@phamdorii hai, kalo bisa dipertimbangkan lagi kamu lanjut atau engga ya nder, karna melihat kondisi fasilitas UNJ (esp gedung fbs) yg blm jadi, kelas bakal online terus...
let's say, "usaha (cari uang)" yg udah dilakukan untuk bayar UKT itu ga sebanding dgn fasilitas yg didapet nanti
@phamdorii tapi fbs unj akan worth it kalau prodi yg nerima sender adalah prodi yg pantas diusahakan ya.
di unj masih ada prodi anomali ga jelas yg masih dipertahankan soalnya (fyi), dan sender harus tau, jangan sampe buangยฒ waktu. slalu inget keluarga sender yg lagi mengusahakan itu
@phamdorii gue bilang "usaha" karna memang kata sender keuangan keluarga masih kurang baik, kan.. jadi harap dipertimbangkan
1. kelas full dirumah (kecuali matkul umum, baru ke kampus)
2. kouta perbulan
terima kasih mama gina, sudah menjadi role model saya untuk menjadi ibu dimasa depan nanti, dan terima kasih appa jay karena sudah membuat saya terus belajar, semangat menjalani kuliah untuk bisa mendapatkan calon seperti appa jay.
[kimbab family]
"sebelum ketemu lelaki genttleman seperti appa jay, harus menjadi wanita hebat dulu seperti mama gina"โค
dari parenting mama gina dan appa Jay ke anak laki-laki bontotnya (Ji-o) gue belajar, bahwa hobi itu bisa diarahkan oleh orang tua.
suka membaca buku, menyukai anatomi dan segala jenis serangga, dan hobi lainnyaa, itu ternyata hasil dari arahan dan kontrol orang tua terhadap anaknya lohh (aku baru sadar setelah mengaitkan kelas perkuliahan hari ini oleh dosen yg ngajarin tentang perkembangan anak).
@sbmptnfess oh no, kerja ke ln bukan cuma bekel bahasa doang. konteksnya sender kan middle-lower class nih, butuh modal gede buat daftar LPK, biaya hidup 6bln-3thn di LPK, nebus sertifikasi bahasa, nebus sertifikasi bidang keahlian, urus visa kerja, hampir miskin kerja yg dibisa dulu aja--
@sbmptnfess sendernya jg ternyata punya pandangan kalo kuliah ga worth it bagi sender yg masuk kategori "hampir miskin" ya. maksain kuliah ditengah kondisi susah ditengah perjalanan nanti terasa melarat.