gua tau banyak kegiatan bgt, gua takut dia kecapean ngurusin banyak hal bahkan di waktu libur dia. makanya gua sering minta tidur dan makan tepat waktu. tapi mungkin gua terlalu banyak bacot
padahal tadi nangis, tetep gua doain supaya ga ada apa2 bener2 gua doain selamet dan rejekinya lancar. eh langsung ada aja yg ilang, mungkin karna sebenernya hati gua beneran sakit dibilang nyuruh2 mulu. tapi jujur gua nyuruh tidur atau makan karna gua bener2 peduli
kadang jadi anak itu ngangenin ya, bener2 pengen di rumah ibu dan jadi anak. ga nyangka bentar lagi aku jadi ibu juga dan ketemu anakku. semoga aku bisa jadi ibu yg baik dan mengusahakan anaknya kaya ibuku๐ซถ๐ป
daripada mengomentari hal yang belum kejadian, kaya gua nanti mengasihi, atau gua lahiran normal atau bukan. kayaknya better kaya mak gua deh nanyain kondisi gua gmn. nanyain kondisi janin gmn. stop lah bikin gua makin gondok
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu ๐ค
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." โ Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah