Ibu Kepsek ini keren. Harusnya para orang tua juga setegas ini, jadinya bersinergi.
Gak percaya? Tanya ama Sule Nikmir Lany Calvin Verdonk Mulyono
SMA 70
10 okt #TimnasDay#SingkirkanGibranFufufafa
2. Prabowo
-Fokus Pada Substansi dan memberi Bukti
-Paham Pertanyaan Menjawab Dengan Fakta & Data
-Mantap Nampol A nies
3. Ganjar
-Menyerang Nasdem
-Kurang berbobot
-isi jawaban sama dengan apa yang Prabowo paparkan
Kesimpulan :prabowo menang Debat
Debat Ketiga
Sesi kedua
Pendalaman Visi Misi
1. Anies :
-Biang Kata2
-waktu habis membahas hal diluar Substansi, FOKUS menyerang tidak fokus kepada Permasalahan
- lagi2 Menyerang abai terhadap Permasalahan
@ekowboy2 kaya juri dangdut Akademi, sungguh tak berkelas, yang kita butuhkan visi misi buat arah pembangunan ke depan, untuk indonesia maju, bukan saling hujat,@Fahrihamzah Rakyat muak dengan calon sperti ini.
jum....
kangen ini setengah mati,
hanya engkau penawarnya
namun aku tidak tahu
dimana kini rimbanya.
nelangsa rasa hati..
menginginkan perjumpaan,
tapi kudapat kehampaan
menanti kehadiran
layaknya menunggu hujan
pada kemarau panjang.
#diarypudjo
Kompetisi di Pilpres sama sekali tidak ada hubungannya dengan putusan MK. Kecuali kalau putusan MK membuat ganjar dan Anies tidak bisa jadi calon Presiden. Kalau MK putuskan seseorang boleh jadi capres atau Cawapres, tentu tidak akan merugikan Ganjar dan Anies kan? Apalagi tiket sudah ditangan, lalu kenapa dipermasalahkan?
Jadi ini bukan soal putusan MK tapi soal ketakutan lawan-lawan Prabowo akan adanya Gibran. Tudingan mereka bahwa putusan MK seharusnya begini-begitu hanyalah kamuflase dari ketakutan. Putusan MK itu tidak perlu diperdebatkan, tapi dilaksanakan. Memperdebatkan itu bagian dari cara mereka agar supaya Gibran urungkan niatnya untuk jadi Cawapres Prabowo.
Ini soal lawan-lawan Prabowo yang takut berkompetisi saja. Itu sudah dapat dipastikan..
@ganjarpranowo@aniesbaswedan@prabowo@mohmahfudmd@cakimiNOW@gibran_tweet
Mas Gibran,
Malam ini nama mu telah disepakati untuk mendampingi pak Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan negeri ini tahun depan. Perjuangan masih panjang tapi saya ingin berpesan.
Saya pernah membaca sebuah pepatah berbunyi:
Suatu hari, bahkan telur pun bisa berjalan”.
Saya lupa, Saya pernah membaca pepatah ini di mana dan sejauh yg saya mengerti bahwa artinya, hidup adalah perjalanan dari waktu ke waktu dan menyaksikan semua yang ada silih berganti datang dan pergi sepanjang jalan serta berubah dari masa ke masa.
Bahkan telur yang lonjong, bisa berjalan karena telah menjadi anak ayam. Itulah kehidupan kita, manusia di dunia yg sementara dan di antara belantara peristiwa yang begitu banyak luar biasa.
Mas Wali,
Dalam politik kita, demikianlah kisahnya. Seolah semua sandiwara. Panggung yang kita tak sepenuhnya paham plotnya karena sering berubah. Dan seorang aktor yang cermat adalah mereka yang mengerti dan melepas diri dari kekakuan kemauan kita yg subjektif.
Biarlah peristiwa ini berjalan asalkan ia adalah kata hati kita yang menjadi niat baik. Kita tidak sedang berbuat jahat. Kita sedang menjalankan gagasan dan cita2 besar. Kita ingin perjalanan bangsa diteruskan dan kita ingin apa yang sudah baik diteruskan dan tidak mulai dari awal.
Maka, persatuan Mas Gibran dan Pak Prabowo malam ini mengandung amanah besar untuk memastikan jalan bagi bangsa ini dalam meneruskan perjalanan, menuju Indonesia Emas 2045 dan Superpower Baru ke depan. Ini bukan insiden, ini adalah monumen kebangsaan yang telah diletakkan oleh presiden sebelumnya khususnya pak Jokowi.
Secara khusus, Mas Gibran adalah wakil dari generasi yang kehadirannya sering kita rayakan sebagai bonus demografi dan lainnya. Padahal mereka yg muda sering tidak tampak mewakili dan terabaikan dalam pencarian diri dan jati diri.
Seminggu lagi,
Akan ada hari sumpah pemuda. 28 oktober 1928. Hari ketika kaum muda meletakkan tekad dalam sumpah untuk bersatu. Ajaklah bangsa ini bersatu. Bersama pak prabowo, tokoh besar yang hatinya bersih. Tak pernah dendam dan tak pernah sakit hati. Hanya hati yg bersih yg bikin kita bersatu menatap hiri esok yg terang.
Maka Selamat berjuang Mas Gibran.
Buktikan kepada dunia. Bahwa anda telah matang. Keraguan orang kompleks, bermotif rumit, dramatis tapi jangan pernah membuatmu ragu pada niat baik.
Saya mungkin termasuk yang pernah ragu apakah telur bisa berjalan. Tapi dengan berjalannya waktu, Mas Gibran telah berjalan.
Dan caramu berjalan, disukai atau tidak, diragukan atau tidak, telah mengirim sinyal yang kuat kepada satu generasi baru Indonesia tentang harapan akan masa depan yang gilang gemilang.
Sekali lagi,
Selamat berjuang mas!
Maju Terus!
Fahri Hamzah.