Tadi pagi baca threads orang2 yg selamet dr kereta itu. Feelingnya keliatan ‘sepele’, tp ternyata itu yg bikin dia selamat dari kecelakaan.
Ada yg tiba2 pengen turun di stasiun sebelumnya karena pengen risol (atau gorengan yg lain gt lupa), terus ada juga yang turun di stasiun sebelumnya karena kebelet pup.
Terus aku jadi mikir, beneran ya namanya ajal itu kaya ‘deket’ banget sama kita. Tapi kalo belum waktunya, Allah punya seribu cara biar selamat.
Makanya, apa sih yang mau disombongin dari hidup ini? Lha wong bisa aja tiba-tiba kita meninggal.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Nikmati ‘waktu’ di dunia dg kesayangan kalian. Entah teman, sahabat, suami/istri, anak, ortu dll.
Karena kita ngga tau, kapan Allah manggil kita🥺
Pas Ibu meninggal, list pertanyaannya:
- “kok ga ketauan ada sakit jantung?”
- “tapi kontrolnya rutin?”
- “kasian si mamah kan teteh belum nikah ya” (waktu itu saya belum nikah)
- “nanti malem mau langsung tahlil?”
Pas nenek meninggal 3 bulan setelah Ibu, temen2 pengajiannya nanya detail banget soal treatment apa yang diambil sebelum meninggal, firasat apa yg saya dapet dan mengaitkan dengan meninggalnya mama:
“kok kalo udah ngerasa ga enak padahal tadi ga usah kerja ya teh jadi bisa nemenin nenek..”
“Mungkin nenek stress mikirin mama kamu udah duluan”
“Teteh sabar ya, abis nenek meninggal Allah nanti ngasih jodoh buat ganti nemenin teteh..”
Ga ngasih waktu buat sedih, ga ngasih jeda buat sendiri malah harus jawab2in hal-hal yang ga perlu plus pertanyaan2 yang malah menjurus ke urusan pribadi.
Sebenernya saya pengen ngomong kalo saya ga perlu dikasihani tapi mereka ga akan paham pasti mikirnya saya ga sopan krn mereka orang tua, saya cuma pengen berduka krn kehilangan dua orang tua dalam waktu yang dekat itu berat.
Empati yang berlebihan itu sangat ga perlu sayangnya masih banyak orang yang ga paham itu.
@txtdrbekasi di deket lapangan jl.cipendawa ada 2 pohon tumbang mint..
macet dari arah jt.asih & bt.gebang, belom bisa dilewatin mobil karena masi proses bersihin
@rvlvtjsy@cozyspie@kdrama_menfess kirain aku doaaang hahaha. ternyata emg udah umum yaaaa. males bgt pas mau nyuci celana masi nyangkut tu plastik karena saking nempel bgt lemnya
Saya menuliskan ini dengan hati yang sangat sangat terluka dan prihatin. Nyaris meneteskan airmata campur aduh, sedih dan marah.
Sore ini saya telah berada di Surabaya, untuk acara besok pagi. Karena cuaca tidak terlalu panas, saya berjalan kaki menuju GalaxyMall3 di Sukarno Hatta. Setelah membeli barang yagn saya butuhkan, saya balik hotel.
Tiba tiba, dari kejauhan saya melihat kecelakaan. Sepeda motor (cowok+cewek) tersenggol mobil, dan langsung menghantam aspal. Mobil lari, si sepeda motor, terkapar. hanya ada 1 orang pemuda yang menolong. Menepikan motor dan memindahkan ke pinggir. Saya segera berlari menyusul, membantu. Berdua.
Si cowok dalam kondisi pingsan, sedangkan ceweknya berlumuran darah. Dua duanya beretnis chinese.
Saya, jelas gak bawa mobil. jalan kaki. Si mas satunya, hanya ada sepeda motor. Kami bingung. Satupun dari ratusan orang yang melintas di jl protokol kota surabaya ini, TIDAK ADA yang menepi membantu.
