jauh lebih global dan membumi daripada mereka yang sibuk berteori di balik meja-meja kopi mahal di ibu kota, sambil mengebrak meja 🤣
:: WeKa ::
Hari wisuda ini istimewa. Besok hari-hari biasa. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah di hari-hari biasa ke depan.
Itulah pesan yang kami sampaikan saat pulang ke UGM untuk melepas wisudawan sekaligus menyambut mereka bergabung ke Kagama.