The crowd was chanting Messi's name, but he refused the spotlight and pointed to his teammates, asking the fans to applaud them instead. A true, humble leader. 🥹🐐
https://t.co/h4wWLG5L43
Ini bukan tentang siapa masuk/menjadi apa. Ini tentang bagaimana relasi dibangun. Tanpa sumber daya dan kekuatan yg seimbang kamu hanya akan jadi cunguk yg tidak berdaulat
Relasi mesti dibangun dg setara. Jika tidak, ia hanya akan menghasilkan dominasi dan dikte.
Kesadaran ideologi dan agama merupakan dasar dari republik islam iran. Meski banyak pimpinannya syahid, itu tak lantas meruntuhkan moral perjuangan mereka
Kemenangan revolusi iran adalah bukti nyata, bahwa kegigihan yang baja akan membawa pada keadaan yang lebih baik.
Kendati tergopoh-gopoh membangun dan mengisi revolusi, iran telah mengajarkan tentang arti martabat, kedaulatan dan harga diri sebuah bangsa.
Dulu, saat membaca laporan jurnalistik yang menjadi buku berjudul 'revolusi iran' karya Nasir Tamara, saya begitu mengaggumi iran. Iran adalah wajah anti imprealis yang gagah dan berani. Ia adalah bangsa yang teguh dalam melawan penindasan.
Atau bisa saja mereka kesulitan mendeteksi keberadaan imam ali, sehingga propaganda itu dimunculkan supaya imam ali muncul dan mereka mencapai tujuannya. Karena salah satu misi dalam serangan ini adalah kematian imam ali
Bisa saja ini adalah perang urat saraf yang sengaja dilancarkan untuk memberikan kesan efektivitas serangan, menebarkan ketakutan, melemahkan moral dan mental musuh. Atau mungkin saja untuk menutupi kerusakan yang mereka rasakan.
Sekretaris SNSC Iran Ali Larijani:
"Kami akan membuat para penjahat Zionis dan orang-orang Amerika yang tidak tahu malu menyesali perbuatan mereka. Para prajurit pemberani dan bangsa Iran yang agung akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas internasional yang keji."
Situasi kian tegang. Masingmasing saling menimbang. Banyak orang bertanya tindakan apa yang slnjtnya dilakukan dan bagaimana eskalasi dalam beberapa waktu ke depan. Mungkinkah peristiwa penting dalam sejarah akan terjadi dalam waktu dekat?
Pernyataan resmi pemerintah Venezuela:
Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengutuk di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela di wilayah sipil dan militer kota Caracas, ibu kota Republik, dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Tindakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Pasal 1 dan 2, yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan, kesetaraan hukum negara, dan larangan penggunaan kekerasan. Agresi semacam itu mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, dan membahayakan nyawa jutaan orang.
Tujuan serangan ini tidak lain adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineralnya, dengan upaya untuk secara paksa melemahkan kemerdekaan politik negara tersebut. Mereka tidak akan berhasil. Setelah lebih dari dua ratus tahun merdeka, rakyat dan pemerintah sah mereka tetap teguh dalam membela kedaulatan dan hak yang tak dapat dicabut untuk menentukan nasib mereka sendiri. Upaya untuk memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksa "perubahan rezim", dalam aliansi dengan oligarki fasis, akan gagal seperti semua upaya sebelumnya.
Sejak 1811, Venezuela telah menghadapi dan mengalahkan kekaisaran. Ketika pada tahun 1902 kekuatan asing membom pantai kita, Presiden Cipriano Castro menyatakan: "Tanaman kurang ajar dari orang asing telah menodai tanah suci Tanah Air." Hari ini, dengan moral Bolívar, Miranda, dan para pembebas kita, rakyat Venezuela bangkit kembali untuk membela kemerdekaan mereka melawan agresi imperialis.
Rakyat turun ke jalan!
Pemerintah Bolivarian menyerukan kepada semua kekuatan sosial dan politik di negara ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan mengecam serangan imperialis ini. Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian mereka, dalam perpaduan sempurna antara rakyat, militer, dan kepolisian, dikerahkan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian. Secara bersamaan, Diplomasi Perdamaian Bolivarian akan mengajukan pengaduan terkait kepada Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal organisasi tersebut, CELAC, dan NAM, menuntut kecaman dan pertanggungjawaban Pemerintah AS.
Presiden Nicolás Maduro telah memerintahkan agar semua rencana pertahanan nasional dilaksanakan pada waktu dan keadaan yang tepat, dengan kepatuhan ketat terhadap ketentuan Konstitusi Republik Bolivarian Venezuela, Undang-Undang Organik tentang Keadaan Darurat, dan Undang-Undang Organik tentang Keamanan Nasional.
Dalam hal ini, Presiden Nicolás Maduro telah menandatangani dan memerintahkan pelaksanaan Dekrit yang menyatakan Keadaan Darurat Asing di seluruh wilayah nasional, untuk melindungi hak-hak penduduk, berfungsinya lembaga-lembaga republik secara penuh, dan untuk segera memulai perjuangan bersenjata. Seluruh negeri harus bergerak untuk mengalahkan agresi imperialis ini.
Demikian pula, beliau telah memerintahkan pengerahan segera Komando Pertahanan Integral Nasional dan Badan-badan Pemerintahan untuk Pertahanan Integral di semua negara bagian dan kotamadya di negara ini.
Sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Venezuela berhak untuk melakukan pembelaan yang sah untuk melindungi rakyatnya, wilayahnya, dan kemerdekaannya. Kami menyerukan kepada rakyat dan pemerintah Amerika Latin, Karibia, dan dunia untuk bergerak dalam solidaritas aktif melawan agresi imperialis ini.
Seperti yang dinyatakan oleh Panglima Tertinggi Hugo Chávez Frías, "dalam keadaan kesulitan baru apa pun, betapapun besarnya kesulitan itu, tanggapan semua patriot... adalah persatuan, perjuangan, pertempuran, dan kemenangan."
Setelah menangkap ribuan demonstran. Polisi lanjut memburu mahasiswa, pelajar, warga biasa, seniman, pekerja kantoran, bahkan anak di bawah umur.
Skala represi paling luas dan ugal-ugalan sejak reformasi 1998.
https://t.co/HvAHLrh9Fb