- robbed 4 ballon d'ors (lewandowski, sneijder, van dijk, and haaland)
- won a rigged world cup surrounded by biased officiating where your team received a record five penalties in a single tournament
- robbed the 2014 world cup golden ball
- received human growth hormone treatment, which gave you a long-term athletic advantage
- played for a club that paid millions to companies linked to negreira, the vice-president of spain's refereeing committee, during one of the most successful periods in its history
- benefited from controversial refereeing in major champions league ties, including chelsea (2009), real madrid (2011), and psg (2017) no name a few
“greatest of all time” my ass.
He showed the referee his torn shirt. He asked for VAR. He asked for justice. Instead, he got a yellow card. This will be remembered long after the tournament ends — as the moment football lost its soul. 🟨
الفيدو دة الفيفا عمال تستخدم حقوق الملكية الفكرية وتمسحة من مواقع التواصل علشان تمحي آثار الجريمة. انشروا الفيديو في كل مكان قبل ما يختفي. خلوه يوصل لكل الناس فيصعب مسحة.
🚨 Vozinha: "I saw the match against Egypt. They were victims too, just like us. The referees seem to have one set of rules for Argentina and another for everyone else. If Argentina commits a foul, play goes on. If their opponents do the same, it's a penalty or a yellow card".
المقطع الاكثر حذفًا في تويتر من امبارح
المقطع ده الفيفا بتطارده بحقوق النشر من امبارح وكل اللي بينشره بيتقفله حسابه او المقطع ينحذف
ده باختصار ملخص الاخطاء التحكيمية امبارح وملخص المدعرة اللي عملها الحكم القذر ضد مصر
اتفرجوا بعينكم … ظلم بيّن وسرقة
FIFA is taking down all the viral clips appearing to expose the Argentinian cheating against Egypt on X and other social media platforms. 🇪🇬🇦🇷
The game is a scam!
lempar kaleng bir ke supporter mesir, bentangin bendera israel buat provoke coachnya mesir, bahkan kasih gestur rasis ke ishowspeed.
what a disgusting behavior from argentinian suppporter🤮
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.
Begitu parahnya Indonesia, aparat bertengkar dgn seorg sipil yg menegur dia berkendara di atas trotoar. Ia lalu turun dari motornya mau menghajar penegur wanita tsb. Apa bisa dicek wajah aparat ini?
Lokasi: dari Stasiun Depok ke arah Jl. Pemuda. Saat di dekat Steak Moen-Moen
@SosmedAnu Berlebihan, saya pake Cincin pas akad doang 18-08-18.
Malemnya pas mau tidur dilepas dan ga pernah pake lagi sama sekali sampai dengan saat ini 😂