Jangan salah sangka bahwa saat ini Prabowo takut pada mahasiswa karena melihat dulu mertuanya (Soeharto) ditumbangkan oleh Mahasiswa.
Sebab, bukan mahasiswa yang menumbangkan Soeharto secara langsung saat itu.
Prabowo tahu itu.
Yang berbahaya di mata Prabowo adalah intervensi asing dan penghianatan dari dalam.
Dua hal itulah yang menumbangkan rezim 32 tahun Soeharto.
Dan karena itulah Prabowo selalu menyebut “aseng aseng aseng!” dan hanya merekrut orang-orang loyalis (penjilat) di sekitarnya.
1. Peran asing
Ada peran Presiden Amerika Serikat periode 1993-2001 yakni Bill Clinton di balik lengsernya kepemimpinan Soeharto.
Kala itu Bill risau karena permasalahan Timor Timur tak kunjung terselesaikan dan malu saat dibahas di konferensinya oleh sidang keamanan PBB.
Saat itu Soeharto ditelepon oleh Medeleine Albrigt dari Manila yaitu menteri luar negerinya Bill Clinton.
Ia disuruh mundur.
Presiden AS Bill Clinton mendesak Soeharto untuk sepenuhnya mematuhi reformasi ekonomi.
Direktur Pelaksana IMF saat itu, Michel Camdessus, bahkan mengakui bahwa organisasinya menciptakan kondisi yang mewajibkan Presiden Soeharto untuk mundur.
2. Penghianatan dari dalam
Saat itu, Ketua DPR/MPR Harmoko, yang dikenal sebagai pendukung berat Soeharto, malah menuruti tekanan massa.
Ia mengeluarkan pernyataan agar Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Hal itu dilakukan Harmoko karena merasa mendapat dukungan dari pimpinan ABRI.
Pimpinan DPR/MPR secara terbuka meminta Soeharto mundur.
Situasi ini diperparah oleh mundurnya 14 menteri dari Kabinet Pembangunan VII.
Mundurnya para menteri saat itu juga mencerminkan hilangnya dukungan pada Soeharto.
Rakyat menentang, ABRI menarik diri, dan para menteri juga mundur, bahkan pembantu terpercaya sekaligus buzzer resminya, Harmoko menyarankannya mundur, artinya Soeharto sudah tak punya pendukung lagi.
Keesokan harinya, Selasa, 19 Mei 1998, Soeharto mengundang sejumlah tokoh Islam sebanyak sembilan orang.
Mereka adalah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Nurcholis Madjid (Direktur Yayasan Paramadina), KH Alie Yafie (Ketua Majelis Ulama Indonesia), Malik Fajar dan Sumarsono (tokoh PP Muhammadiyah), KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Achmad Bagdja dan KH Ma'ruf Amin (tokoh NU), dan Emha Ainun Nadjib (budayawan).
Soeharto juga mengundang pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Para tokoh agama ini pun menyampaikan bahwa rakyat Indonesia tetap menginginkan Soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden.
Tapi Soeharto berkukuh bisa mengatasi keadaan.
Ia menyatakan akan mengubah Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi dan akan membentuk Komite Reformasi.
Tapi esok harinya, Rabu, 20 Mei 1998, malam, Soeharto menerima surat hasil keputusan dari 14 Menteri Kabinet Pembangunan VII yang intinya menyatakan sikap tak bersedia menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Reformasi atau reshuffle kabinet.
Soeharto merasa terpukul dan ditinggalkan oleh orang-orang kepercayaannya.
Karena itulah bagi Prabowo, asing dan penghianatan jauh lebih berbahaya dibanding demo mahasiswa.
Ingat kawan, kemarin guru demo aja dia malah melambaikan tangan dari mobil dikira mendapat dukungan.
This is what Elon Musk doesn't want you to see on this platform. This’s what your media won’t report.
Lebanon is being ethnically cleansed in real time.
Hidup g melulu soal Palestina kata lu?
Genosida di Palestina itu genosida yg terdokumentasi bgt. Palestinian (mostly women & children) jd korban ethnic cleansing . And u still have the audacity to say this?
Hari ini Palestina, bsok mungkin kita. Nobody is safe until everyone is
Kita berhutang pada Affan Kurniawan, 135 korban tragedi Kanjuruhan, orang2 yang mengalami kekerasan dan kriminalisasi korp coklat
Hutang itu seharusnya bisa dibayar dengan merevolusi institusi Polri sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya
Tapi apa yg dilakukan negara?
Iranian official told Al-Jazeera:
The American Apache helicopter was not flying over international waters.
We will respond decisively and immediately to any American attack on Iran.
Teman-teman, di umur berapa kalian baru tahu kalau secara Fisika pendinginan, kita tidak bisa membedakan penggunaan air mentah atau air matang dari visual bening atau keruhnya es batu yg dihasilkan? 😲
Yak, karena memang tidak begitu hubungannya! 😂
Emerging market kayak Indonesia itu udah keseringan cuma dijadiin ATM Berjalan buat negara-negara maju.
Coba elu liat deh ke krisis 1998, krisis Subprime Mortgage 2008, atau Taper Tantrum 2013. Polanya selalu sama aja.
Asing masuk bawa duit gede pas negara mereka lagi cetak duit banyak, dan mereka parkir di saham paling aman di Indonesia misal Big Banj.
Nah, pas di negara asal mereka lagi ada something wrong, mereka butuh duit cash buat nyelametin ekonomi kandang sendiri (Kalo ada yang nanya something wrong nya apa? Salah satu yang gw temukan suku bunga sih):
https://t.co/Rhnuc5mozU
Oia asing cabut dari BBCA gak cuma karena fundamental banknya jelek atau murni takut rupiah hancur, tapi karena bos-bos besar di Wall Street emang lagi repricing sama rebalance asset aja.
https://t.co/fi98J4YttZ
Nah pas mereka cabut mereka gak mungkin bawa pulang uangnya dalam bentuk Rupiah. Mereka harus nukerin Rupiah ke Dollar.
Aksi mereka ngeborong Dolar dan membuang Rupiah inilah yang bikin suplai Rupiah mendadak banjir di pasar, sementara Dolar jadi langka.
Ini baru net outflow saham aja, belum lagi kebijakan kunyuk pemerintah kita yang bikin rupiah ambles 🐱