NU di Simpang Zaman
Di tengah disrupsi global, polarisasi sosial-politik, krisis ekologis, serta perubahan lanskap keagamaan dan kebangsaan, NU berada di persimpangan: apakah menjadi penonton sejarah atau tampil sebagai penentu arah peradaban.
https://t.co/WlFwlboWkU
NU adalah jam’iyah diniyah ijtima’iyah. Karena itu, setiap gagasan perubahan AHWA perlu diuji kesesuaiannya dengan ruh, tradisi, dan filosofi dasar jam’iyah. Sistem zonasi justru menggeser AHWA dari majelis ulama khos menjadi arena distribusi keterwakilan. https://t.co/Cyeo7NMmT7
Ide sangat cerdas
ini strategi yang menarik, pesawat balik dari nge-drop bantuan, dimanfaatkan untuk mengangkut hasil panen petani, sehingga bisa membantu pendapatan petani yang terdampak bencana. #Copas
3. Dengan memajangnya, setiap kader diingatkan agar berjalan di atas jejak para wali ilmu dan tanggung jawab mereka bukan sekadar administratif, tetapi moral dan spiritual.
TONGKAT KH HASYIM ASY’ARI
1. Mereplikasi tongkat Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari pemberian Syaikhona Kholil Bangkalan untuk setiap kantor NU bukan upaya memuja benda, tetapi menghadirkan kembali ruh perjuangan yang menjadi fondasi organisasi ini.
2. Tongkat itu menjadi pengingat sunyi bahwa setiap keputusan, program, dan kiprah sosial NU harus tetap mencerminkan kearifan para ulama pendiri: teguh, rendah hati, dan melayani.
لا تحسب أصدقائك عندما تكون سعيدًا ، واستمر في أن تكون جيدًا دون النظر إلى ماذا ومن.
"Jangan hitung temanmu saat engkau senang,
...dan tetaplah jadi baik tanpa apa dan siapa."