@fardiyandi Fenomena yang cukup umum: banyak orang pakai emotional masking, tampak ceria di luar, tapi di dalam berjuang sendiri. Tubuh & otak kadang ‘switch’ ke mode sosial supaya aman secara relasional, tapi emosi asli tetep ada. Empati nggak kelihatan selalu, jadi be kind itu krusial.
@fardiyandi Kadang yg kelihatan paling ceria justru yg lagi paling capek nahan semuanya sendirian. Kita gak pernah tahu cerita org lain, jadi memang lebih baik selalu pilih buat baik ke siapa pun
Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yg keliru, dari perihnya kenyataan dan pahitnya kekecewaan. Jaga hatiku yg mudah berbolak-balik, lindungi aku dari penghianatan manusia dan dari cinta yg salah.
True. Pas kuliah pernah nginep d rumah sahabat w, terus ikut makan bareng keluarganya. Obrolannya hangat banget, terus w langsung ngerasa sedih, senang, perih, campur aduk gitu kaya damn this is what i have been missing on, this is what a functional family should felt like.
Men don't understand... being a "PROVIDER" isn't all about money. It's about providing the EMOTIONAL SECURITY that allows a woman to rest in her FEMININE ENERGY. Money is the icing, not the cake
Foreplay tuh lebih menyenangkan dan terasa lebih intim daripada sex
Aktivitas kayak pelukan, ciuman, bercumbu, ato saling belai tuh bisa ningkatin keintiman dan koneksi emosional tanpa harus diakhiri penetrasi fisik
@sultanfrozen@stvereotype Pny ttngga yg maaf krg mampu, mrk ngontrak krn ga pny rmh. Wktu bpkny meninggal, anak2ny cm bs adain 7 hr, pun dgn menu sdrhana krn emg mrk pas2an. Lalu ga bikin pengajian lg kyk 30hr, 100hr, dst tp diomongin sm ttngga yg lain katany ga syg bpk krn gmau ngusahain tahlilan😭
intinya mah if you don't have something nice to say then keep your mouth shut, bcs your words kadang malah jadi alesan dia nangis tiap malem and asking to themselves what's wrong or being insecure about themselves, worse case? they committed to suicide