apakah dampaknya bakal sama kayak waktu krakatau purba dulu?? nah karena saking overthinking dan penasarannya, akhirnya gue nanya AI. jawabannya gini, dan cukup bikin gue paham ๐ญ
kalau sampai terjadi tsunami, katanya yang bikin dampak paling horror di tahun 1883 itu justru tsunaminya, yang tingginya sampai 30โ40 meter, setara gedung 10โ12 lantai ๐ญ nah, ini bedanya.
selain awan panasnya, krakatau purba (1883) punya awan panas yang sangat masif sampai sanggup โmeluncurโ di atas permukaan air laut selat sunda sejauh lebih dari 40 km, sampai ke pesisir katibung, lampung. suhunya sekitar 600โ800ยฐC dengan volume material mencapai puluhan kilometer kubik. gas yang melimpah bikin awan panasnya punya daya hancur yang mematikan secara instan.
sementara anak krakatau sekarang skalanya jauh lebih kecil. materialnya langsung gugur dan tenggelam di perairan sekitar pulau, dengan radius sekitar 1โ3 km.
nah, abu anak krakatau yang kadang bisa sampai ke jabodetabek/bogor itu BUKAN karena letusannya sekelas 1883. tapi karena partikel abunya sangat halus dan terbawa angin kencang di lapisan atmosfer atas.
jadi bukan hujan batu apung atau kegelapan total kayak zaman krakatau purba!
terus bahaya terbesarnya apa sekarang?
TSUNAMI DADAKAN (SNEAKY TSUNAMI) kayak yang terjadi di 2018.
tsunami akibat longsoran lereng anak krakatau ini beda banget sama tsunami karena gempa biasa. ini yang bikin tricky!
kenapa bahaya? karena gak ada gempa tektonik yang terasa sebelumnya. air laut juga gak harus surut dulu karena ini murni akibat material gunung yang njeblok ke laut. jadi sensor peringatan dini standar sering gak langsung terpicu karena gak ada gempa sebagai pemicunya.
jadi kesimpulannya, bocil krakatau ini gak akan bikin bencana skala kiamat global kayak 1883. tapi tetap punya ancaman lokal yang bisa datang secara mendadak di kawasan perairan selat sunda.
buat yang mau liburan ke sekitar pesisir pantai, tetap harus siaga ya. pantau terus info terbaru, pahami jalur evakuasi di hotel tempat kalian nginep. kalau denger suara gemuruh air, mending langsung jauhin bibir pantai.
kalau menurut gue masih bisa reschedule, mending reschedule dulu dan pindahin liburannya. stay safe ya!
hampir 20 tahun tinggal di jakarta, aku makin sadar kalau warga luar jakarta tuh cenderung lebih gak berisik dibanding warga jakarta. debu vulkanik pagi ini di jakarta aja langsung heboh dibahas, lengkap sama analisa dan narasi segala macem. sementara di kampungku, sinabung hujan debu separah apa pun, warganya kayak nrimo-nrimo aja ๐ญ
sama juga soal mati lampu. kalau di jakarta listrik mati beberapa jam aja udah rame. di kampungku literally pernah seharian ๐ญ
warga luar jakarta kayaknya harus belajar gimana caranya protes dan ngadvokasi diri sendiri kayak warga jakarta.
most likely warga jakarta bakal langsung geruduk sosmed BMKG, Badan Geologi, sama BNPB. yang mana ketiga lembaga itu anggaran operasionalnya dipangkas habis-habisan demi apa hayooo? ๐ญ
Covid kerasa nggak ada apa apanya dibanding kondisi Indonesia sekarang. At least waktu itu Pemerintah "ada". Sekarang, mereka salah satu bencana itu sendiri.