⠀⠀⠀
Setelah meneguk minuman berwarna hijau miliknya itu, Sora menatap @Roengmadji dan menggeleng pelan.
“Enggak, tadi naik ojol. Lo?”
Jika Jaya tahu, Sora tengah menggerakan kakinya dengan tidak nyaman, bingung mendeskripsikan apa yang tengah ia rasakan.
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
Entah apa yang ada didalam pikiran Sora Valerina saat ini. Untuk apa ia pergi jauh di malam hari hanya untuk mengambil satu buku matematika yang tidak berarti?
⠀⠀⠀
@Roengmadji ⠀⠀⠀
“Thanks.” Ia menjawab sembari menarik kursi di hadapan si tuan dan mendudukan dirinya di sana.
Mungkin ini kali pertama setelah masuk Sekolah Menengah Atas mereka kembali bertemu di luar sekolah. Iya, Sora dan Jaya memang sudah saling mengenal sejak lama.
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
Jika Sora menjelma jadi Jayantara, mungkin ia tidak akan sudi datang jauh-jauh hanya untuk memberikan buku catatan matematika.
“Hai, sorry gue lama, ya?” Ia bertanya dan tersenyum ke arah @Roengmadji. “Macet banget tadi. Sorry ngerepotin juga.”
⠀⠀⠀
@Roengmadji ⠀⠀⠀
Oh, oh. Jayantara ternyata sudah melihat keberadaan dirinya lebih dulu. Mau tak mau Sora jadi merasa malu sendiri. Bagaimana tidak, selain mengirim pesan tengah malam pada si teruna, ia juga dengan tidak sopannya meminta untuk bertemu hari ini juga. Malam-malam pula.
⠀⠀
⠀⠀⠀
WhatsApp | Jayantara. (@Roengmadji)
Sora Valerina.
ꪵ Jay…
ꪵ Boleh pinjem catetan math gak?
ꪵ Kena omel Papa sedikit karena catatannya gak lengkap.
𝘚𝘦𝘯𝘵.
⠀⠀⠀
@Roentika ️️ ️️
️️ ️️
𝖶𝗁𝖺𝗍𝗌𝖠𝗉𝗉: Sora Valerina.
Jayantara Kalanath.
: Kenapa nggak jadi?
: Mau nanti malam? Gue aja yang ke tempat lo. Kalau mau keluar ayo juga.
Kirim.
️️
️️ ️️