Saya tlp 110. (silahkan rekan rekan coba juga ya..) Petugasnya jelas bukan petugas yang terlatih untuk menangani tlp masuk orang yang panik butuh pertolongan. JANGAN PERNAH MEMBANDINGKAN DENGAN 911 ya. bumi langit. Polisi malah ngang-ngong. Sudah jelas dikasih titik lokasi kecelakaan, tapi sama sekali tidak terlihat cakap. Saya tlp lagi 112. Ternyata luar biasa. Linknya penuh terus ! entah rusak sistem atau apa...
Langsung kita cari gocar. Karena taksi yang lewat di jalan ini gak ada. mobil lewat gak ada yang mau menepi. Alhamdulillah, setelah 6 menit, gocar datang.. kami antar langsung ke RS terdekat. (RS Haji). Sambil kami tlp orang tuanya untuk menyusul.
Pengin nangis saya adalah : betapa layanan publik kita sangat tidak bisa diandalkan! SEtelah 30 menit, baru saya ditlp dari polisi, yang meminta maaf. Karena dia ternyata juga tlp ke 112 dan gak berhasil juga. Bayangkan !
Paling menyedihkan dan melukai hati saya adalah : betapa makin banyaknya orang egois. Tidak peduli dengan sesama yang sedang jatuh ketimpa kemalangan.
Saya berdoa sungguh sungguh, semoga bangsa ini, kembali ke jaman dulu uyang tetep meletakkan nilai kemanusiaan diatas segalanya.
Buat teman teman.. saya menghimbau. Mari kita lakukan kebaikan. Apapun itu, jangan takut. SEdih kalau ada kalimat : takut membantu, karena takut berurusan dengan polisi. JANGAN! Percayalah, jika kita benar, Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
@PemkotSurabaya
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, “ini orang kemana sih hidupnya?”
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
Lagi bacain status WA di HP Kantor pada bahas tentang penipuan yg meretas nomor WA. Ada salah satu suplier update
“Kalau akun saya nanti di hack dan minta pinjemin uang, ingat saya orang kaya tidak akan pernah minjem uang orang.”
#SIKAP 😭🤌
Surat Yusuf
Novel Psikologi Pertama di Dunia
Surat Yusuf adalah satu-satunya surat yang menceritakan satu kisah secara utuh dari awal hingga akhir.
Dan jika kita bedah strukturnya, ia mengandung hampir semua elemen psikologi manusia modern:
Dimulai dari mimpi — psikologi bawah sadar. Lalu kecemburuan saudara — dinamika keluarga dan rivalitas.
Kemudian godaan seksual — ujian nafsu dan integritas.
Lalu penjara — ketahanan mental dalam kondisi terbatas. Kemudian kekuasaan — ujian apakah sukses mengubah karakter.
Dan akhirnya rekonsiliasi — pemaafan dan pemulihan hubungan.
Yang paling mencengangkan: di puncak kekuasaannya, ketika saudara-saudaranya datang meminta maaf, Yusuf berkata:
"Tidak ada cercaan atas kalian hari ini, Allah mengampuni kalian." (QS. Yusuf: 92)
Tidak ada dendam.
Tidak ada pamer.
Padahal ia punya kekuatan penuh untuk membalas.
Inilah yang Al-Qur'an sebut "ahsanal qasas" — bukan karena kisahnya paling dramatis, tapi karena karakternya paling sempurna.
Al-Qur'an mengajarkan bahwa kisah terbaik bukan yang paling menegangkan, tapi yang paling membentuk jiwa.🙏
@fardiyandi aku bangeeetttt..
kek capek semuanya trus mojok di cafe sambil dengerin instrumen backsound yoga. ga lama malah nangis kejeeeerr dipojokan sambil liat orang lalu lalang pulang kerja. sambil mikir, bisa jadi salah satu di antara mereka kondisinya kaya aku jg 🥲
“Detox foot patch” itu BOONG/PENIPUAN.
Kalau patch-nya jadi item, itu bukan racun keluar. Itu cuma keringat + kelembapan + oksidasi bahan di patch yang bikin warna berubah. Tempel dimanapun asal ada keringat pasti item, bahkan di jidat.
Racun nggak keluar lewat telapak kaki. Detoks itu hasil kerja hati dan ginjal, bukan patch ginian.
Kalau habis pakai terasa “lebih lega”, itu cuma efek placebo alias sugesti.