Girl to girl :
Banyak yang belum tau kalau kontrasepsi darurat difoto ini, itu bukan buat dipake rutin, apalagi buat yang belum nikah. Girls, jangan pernah mau kalau diajakin 'no kondom' dengan alasan apa pun. Kalau pasangan kalian nggak mau pakai kondom, that's a huge red flag. Jangan mau dirugiin, kesehatan kita tanggung jawab kita sendiri.
jangan ada yang tergiur yaa!
ini udah ada catatan komunitasnya, tapi belum naik ke publik. juga sudah ada laporan kalo mereka menipu.
bisa sebarin biar semua tau 🚨
1. knp lebih engas liat cewe di bkp??
--> cewe lebih sensitif sama suasana erotis (desahan atau ekspresi keenakan) alias otak kalian cuma ngerespon vibe seksoy nya aja.
2. knp illfeel liat kntl cwk lain?
--> bagi cewe visual alat kelamin cowo random tu gd artinya klo egk ada ikatan emosional.
3. knp pas liat tytyd cwk sendiri bkin kedut-kedut?
--> karena ada faktor cinta, kenyamanan, dan chemistry. otak cewe mengenali dia sebagai pasanganmu, makanya langsung ngirim sinyal biologis yang bikin aliran darah ke miaw2 meningkat (makanya rasanya kedut-kedut).
aku juga mau coba sharing singkat pengalaman penyakit wanita serius akibat makan SEBLAK, DIMSUM, GEPREK, ACI, GORENGAN, dan PEDES PEDESan lainnya
gejalanya hanya bisa dideteksi dari diri sendiri!
Not really, wanita lebih suka pria yang membuat dirinya merasa aman.
Aman secara intelektual, emosional, spiritual, finansial & sexual. Garansi 111%
Namun rasa aman itu memiliki musuh terbesar yaitu ego dirinya sendiri, ambiguitas pikirannya sendiri, nafsunya sendiri.
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
Kenapa fast learner cepat lupa?
Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya
Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi.
Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa.
Knp?
Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval.
Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru.
Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval).
Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat.
Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang.
Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?