seburuk-buruknya jakarta, on paper masih jauh di atas daerah lain.
- sekolah negeri free dari SD-SMA
- transum coverage decent dan cukup reliable
- minimum wage top 3 nasional (cuma under bekasi & karawang, cmiiw)
- almost always ada event untuk berkembang atau rekreasi aja
- arguably better third space (dibanding kota yang third spacenya cuma mall)
hence why it is a privilege to be born and raised there, terlepas minus minusnya jakarta
Ketemu lagi, akun yang berbeda tapi foto yang hampir sama
Dulu saat kasus foto AI "All Eyes on Rafah", kecemasannya adalah foto AI akan mengaburkan fakta yang ada di lapangan
Ini bisa saja terulang dengan tersebarnya foto AI kecelakaan KRL, mengaburkan fakta dan menjadi hoax
Permasalahan yang sebenarnya dirasakan di hampir semua kota di Indonesia yang ingin melakukan reformasi transportasi umum.
Jakarta, Solo, dan kota-kota lain juga pernah mengalami penolakan dari angkutan eksisting. Tapi pada akhirnya bisa membangun angkutan umum dengan melibatkan pelaku angkutan eksisting (walaupun masih ada aja yg belum bergabung).
Kuncinya ada di komunikasi yang partisipatif (bukan diabaikan atau cuma formalitas belaka) dan melibatkan mereka ke dalam sistem.
Lama? Memang. Tapi disitulah pentingnya peran Pemerintah buat memastikan setiap pihak dilibatkan dalam perencanaan.
Mengejar flight subuh demi bisa nyobain Terminal 1C Soekarno-Hatta Airport yang katanya awesome itu
Senang sekali karya Paul Andreu bisa kembali ke fitrahnya dengan sentuhan yang lebih modern. Menunggu 1A dan 1B nyusul