Mereka tidak ingin Anda melihat ini...
Kapten memberi tahu semua orang bahwa orang pertama meninggal karena "penyebab alami" dan dokter telah mengkonfirmasinya
"TIDAK MENULAR"
Semua orang berdiri berkelompok.
Rekaman itu kemudian diEdit... tetapi rekaman ini masih beredar.
😂
Habib Rizieq menjelaskan asal-usul dan penyebab munculnya frasa 'Pergi ke Yaman' yang terlontar dari mulut Pak Prabowo adalah hasil bisikan jenderal baliho.
Baru tahu, biaya listrik dari jam 17-22 adalah 2 X lipat diluar waktu tsb ... rubah kebiasaan, ingat waktu nya ! Viralkan agar mengurangi beban pengeluaran.
BREAKING: SKANDAL HUKUM INDRAMAYU! KAKI TERDAKWA DIPATAHKAN POLISI, JPU TAKUT HADIRKAN SAKSI KUNCI! 😱
"Saya bukan pembunuh, kaki saya sengaja dipatahkan biar mengaku!"
Itulah teriakan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan 1 keluarga di Paoman, Indramayu. Sambil merangkul wartawan—karena kakinya sudah hancur—Ririn membongkar konspirasi keji yang menghentakkan nurani.
YANG MEMBUAT BANYAK ORSNG TERBELALAK:
1. Sadisnya "Pengakuan" Palsu
Polres Indramayu diduga mematahkan kaki Ririn agar mengaku sebagai pembunuh. Padahal saat pembantaian terjadi, Ririn TIDAK ADA DI TKP. Sidik jarinya ada karena ia bertamu sebelum & sesudah kejadian—bukan saat eksekusi.
2. JPU Kabarkan Ketakutan
Saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan, keburu buka suara: Pelaku sesungguhnya adalah Hardi & Yoga, otaknya Aman Yani (motif utang Rp120 juta). Namun Jaksa Penuntut Umum TIDAK MAU menghadirkan Priyo di persidangan. Alasannya? Takut kebongkar bahwa Ririn hanyalah korban salah tangkap!
3. Ironi Mencari Keadilan
Ririn sampai merangkak ke wartawan karena suaranya berusaha dibungkam. Kakinya patah, jiwanya terluka, tapi semangatnya membakar. Ia berani melawan meski tubuhnya hancur.
4. Ancaman Besar:
Jika pria tak bersalah ini dipenjara, maka pembunuh asli masih bebas. Bayangkan, keluarga korban pun tak dapat keadilan sejati.
PERTANYAAN BESARNYA UNTUK POLRES INDRAMAYU & JPU:
"Jika dakwaan Anda benar dan bukti kuat, kenapa takut menghadirkan saksi kunci? Hadirkan Priyo! Biar terang benderang!"
Ririn bukan pembunuh.
Dia hanya tamu yang salah waktu.
Dan kakinya dibayar dengan harga yang terlalu mahal.
Jangan biarkan orang tak bersalah membusuk di penjara sementara para pembunuh sejati tersenyum bebas!
Indramayu butuh jawaban, bukan luka lagi!
INDONESIA RAYA BERKUMANDANG DI JEREZ, SPANYOL BERKAT BOCAH 16 TAHUN, KIANDRA RAMADHIPA🇮🇩
SING IT LOUD AND CLEAR, ANOTHER INDONESIAN STAR IN THE MAKING🤩🥳
Muhadjir menjelaskan, peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik infus ini direncanakan berlangsung pada Mei 2026 di Jawa Timur. Ke depan, pabrik tersebut tidak hanya memproduksi cairan infus, tetapi juga alat kesehatan seperti jarum medis.
Pengembangan lini bisnis ini merupakan bagian dari strategi Muhammadiyah untuk memperkuat sirkulasi ekonomi internal Persyarikatan. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan medis, mengingat Muhammadiyah memiliki sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 400 klinik.
Baca selengkapnya di https://t.co/7Bm6s2WP81
#Muhammadiyah
IVERMECTIN AND FENBENDAZOL END CANCER
🎯CONFIRMED: Epidemiologist Nicolas Hulscher states that complete remissions of stage IV cancers using antiparasitic drugs are already documented in peer-reviewed scientific literature.
According to him, hundreds of studies show that ivermectin and fenbendazole activate more than 12 different anticancer mechanisms and act against more than a dozen types of cancer.
Among the most impactful works cited by Hulscher is a case report published in Case Reports in Oncology.
There, three patients with metastatic stage IV cancer are described who achieved complete remission documented by imaging and tumor markers:
📌An 83-year-old woman with breast cancer that had metastasized to the liver, lungs, and bones. After treatment, the PET scan showed complete remission, and she has shown no recurrence in nearly three years.
📌A 75-year-old man with metastatic bone prostate cancer. His PSA dropped to undetectable levels, and the metastases disappeared completely.
📌A 63-year-old man with highly advanced BRAFV600+ melanoma. His circulating tumor DNA went from 123 to 0 in less than two months, with confirmed remission.
Additionally, a recent systematic review analyzed 26 studies with 36 real patients treated with ivermectin. No serious adverse effects were reported, and clinical improvements were observed even in cases of leukemias and lymphomas, many of them while continuing to receive conventional chemotherapy.
Alternative scientists explain that these drugs attack cancer in multiple ways: they destabilize microtubules, induce programmed apoptosis, block the mTOR pathway, cut off the glucose supply to tumor cells, inhibit the formation of new blood vessels, and eliminate cancer stem cells.
All this with medications that cost pennies and have been used in humans and animals for decades.
While conventional medicine invests billions in high-cost therapies, on social media thousands of patients are already sharing personal testimonials: tumors that shrink or disappear, markers that normalize, and surgeries that end up being canceled.
The question sweeping the world is whether this represents the greatest medical suppression in history or the most important discovery of the 21st century. The dissenting scientific community demands controlled clinical trials with urgency. For many terminal cancer patients, time has simply run out.
What do you think? Give it an RT and share this information before it disappears, as it could save many lives. Your friends or family fighting cancer need to read this today.
FOLLOW ME, THE NEXT DROP WILL BE SHOCKING
Dulu pendukung Mukidi bikin logo jadi lonjong saking pengennya ijazah dibilang asli
Sekarang malah ada yg modif watermark
Saking kreatifnya.. jadi ada univ baru yg bernama UNIVERSITAS GADJAH 𝗔𝗗𝗔𝗠
Patih Gadjah 𝗠𝗔𝗗𝗔 ngakak dari kuburan 😂
[Maaf, ga tahan komentar🙈]
Ditengah pengeboman udara yang dilakukan oleh para agresor AS dan zionis, Iran sekali lagi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengakui AS sebagai negara adidaya.
Bagi Iran hanya Allah satu-satunya pihak yang disebut adidaya, "Apakah pantas sebuah negara disebut 'adidaya', sementara sudah 40 hari mereka sama sekali tidak sanggup untuk membuka Selat Hormuz.?".
Bagi Iran, negara dengan persenjataan canggih akan terlihat lemah jika dipimpin oleh orang bodoh, kata-kata tersebut jelas menuding Trump.
Pemboman besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran akan membuat seluruh fasilitas yang terkait dengan AS akan dihancurkan, Iran tidak akan menahan diri lagi.
Iran justru telah mempersiapkan senjata dengan teknologi pertengahan, level yang lebih tinggi ketimbang Khoramshahr-4.
Musuh akan merasakan sesuatu yang berbeda dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya.