Setelah bocor surat dinas yg menyertakan Anak & Istrinya ke New York, AS (akhirnya batal berangkat karena keburu viral), Menteri PU Dody Hanggodo juga diduga kuat melakukan pengangkatan keponakannya Aisyah Zakkiyah dalam 2 posisi sekaligus, komisari PT. PP (BUMN) & Tenaga Ahli Menteri.
Mengutip kata-kata Menteri PU, "Siapa pun yg tak bersih akan disingkirkan", Kecuali keluarga sendiri pak ?
Nepotisme secara terbuka ?
Disaat masyarakat dan lulusan baru sulit mencari kerja, dia malah ngasih jabatan ke lingkungan keluarganya. MIRIS.
Seorang anggota Baleg DPR RI, 30 Oktober 2024, di forum resmi yang disiarkan langsung, dengan santai mengusulkan pemilu cukup digelar 10 tahun sekali.
Alasannya bukan soal stabilitas demokrasi. Bukan soal efisiensi negara. Bukan soal kepentingan rakyat.
Alasannya: nyaleg minimal Rp 20 miliar, lima tahun jabatan kurang untuk balik modal.
"Mohon maaf rata-rata kita bukan sedikit menghabiskan uang. Minimal Rp 20 miliar ke atas. Enggak ada yang sampai Rp 10 miliar."
— Muslim Ayub, NasDem, Dapil Aceh I, langsung di depan Perludem dan Komnas Perempuan.
Bukan slip lidah. Bukan editan. Rekaman resmi TV Parlemen. Diliput Kompas, Tirto, Detik, CNA.
Jadi kita sudah tahu sekarang: bagi sebagian anggota DPR, pemilu ,alat kontrol rakyat atas penguasa yang dijamin UUD 1945 , adalah siklus bisnis yang siklusnya terlalu pendek.
Pertanyaannya cuma satu: kalau niatnya "balik modal", uang itu mau dikembalikan dari mana?
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
BIAYA DINAS 48 KALI PRABOWO 1.5 TAHUN, HAMPIR 2.4 TRILIUN
BISA BANGUN 480 SEKOLAH, 1200 JEMBATAN DESA, 73 BEASISWA MAHASISWA MISKIN
18 bulan pertama menjabat,
Prabowo sudah keliling ke 28 lebih negara sebanyak 48-49 kali.
Rekor tertinggi dibanding dua presiden sebelumnya dalam periode yang sama. tapi yang bikin publik berpikir dua kali bukan frekuensinya, melainkan biayanya.
Berdasarkan estimasi yang beredar, satu kali kunjungan luar negeri presiden dapat menghabiskan
sekitar Rp 20 miliar,
mencakup operasional pesawat kepresidenan, akomodasi, pengamanan Paspampres, serta kebutuhan delegasi.
sementara dari sumber lain, estimasi per kunjungan bisa mencapai Rp 10 hingga Rp 50 miliar tergantung tujuan, durasi, dan besar rombongan.
pakai angka tengah yang paling sering disebut yaitu Rp 20 miliar per kunjungan, maka:
48 kunjungan dikali Rp 20 miliar =
Rp 960 miliar,
hampir Rp 1 triliun hanya dalam 18 bulan pertama.
kalau pakai estimasi tertinggi
Rp 50 miliar per kunjungan,
angkanya tembus Rp 2,4 triliun.
INI BISA BELI APA SAJA?
SEKOLAH DASAR NEGERI BARU
biaya pembangunan satu unit sekolah dasar baru di Indonesia berkisar antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 3 miliar tergantung lokasi dan kapasitas.
pakai angka Rp 2 miliar per sekolah:
Rp 960 miliar dibagi Rp 2 miliar = 480 sekolah dasar baru.
artinya dengan total biaya perjalanan luar negeri 18 bulan Prabowo, Indonesia bisa membangun hampir 500 gedung sekolah dasar baru. bayangkan berapa desa terpencil yang bisa punya sekolah layak hari ini.
REHABILITASI RUANG KELAS RUSAK
masalah pendidikan Indonesia bukan cuma kurang sekolah, tapi juga banyak ruang kelas rusak berat. biaya rehabilitasi ruang kelas rusak berat berkisar Rp 150-250 juta per ruang. pakai Rp 200 juta per ruang:
Rp 960 miliar bisa merehabilitasi 4.800 ruang kelas.
JEMBATAN DESA
biaya pembangunan jembatan desa sederhana berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar per unit tergantung panjang dan material. pakai Rp 800 juta per jembatan:
Rp 960 miliar bisa membangun 1.200 jembatan desa.
masih ada ribuan desa di Indonesia yang terisolasi karena jembatan rusak atau tidak ada. anak-anak seberang sungai, petani tidak bisa jual hasil panen, ambulans tidak bisa masuk. 1.200 jembatan itu bukan statistik, itu 1.200 komunitas yang hidupnya berubah.
BEASISWA MAHASISWA MISKIN
program Bidikmisi atau KIP Kuliah memberikan beasiswa sekitar Rp 12-15 juta per mahasiswa per tahun untuk biaya hidup dan kuliah. pakai Rp 13 juta per orang:
Rp 960 miliar bisa membiayai 73.000 lebih mahasiswa dari keluarga tidak mampu selama satu tahun penuh.
LALU APA PEMBELAAN PEMERINTAH?
pemerintah tidak diam soal ini. dalam kunjungan ke China November 2024, Prabowo pulang membawa komitmen investasi senilai USD 10,07 miliar atau sekitar Rp 157,6 triliun. D
ari rangkaian kunjungan September 2025 yang mencakup Jepang, Kanada, Belanda, dan sidang PBB, tercatat komitmen investasi sebesar USD 23,8 miliar atau sekitar Rp 380 triliun.
kalau klaim investasi ini benar-benar terealisasi, return dari biaya perjalanan itu jauh berlipat ganda. Kalo benar
Guru diminta hemat,
kementerian diminta hemat,
tapi presiden terbang hampir setiap bulan ke luar negeri.
kontras ini mengingatkan publik pada pernyataan Prabowo pada 2014, ketika ia menyebut "jika saya presiden, tidak boleh pejabat RI plesiran ke luar negeri.
diplomasi aktif itu penting dan tidak bisa dihentikan begitu saja.
Indonesia perlu hadir di panggung global, menarik investasi, dan membangun aliansi strategis.
tidak ada yang bisa membantah itu.
Namun dibanding angka
480 sekolah. 1.200 jembatan desa. 73.000 mahasiswa miskin
yang bisa kuliah.
angka-angka itu bukan untuk menghakimi, tapi untuk mengingatkan bahwa setiap rupiah uang negara punya opportunity cost yang nyata.
Bagaimana mungkin seseorang dengan jiwa kapitalis yang kuat ditunjuk menjadi Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional?
Apakah Presiden Prabowo memiliki rencana untuk mengeksploitasi habis-habisan hutan Indonesia? Apakah ini langkah untuk merampok kekayaan alam yang tersisa?
Penunjukan Hashim sebagai ketua satgas ini sangat berbahaya dan patut menjadi alarm merah bagi kita semua yang peduli dengan kelestarian hutan dan lingkungan hidup.
Satu satunya presiden paling sibuk ke luar negeri. Seolah olah kiprahnya sangat penting di luar sana. Sementara di rumah sendiri malah ruwet.😊
Kalian yg dulu tidak memilih orang ini, karena berpikiran bakal seperti ini . IQ mu diatas 200 !!!. 😂
@bung_madin@marleenmars Harta 2 miliar, masuknya murni tes apa nembak tu?
Soalnya ada oknum yang rela rampas bagian warisan keponakannya, demi anaknya nerusin pake seragam dia
Aneh tapi nyata.
Omongan seorang Presiden tak bisa dipegang.
Kata dan laku tak seirama malah bertolak belakang.
Katanya ;
"Saya mengangkat seorang untuk jadi pejabat tidak melihat anak siapa dia , ponakan siapa dia , siapa ayahnya , siapa kerabatnya"
Nyatanya...Kader Gerindra..
Tak Lolos Seleksi Terbuka, Presiden Akhirnya Terbitkan Keppres Penunjukan Kader @Gerindra Sebagai Dirjen Imigrasi
Sadar ga sakitnya hati para peserta yg lolos tapi ditikung dari atas..??
Hendarsam saat ini juga menjabat Ketua DPP Partai @Gerindra Bidang Hukum serta Komisaris Independen PT RNI (Persero) atau ID Food.
Think...!!
@bang_dasco@habiburokhman
Kemungkinannya:
1. Naskahnya kurang rapi
2. Sutradara dramanya beda
3. Masih nyari kambing hitam yang tepat
4. Negonya belum selesai
5. Kambing hitamnya batal
Apa lagi? Mohon lanjutkan sendiri.