Lost my spark-nya lagi kenceng banget akhir-akhir ini. Lagi males ngejar apa pun, males berharap ke siapa pun. Cuma pengen menjalani hari ini karena emang masih bernapas aja. No target, no ekspektasi, cuma survive mode on.
Yang merupakan effort antara lain :
Anter-jemput
Beliin hadiah
Ngajakin jalan
Apapun yg ngeluarin tenaga , waktu dan uang
Dan effort layak dapet apresiasi.
Yang termasuk effortless :
Chatan
Telponan
Yang disebut bare minimum :
Setia
Kejujuran
Komunikasi
Gak genit ke lawan jenis lain
Kuharap gak ada campur aduk lagi atau bikin laki2 merasa serba salah 🙃
NEMU NOTES SUAMI😭😭 Ini hp suami ku yang kita kira ilang, ternyata nyelip dibawah kasur. Dan baru ketemu sekarang. Ini notes 2024 ketika 1 tahun pernikahan kita + kita baru pertama jadi orang tua
Ini POV kita sebagai pasutri baru 1 bulan lalu langsung di karuniai rezeki (hamil) pastinya kaget banget. Sebisa mungkin kita belajar how to be good parents selama 9 bulan aku hamil.
Mulai dari baca buku & nonton podcast. Tapi ternyata setelah baby ku lahir kami tetep kaget dengan situasi yang baru. ternyata bener sesiap siap nya orang. Gaada yang bener2 siap sama hal baru. Jd sisa nya tinggal jalanin & belajar lagi dan lagi..
Mental aku sebagai ibu naik turun banget. Suamiku pulang telat setengah jam aja aku bisa nangis banget. Menurut ku hal ini emang jadi super sensitif banget. Tapiii kita selalu punya aturan kalo marah & sedih ga boleh berlarut dibawa tidur sampe ke esokan harinya. Hampirrrr setiaap hari kita deep talk.
Notes 2024 iniiii menurut ku semua wish list suamiku udah ter ceklis. Sebelum suamiku kerja. Dia pasti siapin perlengkapan mandi dan memastikan menu makanan kami ber 3 sudah aman sedia.
Menurut ku 2 tahun menjadi orang tua suami ku udah jadiiiii super good father (semoga sampai seterusnya) Intinya sebenernya cuma soal proses belajar. Aku & suamiku baru pertama kali jadi orang tua. Dan jangan berekspetasi akan langsung jadi ayah & ibu yang serba bisa.
Aku pun gabisa langsung bisa masak, semua butuh proses tapi suamiku bener2 nerima proses aku menjadi ibu & istri. Kadang aku ga sempet masak karna aku juga ibu pekerja. Lagi lagiii yang nyiapin cari tau menu cathering nya adalah suamiku. Jadi kadang disini aku ngerasa malah aku yang banyak kurang nya🥹
cc:threadsekarindrasuwarii
3 Mantra Hidup :
1. Let Them (Biarkan Mereka)
Berhenti mengontrol tindakan orang lain. Ketenanganmu terlalu mahal utk itu.
2. It Will Pass (Ini Akan Berlalu)
Kecewa, rasa sakit, lelahmu hari ini tidak abadi, ini hanya tamu sementara.
3. Time Will Tell (Waktu Akan Menjawab)
Kamu tidak harus paham semua alasan dibalik takdir yg patah hari ini. Letakkan dlu kepalamu yg bising, biarkan waktu yg bekerja merapikan apa yg blm sempat kamu mengerti.
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
I love my mother But I don't want to be like her. I love my father. But I don't want a husband like him. I loved my childhood. But I don't want my children to grow up the way I did.
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
menikahlah dengan seorang pria yang menganggap segala sesuatu tentangmu itu penting. ulang tahunmu, makanan favoritmu, bunga favoritmu, dan dirimu secara keseluruhan, karena itu penting bagimu.