CERITA LUCU HARI INI😭
Waktu kontrol sinus, dikasih pulpen untuk isi form buat persyaratan Surgery.
Pas nulis ngebatin kok pulpennya enak,
“Kak, aku izin foto pulpennya ya”
dan pas sampe rumah, kelen tau aku ngapain?
@SobatMisqueen99 prompt: remove text and watermark "fotoyu" 😂
ngga suka AI tapi saya juga ngga suka kapitalismo harga ga ngotak gitu dah, ijin foto juga kaga
Video anak pertama Sarwendah sma Ruben Onsu live terus diduga ngomongin Betrand ada yg nyeletuk gak tau diri ya namanya
Kaget g lo, emang lingkungannya gak bagus
Guys ini bahaya nggak sih?🥲
Anak di hasut🥲
Miris🤡
sc:threadsvioxlet
WAKTU TERBAIK BUAT BELI BARANG
iphone → oktober
emas → juni & juli
mobil → desember
cooler → februari
kulkas → oktober
mesin cuci → maret
ac → januari
tv → desember
motor → november
laptop → september
headphone → november
smartwatch → april
Ganti presiden → 2029 jika bisa lebih cepat
orang pintar bukan cuma cari diskon, tapi tahu kapan harga paling murah.
Bookmark postingan ini sebelum belanja besar.
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
PASTIKAN BELI BARANG INI DI WAKTU YANG PALING TEPAT.
1. *BELI HANDPHONE - NOVEMBER*
Harbolnas 11.11 adalah Momen diskon elektronik terbesar sepanjang tahun.
2. *BELI KAMERA - FEBRUARI*
banyak toko elektronik kasih penawaran spesial di momen Valentine.
3. *BELI MOTOR - AGUSTUS*
dealer rutin gelar promo besar menyambut hari kemerdekaan.
4. *BELI MOBIL - DESEMBER*
dealer kejar target akhir tahun, posisi nego ada di tanganmu.
5. *BELI RUMAH - OKTOBER*
Indonesia Property Expo rutin digelar, DP dan harga terbaik bisa kamu dapat di sini.
coba kita cek ya..
iuran JHT = 5.7% dari gaji
(2% karyawan + 3.7% perusahaan)
masa kerja: 7 tahun = 84 bulan
total JHT: Rp20.735.746
total JHT = 5.7% × gaji × 84 bulan
gaji = total JHT / (0.057 × 84)
kisaran gaji sendernya ≈ Rp4.320.000 / bulan
total iuran per bulan:
5.7% × 4.32 jt ≈ Rp246.000
detail:
karyawan (2%) ≈ Rp86.400
perusahaan (3.7%) ≈ Rp159.600
total selama 84 bulan:
246 rb × 84 = Rp20.664.000
(mendekati angka aktual Rp20.735.746, selisih kecil karena pembulatan/kenaikan gaji)
jadi, intinya ini masih masuk akal..
masuk akal jika:
- gaji di range Rp4-4.5 juta
- tidak banyak kenaikan gaji signifikan
- tidak ada jeda kerja panjang
- bunga JHT relatif kecil (memang biasanya tidak besar)
bisa beda kalau:
- gaji sering naik, harusnya JHT lebih besar
- ada bonus/THR, tidak dihitung ke JHT
- pindah kerja / jeda, JHT lebih kecil
*cmiiw 🙏
SIM aku jadi guyss
Total keseluruhan habis Rp. 188.500
77.500 cek psikologi
111.000 ini total cetak SIM sampe ongkir ngirim SIMnya.
Tips: saat milih faskes test psikologi pilih daerah Jakarta/Bekasi ini bisa onlen.
Minusnya: tampilan di Aplikasi banyak yg ngeblank 🙏🏼