@ofimperatritsa Ingin sekali berkata ingin minta cuti sehari kepada sosok dibalik pelaksanaan project stuzha, apa daya dia hanya rakyat biasa
"Jika berkenan, bolehlah penambangan ilegal kristal diatasi segera? Ada beberapa gang vodkodlac mengambil hak milik rakyat biasa."
@intelegentia "Ialu? mustahil sama Odette dan vodyanitsa primadona snezhnaya, apa kamu bisa bayangkan saya diseruduk fans mereka?" Membayangkan pun nggak mau, dia sangat menjaga jarak antara hubungan sebagai fans dan primadona teater
"Kamu kenapa sih makin ke sini bikin saya nggak karuan (+)
@verdenish Ia mengandalkan tangan tambahan berbentuk syal mengambil telur selagi mata ungunya fokus mengamati adonan, tengah memikirkan perhitungan tepat dalam kepalanya
Mau bikin kue saja butuh perhitungan, jelas jika tidak akan mengeras atau lembek saat adonan ini jadi kue
@intelegentia (+) jarak dekat gini berpengaruh ke kondisi hatinya, telinganya memerah bukti ia mengendalikan diri dari pemikiran yang kacau
"Kamu beneran membuatku salah tingkah, tenang kok saya nggak beneran melakukannya ke Aether yang ada saya nyari masalah sama Paimon."
@intelegentia Mendengarnya cukup senang pada lubuk hatinya, selama ini dia diterkam oleh beban moral dan stres dari kutukan, masalah depertemen energi, mimpi buruk, beban kerja sampai masalah ide nggak muncul
"Cukup membuatku tersanjung, senang malahan." (+)
@intelegentia "mencurigakan, kedengaran mencurigakan ini." Mikir sejenak, dia pernah lihat kondisi ini sebelumnya pada seseorang yang mungkin dia kenal; ah iya, hewan peliharaan yang nggak mau pemiliknya dekat sama hewan lain
"Jangan bilang kamu cemburu?"
@intelegentia Upaya mengodainya gagal, tidak sesuai ekspektasi sangat disayangkan ia tidak bisa mengapai buku catatan pengamatan terhadap manusia
"Dari nada bicara anda barusan kamu kelihatan lega, ehh kenapa emangnya kalau saya melakukan ini ke orang lain seperti Aether misalnya?"
@intelegentia (+) dari kutukan kematian." Sekalian mau bersenang-senang sama si bodyguard sebelum akan terjadi sesuatu kepada dirinya sesuai perjanjian sama ████ ████████ ████ █████████
@intelegentia "Tidak, ini pertama biasanya main keluar sama Vesna." Ucap sang scientist yang sibuk mengelus-elus pipi perwira, ingin mencoba menggodanya sekali ini belajar mengamati reaksi Anda yang biasanya selalu tenang
"Hah, mau Ronova sudah hilang sisa mimpi buruk masih ada (+)
@intelegentia Kepalanya mengada ke atas, posisi terbaring gini bikin wajah dan langit langit ruangan ketutupan sama dada besarnya (?) tapi biarlah; ubah posisi jadi duduk di atas pangkuan ketimbang berbaring supaya tangannya leluasa menyentuh pipinya
"Nah begini enak."
Buku harian siklus xxx tahun xxx
"Selama ini saya menganggap dia teman seru buat diajak main kejar-kejaran tapi saya mulai jatuh cinta sama kebaikannya."
@intelegentia (+)
Meninggalkan satu buku harian dibiarkan gitu saja Atas penyangga kursi
"Kamu duduk duluan, biarkan saya terus menempel gini." Kedua kakinya merasa melayang gara-gara pelukan makin erat
@intelegentia Kepalanya mengangguk, hampir lupa dia menyingkirkan tumpukan kertas gambar rumus di atas kursi
Fokuskan pikiran mengandalkan tangan ketiga yang bisa memanjang membereskan merapikan kertas ke dalam lemari, tangan asli lagi lelah digunakan untuk nulis semalaman (+)
@ofimperatritsa "Iya rinciannya ada dalam laporan, pengamatanku tentang tanah ini udah tercemar sama suatu energi." Menunjukan tangan yang kemerahan akibat sentuhan sembarangan dekat area munculnya glicth
Dia sendiri belum menemukan jawaban tentang fenomena aneh pada tanah teyvat
@intelegentia "Uhm hari ini saya udah menyelesaikan semua kerjaanku tinggal nunggu keputusan yang mulia dalam rapat, akhirnya bisa santai malas begini." Kepalanya terbenam di antara dada besar sang periwa, mengingat ini posisi paling nyaman buat dihirup sekian setelah lama stres akibat (+)
@intelegentia "merasa lebih baik, makasih." muka memancarkan aura berbunga-bunga, sebelumnya dirinya dalam kondisi seperti berada di Medan perang lengkap dengan mata panda di bawah kelopak mata
"Ternyata asumsiku benar, pelukan dari teman bisa menenangkan pikiran."