Orasinya keren bgt, merinding 🔥, sedih ngeliat negara yg selalu kita banggakan di urus oleh manusia tidak berempati hanya memikirkan perut dan golongannya sendiri 🥀
Prabowo: "Saya Diserang karena Ingin Beri Makan Bergizi"
Kawan kami yang juga diserang, dilindas, direpresi, diintimidasi, diancam, diteror, didoxing, bahkan ditangkap sewenang-wenang.
Mengkritik kebijakan adalah hak warga, sedangkan anda menganggap kritik sebagai serangan!
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
Pov jadi guru di daerah kepulauan.
Ada event perlombaan, harus mantau gelombang laut.
Event tanggal 11.
Sejak tanggal 5, kapal ga berani berlayar.
Dan, besok tanggal 9 kapal akan berangkat.
Tanggal 9 kapal pertama, setelah 4 hari ga ada kapal, cuaca buruk.
Padahal, kami berlayar untuk memperjuangkan prestasi siswa...
Melawan ombak, angin yang kenceng dsb.
Giniii profesi guru masih aja didzolimi, ya Allah😭
1 Januari 2026 bisa jadi hari terakhir kebebasan berpendapat kita. Tak ada lagi yang berani mengkritik presiden karena tidak menetapkan status bencana nasional. Masyarakat yang muak dengan anggota DPR RI yang joget-joget tak lagi berani menyerukan bahwa DPR adalah Dewan
Setiap kasus bs dicari pasal benar atau salahnya mnrt hukum. Tinggal siapa yg lihai mencari atau membeli. Intelektual tukang bs mencarikan pasal2 sesuai dgn pesanan dan bayarannya.
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.
you dont have to like tom lembong to realize this is messed up. if you're clapping now just because you hate the opposition, just wait. once they feel they can get away with anything, it’ll be the rakyat biasa next. once you’re seen as a threat, they’ll come for you.
Tp setelah inii kayanya cukupp deh semua yg mengandalkan ku. Ga lagii deh diandalkan banyak orang. Capek.
Sebelumnya ikhlas kokk. Tp setelah ini, ga lagi. Soriii
@nikisaka @zakiberkata Dari dulu, pulau Bawean tidak pernah merasakan adanya gempa.
Akankah terjadi kemungkinan-kemungkinan buruk pd pulau Bawean setelah kejadian ini kak? Apalagi, di salah satu kecamatan tbtb muncul sumber air panas?