Katanya mereka diserang, padahal yang rata duluan rumah sakit.
Katanya mereka korban, tapi punya anggaran militer lebih besar dari separuh negara2 Afrika.
Katanya mereka takut, tapi setiap ketakutan mereka berujung satu kota yang hilang di peta.
Dan lucunya, dunia tetap percaya.
βSelf defenseβ katanya.
Tapi anehnya, yang dibela bukan nyawa tapi narasi.
Yang diselamatkan bukan warga tapi opini publik.
Dan yang ditembak?
Biasanya anak-anak, rumah sakit, atau wartawan.
Karena bagi mereka, kebenaran itu ancaman apalagi kalau direkam.
Sulit membedakan mana naskah sejarah, mana skenario drama.
Dulu korban, sekarang pelaku, tapi masih ingin memainkan peran utama sebagai yang paling tersakiti.
Layaknya aktor tua yang lupa bahwa panggung sudah berubah, tapi tetap merengek minta tepuk tangan.
Kab agam sumbar Listrik padam dari jam 5 sore sampai sekarang belum hidup ini mungkin termasuk pemadaman listrik paling lama sepanjang 1 dekade terakhir. Ada apa dengan PLN? Seperti gak siap dengan kendala yg dihadapi.