gmn ya anjing saying there is no better candidates tapi milihnya prabowo. now complaining about what's happening on this goddamn country and still refusing to learn and wake up AH KONTOLLLL bener bener monyet semonyet monyetnya monyet hina
You guys talk like she gave birth to the nation, buildings and all; she had a baby, and that baby grew up and had another baby, and that baby had a baby of its own. 😭😭😭😭😭
Tetaplah berisik soal politik apalai pemain game gacha indo khususnya sepuh player yang pasti udah ngerasain ini padahal baru 5 tahun doang main
1. Lu lu pada pasti ngerasain transisi welkin beli di ingame awalnya 79k jadi 81k. Kalo kebijakan ngaco mau tembus berapa lagi?
2. Lu lu pada juga harusnya sadar harga welkin di indo setara makan katsu/udon/ramen/makanan kelas elit di mall sedangkan diluar negeri itu duit segitu kek makan siomay abang2an pinggir jalan karena terpaut jauhnya umr
3. Lu lu pada pastinya ngrengek device kalian udah butut kan? Terlepas harga global yang naik emang gila2an karena AI (Asu Iki). Balik lagi no 2. UMR INDO TERLALU KECIL BUAT UPGRADE DEVICE BAIK MOBILE HINGGA PC
Gamasuk akal sih aslinya lu main game sekelas genshin isonya perpolitikan tapi ngomong "politik ga ngaruh di gameku" kalo ada kek gitu beneran. Ra cetho blass
Dari dulu kita udah diajarin buat peduli soal politik, lewat tokoh-tokoh fiksi favorit kita.
Kalau kamu nonton One Piece, kamu sadar kan gimana Pemerintah Dunia tega ngebakar Ohara cuma karena para ilmuwannya berani meneliti sejarah yang mau mereka hapus, sementara para Tenryuubito bebas memperbudak orang tanpa pernah tersentuh hukum?
Kalau kamu nonton Fullmetal Alchemist, kamu sadar kan gimana negara militer Amestris sengaja ngobarin perang, termasuk pembantaian di Ishval, cuma buat ngorbanin rakyatnya sendiri demi ambisi segelintir orang di puncak kekuasaan?
Kalau kamu nonton Frieren, kamu sadar kan gimana iblis belajar bahasa manusia cuma buat menipu, dan kata-kata yang kedengeran paling manis justru bisa jadi jebakan paling mematikan?
Kalau kamu nonton Log Horizon, kamu sadar kan gimana dunia tanpa aturan bikin yang kuat bebas memeras yang lemah, sampai warganya sendiri harus duduk bareng bikin Round Table buat nyusun aturan yang adil?
Kalau kamu baca Witch Hat Atelier, kamu sadar kan gimana ilmu yang sebenarnya bisa dipelajari siapa aja malah sengaja dirahasiain segelintir orang, sampai ingatan orang biasa yang tahu caranya pun dihapus?
Kalau kamu nonton Attack on Titan, kamu sadar kan gimana tembok, sejarah yang dihapus dari ingatan rakyat, dan propaganda bisa bikin dua bangsa saling benci turun-temurun?
Kalau kamu baca Ichi the Witch, kamu sadar kan gimana sebuah negeri bisa dibikin kelihatan bahagia terus dengan cara memendam kesedihan rakyatnya, sampai semua yang dipendam itu akhirnya meledak jadi keputusasaan?
Mangaka dan studio yang kita idolain aja berani bikin cerita soal penguasa yang menindas dan sistem yang nyakitin rakyatnya sendiri.
Kita ikut marah pas Ohara dibakar, ikut kesal pas tahu kebenaran di balik tembok, bahkan aku nangis waktu arc-nya Gokuraku menceritakan betapa jahatnya Bakugami.
Terus kenapa pas hal serupa kejadian di negeri sendiri, kita malah disuruh diam dan "jangan bawa-bawa politik"?
Di anime, kita bisa nunggu tokoh utama datang buat beresin semuanya. Di dunia nyata, nggak ada protagonis yang dijamin muncul di episode terakhir, yang ada cuma kita-kita sendiri.
Diam itu pilihan yang cuma bisa diambil sama orang yang belum kena dampaknya, atau bisa jadi tidak punya empati dan nurani.
Sumitro Djojohadikusumo punya anak kelakuannya kaya monster semua. Mereka adalah perusak utk negara Indonesia
Klu bisa time travel ingin rasanya kasih tau Sumitro utk childfree. Setan juga insecure liat kelakuan Prabowo dan Hashim
Sorry for talking about this in Indonesian, but…
Tetaplah berbicara soal politik, terutama ketika ada sesuatu yang mengusik nurani lu
Kalau lu main Persona 5, lu sadar kan apa yang terjadi ketika orang seperti Shido punya kekuasaan untuk menindas orang lain?
Kalau lu main Final Fantasy VII, lu sadar kan gimana Shinra mengeksploitasi planet demi kepentingannya sendiri, sementara masyarakat harus menanggung akibatnya?
Kalau lu main Xenogears, lu sadar kan gimana kekuasaan, agama, dan manipulasi bisa digunakan untuk mengendalikan manusia?
Kalau lu main NieR:Automata, lu sadar kan gimana perang yang diwariskan terus-menerus bisa membuat orang mempertanyakan apa sebenarnya yang sedang mereka perjuangkan?
Kalau lu main Trails, lu sadar kan gimana konflik geopolitik, propaganda, dan kepentingan negara bisa mengorbankan kehidupan orang biasa?
Game yang kita mainkan aja berani mempertanyakan kekuasaan, penindasan, dan sistem yang merugikan manusia
Jadi, kenapa ketika hal serupa terjadi di dunia nyata, kita malah diminta diam? 🙂
You can log out of a game, but you can’t log out of society 👋
Everything is political. And sometimes, staying silent is a privilege not everyone can afford
Kalau lu main Genshin, lu sadar kan apa yang terjadi kalau punya pemimpin kayak King Irmin, yang cuma peduli sama programnya sendiri dan nyawa orang lain cuma jadi angka?
2 perempuan diversifikasi pangan ini layak bgt sih. Apalagi kak manik yg juga edukasi sejarah politik di balik bahan pangan. Ga makan atau masak doang 😍
literally this grinds my gear so much even when i was still a devout muslim. why would you give a regional priviledge to arabs. why even have a "pahala multiplier" in special months or day. genuinely what is this religion dude
dari kacamata pendosa kek gua malah seru bgt gasi konsep gini? biar idup ga terlalu flat gitu kan seru bgt mengejar surga. terus ada event yearly weekly monthly nya buat penyemangat & narik player yg malas main kek gua buat join di event besarnya doang. sapatau lama2 candu main
Bantuan dari Malaysia ga direspon. Bantuan dari Jepang dihentikan sblm waktunya krna merasa bisa menangani sendiri. Ga mau menetapkan sbg bencana nasional. Dari awal emng ada sesuatu yg ga beres dan janggal, menderita bgt hidup di rezimnya Prabowo
hutan lo dibakar dan asepnya sampe ke luar negri but all you care about is a fuckass influencer from tel aviv whose frontal cortex stopped developing at the age of 19