Awalnya, kita gak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi di Omaha. Drama garapan Cole Webley ini kelihatan harmless ketika seorang ayah (John Magaro) ngebangunin dua anaknya subuh-subuh demi ngajak mereka ngelakuin sebuah road trip panjang dari California menuju kota Omaha di Nebraska yang terdengar seperti liburan menyenangkan. Gak ada penjelasan, gak ada drama. Cuman sebuah mobil tua jelek, anjing Golden Retriever keluarga, jalan raya, dan perasaan gak enak bahwa sepertinya ada sesuatu yang lagi disembunyiin si bapak dari anak-anaknya—dan juga dari kita sebagai penonton.
Seperti judulnya, kita mungkin tau ke mana arah perjalanan itu. Tapi yang bikin menarik di sini adalah pertanyaan kenapa sih rutenya harus ke sana? Kenapa harus spesifik ke negara bagian Nebraska yang jaraknya kurang lebih 2.500 km? Penontonnya lebih sering diajak buat nemenin mereka sambil ngerasain sebuah ketidakpastian, terutama dari sudut pandang Ella, sang putri, yang juga gak benar-benar tahu kenapa mereka harus pergi. Webley ngebiarin tiap pom bensin, motel murah, diner (tempat makan) dan obrolan kecil di dalam mobil jadi kepingan puzzle yang pelan-pelan ngebentuk wajah utuh Omaha. Makin jauh perjalanan mereka, makin kerasa kalau ini jelas bukan road trip biasa.
Omaha pakai set latar krisis ekonomi Amerika tahun 2008 dan sejarah nyata tentang celah hukum Safe Haven Nebraska sebagai fondasi ceritanya. Dengan materi segetir itu, ditambah tema duka, rasa putus asa dan kemiskinan, Webley bisa aja ngejadiin Omaha sebagai tearjerker murahan dengan segala ceramah sosial atau drama hukum. Tapi nyatanya Ia lebih tertarik mengulik kisah manusia-manusia di dalamnya sambil ngasih pertanyaan m: seberapa jauh situasi bisa bikin seseorang ngambil keputusan yang gak pernah mereka bayangin, apalagi buat penonton yang tahu sama sejarah Safe Haven Nebraska.
Suka sama visual dan sinematografinya, sederhana tapi indah, sekaligus ngasih kita kontras yang pedih antara hamparan jalan raya Amerika, langit yang luas, dengan interior mobil tua sempit yang terus melaju. Dunianya berasa begitu besar, tapi pilihan hidup keluarga kecil ini malah makin sempit di tiap kilometer yang mereka lalui.
John Magaro udah berhasil ngasih kita performa ayah yang putus asa tapi harus terus senyum di depan anak-anaknya. Keliatan banget di wajahnya ada rasa kehilangan, malu, putus asa, dan juga cinta yang campur jadi satu. Tapi bintangnya justru di dua aktor ciliknya, Molly Belle Wright dan Wyatt Solis. Mereka ngasih kepolosan yang bikin tiap momen jadi makin menyakitkan. Ketika anak-anak ini dengan lugunya masih menganggap semuanya adalah petualangan, tapi penonton pelan-pelan mulai sadar kalau tujuan perjalanan bakal gak berakhir baik.
Drama keluarga yang keliatan aman di kulit luar namun ternyata bikin sedih pas masuk ke dalamnya. Perjalanan seorang ayah dan dua anak menuju sebuah kota itu sederhana namun setelah tau sejarah di balik Nebraska dan motifnya, perjalanan harmless itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Bukan karena ada monster di ujung jalan, tapi lebih karena monsternya berwujud kemiskinan, kehilangan, dan rasa putus asa yang bisa bikin orang percaya kalau ngelepasin jadi bentuk cinta terakhir yang mereka miliki.
4/5
Normalisasi doa bersama, nasional, sebelum membayar pajak. Agar seluruh uang pajak hasil keringat kita ini disegel doa untuk tidak sepeserpun kita ridho jika diselewengkan. Dan apabila ada yang menyalahgunakan bersiaplah, azab dunia.
Untuk Bapak, yang dalam diamnya menyimpan sejuta cinta.
Untuk Bapak, yang tak pernah lelah memberikan yang terbaik.
Untuk Bapak, yang terus berjuang demi kesejahteraan keluarga.
Mari kita rayakan perjuangannya. Selamat Hari Ayah.
#hariayah#ayah#fatherday#dkijakarta #suksesjakartauntukindonesia
Kisah cinta Gadis Kretek terlalu getir, terus membayangi masa tua hingga di ujung maut. Sejak awal udah tau kalau bkn happy ending, tp betah banget ngikutin alur cerita, visual, set yang cantik, acting meyakinkan, terutama Putri Marino yang njawani banget. 5 episode berasa kurang
Hasil Lobby ET kepada FIFA jika terjemahkan kedalam Bahasa adalah spt ini, tidak ada kalimat yg tertulis batalnya karena kasus Kanjuruhan.
Isu ini yg di spin oleh orang Indonesia sudah gak bisa terjemahin sotoynya kelas dewa bahkan ada media online nasional yg juga ikut bego
Rihanna mendapat standing ovation di Oscars setelah menyanyikan "Lift Me Up" yang mendapat nominasi Best Original Song untuk 'Black Panther: Wakanda Forever'.
Memang keren sih 👏👏👏
#Oscars
Penampilan Lady Gaga di panggung Oscars saat membawakan "Hold My Hand" yang menjadi lagu tema untuk 'Top Gun: Maverick'.
Tembang ini dinominasikan untuk kategori Best Original Song.
#Oscars
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika la sharika laka labbaik. Innal hamda wa-ni’mata laka wal-mulk, la sharika laka.
Bismillah. These feet of father & son Insha Allah will walk the length to answer Allah’s calling of Umrah. May Allah grants us strength, sabr, health, & khushu.🤲🏼
BEGIN AGAIN jd salah satu comfort movie favorit saya. Suka sama narasi platonic relationshipnya & tentu aja pilihan lagu2nya. John Carney emang sutradara yg jago menghormati musik dgn kemasan drama yg kuat dan dekat, seperti yg pernah dlakukannya di Once & juga Sing Street. 4/5