Sebagai orang yg dulu sering organize demo BEM UI, menurut gue pemilihan titik di bundaran HI ini menarik banget. Biasanya, demo itu di depan kantor orang yg kita tuntut, umumnya depan istana negara atau kementerian/lembaga.
Bundaran HI ini bukan kantor, ini adalah pusatnya Jakarta. Traffic pasti rame, orang pasti notice. Alasan dipilihnya titik ini ada beberapa yg bisa gue guesstimate:
1. Simbol udah males ngomong sama pejabat
2. Mustahil gak dinotice media kalau di sini, berita gampang naik
3. Bikin jalan protokol macet total untuk mengusik ketenangan kelas menengah atas
4. Mau bikin long march ke istana yg beneran long, dari patung kuda udah gak cukup 🙃
Apapun alasannya gue support, termasuk kemungkinan tebakan gue gak ada yg bener wkwkwk, semoga mahasiswa UI dan semua unsur yg bergabung diberikan keselamatan
Ingat, ini rezim udah ada track record ngelindas orang yg bahkan gak ikut demo, cuma lagi ada di kerumunan (RIP bung Affan Kurniawan)
cc:threadreynaldikhsan
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
macet tuh harga paling murah yang bisa lu bayar buat manfaat jangka panjang, sehari macet itu coba lu bandingin dengan hampir 2 tahun pemerintah lu mengacak-acak negara ini duhhh
Kira kira skenario nanti malam seperti ini :
CCTV pada mati, Menjelang malam mulai banyak oknum yang bakar bakar fasilitas umum, Media mulai memframing demo anarkis dan rusuh, Narasi narasi yang menyudutkan pendemo berterbangan di timeline.
STAY SAFE SEMUA YANG IKUT DEMO HARI INI.
“Kalau pada demo, macet, orang2 males keluar, apalagi sampe rusuh, kan yg rugi elo, omzet bakal turun”
Nggak, kalau suara pendemo didengarkan, pemerintah menjadi lebih baik, omzet gue akan jauh lebih bagus dibanding sekarang.
So, terima kasih buat yang lagi demo, semoga aman dan sehat selalu, semoga suara kalian sampai dan didengarkan!
jum'at berkah, insyaAllah waktu nya doa Allah ijabah.
semoga Allah memberikan kelancaran untuk seluruh mahasiswa/i serta kalangan masyarakat umum yang hari ini turun ke jalanan.
jangan mudah terprovokasi, suarakan dengan damai, perjuangan masih panjang! ingat, ada keluarga yang menunggu di rumah.
Tetap saling jaga satu sama lain 👍
Semuanya, untuk postingan yang tolol dan tone deaf abaikan. Jangan kasih panggung. Fokus hari ini ke aksi demo di Bundaran HI. Sebarkan semua postingannya disemua platform, gunakan masa besar kalian disosmed dengan baik, & saling jaga satu sama lain. Semoga Tuhan memberkati!
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL