kalian slalu beralasan anies dan ganjar memangnya kalau kepilih bisa apa?
FAKTA : ganjar dan anies bisa ngurus keluarga dgn baik dan benar
FAKTA2 LAIN:
1. Keduanya pernah mimpin kota sbg walkot & gubernur. Anies bahkan pernah jd menteri.
2. Keduanya dr ranah sipil
3. Keduanya ga ada track record pelanggaran HAM or dipecat.
4. Keduanya taat konstitusi
5. Program2nya lebih makes sense & invest ke otak, bukan cm ngenyangin perut.
Istrinya Anies dan Ganjar ibu2 beneran, Bukan ibu2 jadi2an.
Ust. Fatih Karim yg podcast sama Nikita Willy dan Indra : Rasulullah itu jadi suami dulu baru jadi nabi. Kenapa? Karena jadi suami itu laboratorium paling berat bagi laki-laki ya dirumah (tangga)
Presiden SBY: kami berhasil melalui Great Financial Crisis 2008-2009 dan Taper Tantrum 2013 dengan cukup baik
Presiden Jokowi: kami berhasil melalui Trade War 2018 dan Covid Crisis 2020 dengan cukup baik
Presiden Prabowo: GW YANG BIKIN KRISISNYA AJG AWOKWOKWOKWOK
I think one of the biggest green flags in both friendships and romantic relationships is being with people who don't make every
disagreement feel like a threat to the connection. I've never understood why some people immediately jump to "maybe we should stop talking," "maybe we shouldn't be friends anymore," or "maybe this relationship isn't working" whenever conflict arises. It creates an environment where people become afraid to be honest because every difficult conversation feels like it could be the last.
Aneh banget cuy...
Ada tiga poin yang bisa di-highlight dari keanehan ini.
Pertama, Seskab itu eselon II dalam tata administrasi pemerintahan.
Eselon II itu cuman pejabat menengah, bahkan di bawah Dirjen.
Pertanyaannya, kenapa menteri malah menghadap sekelas direktur dan kepala biro di kementerian?
Kalau di daerah malah sekelas Kepala Dinas..
Ini secara teknis janggal dari tata administrasi jabatan kabinet maupun pemerintahan.
Kalau mau, mending Teddy dijadiin Seskeb sekelas menteri aja deh.
Cuma statusnya sebagai militer aktif harus dihapus.
Kedua, ini lagi-lagi menguatkan dugaan Tempo...
Kalau menteri-menteri melaporkan kinerja dan berkoordinasi dengan Seskab.
Ketiga, untuk apa ada foto bareng presiden di situ?
Secara interaksionisme simbolik, foto itu menimbulkan kesan doi sedang menunjukkan posisinya kepada para menteri.
Jujur gw ikut terganggu sama kelakuan Prabowo ini.
Hari ini Idul Adha. Hari raya besar umat Islam, mayoritas rakyat Indonesia. Dan dia malah ada di Paris, Prancis. Bukan kali pertama juga, ini kunjungan keempat Prabowo ke Prancis sejak menjabat, dan tiga di antaranya terjadi dalam lima bulan terakhir di 2026 ini saja. Januari, April, sekarang Mei.
Gw coba lacak satu per satu biar keliatan polanya. Kunjungan pertama, Juli 2025. Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan di Bastille Day, parade militer kebanggaan nasional Prancis. Presiden Indonesia pertama yang dapat undangan ini. Kita juga jadi negara Asia pertama yang memimpin defile di parade itu. Keren secara simbolik sih. Di sana juga mulai ada pembicaraan soal tambahan pembelian jet tempur Rafale, yang sebelumnya sudah ada kontrak 42 unit sejak 2022.
Kunjungan kedua, Januari 2026. Prabowo singgah ke Paris setelah dari Davos dan London. Makan malam dua setengah jam bareng Macron di Istana Elysée. Hasilnya menurut setneg: "membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang strategis."
Bulan yang sama, tiga unit Rafale pertama tiba di Indonesia. Konkret sih, tapi ya ga ada angka investasi atau MOU baru yang diumumkan ke publik.
Kunjungan ketiga, April 2026. Baru pulang dari Moskow ketemu Putin, langsung terbang ke Paris. Pertemuan empat mata lebih dari dua jam di Istana Elysée lagi, dilanjut makan siang diplomatik. Topiknya: transfer teknologi militer, pengadaan alutsista lanjutan, energi terbarukan, infrastruktur, pendidikan.
Semua masih dalam kategori "dibahas" dan "akan ditindaklanjuti."
Tapi yang bikin gw geram bukan itu. Di sela kunjungan kerja itu, beredar video memperlihatkan Prabowo ikut nyanyi dan tepuk tangan untuk ulang tahun ke-37 Seskab Teddy Indra Wijaya. Lokasinya ketahuan dari videonya: Four Seasons Hotel George V Paris, salah satu hotel termewah di dunia, dengan tarif suite yang dilaporkan bisa lebih dari Rp200 juta per malam. Teddy-nya sih ngaku dalam siaran pers perayaannya "sederhana dan spontan." Mungkin. Tapi sederhana buat siapa???
Kunjungan keempat, berangkat tadi malam tepat saat umat Islam sedang takbiran Idul Adha. Agendanya level state visit resmi, kunjungan balasan atas kedatangan Macron ke Jakarta Mei 2025 lalu. Menariknya, ini kunjungan pertama yang disebut state visit padahal Prabowo udah tiga kali ke Paris sebelumnya. Nah tiga kunjungan sebelumnya itu statusnya apa, dan menghasilkan apa? Cuman Tuhan yang tau
Ok gw tetap mau fair di sini. Idul Fitri Maret lalu, Prabowo terbang ke Sumatra. Takbiran di Medan, salat Id di Aceh bareng warga. Hadir dan berbaur bersama rakyat. Jadi dia bukan presiden yang pada dasarnya cuek sama hari raya. Tapi entah kenapa, justru Idul Adha yang dia pilih untuk terbang ke Paris. Hari raya kedua terbesar umat Islam. Di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Tapi yang tetap bikin gw nggak bisa diam adalah ironi yang mencolok ini: Mei 2025, Macron datang ke Jakarta. Satu kunjungan itu menghasilkan 21 dokumen kesepakatan resmi yang ditandatangani di depan kedua kepala negara, senilai total 11 miliar dolar, mencakup energi bersih, transportasi, pangan, kesehatan, dan infrastruktur.
Satu kunjungan. Konkret. Terukur.
Lalu Prabowo bales balik ke Paris empat kali, namun yang viral bukan kesepakatan strategisnya, tapi kue ulang tahun di kamar hotel yang tarifnya setara DP rumah.
Mungkin ini diplomasi besar yang hasilnya butuh waktu dan gw yang nggak sabaran. Mungkin. Tapi data BKPM per kuartal I 2026 jelas bilang: investasi asing terbesar di Indonesia tetap dari Singapura, Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang. Prancis tidak ada dalam daftar. 4 kunjungan. Nol posisi di top 5. Dan Idul Adha dirayain di Paris...
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.