📚 GIVEAWAY BUKU 📚
Karena I.O.I akhirnya comeback jadi aku mau giveaway 2 buku The Miracles of the Namiya General Store (Keajaiban Toko Kelontong Namiya) untuk 2 orang pemenang.
rules:
- rt & like tweet ini (ga perlu follow ya)
end: 14 Juli pukul 20:00 WIB
good luck! 🌸
Giveaway buku I want to die but I want to eat tteokpoki. Karena aku punya 2 jd yg masih sealed mau aku giveaway yaa.
Caranya:
- RT + like post ini (gak harus follow gpp)
- Yg bener2 mau baca buku ini
- Bukan account GA hunter
End: Sabtu 11/07/2026.
gw selalu berterimakasih kepada siapapun yang selalu muji gw. terimakasih selalu kasih apresiasi disegala aspek baik gambar, hidup gw, how i looks, bahkan hal kecil yg ga nyangka ternyata itu hal yg bisa di apresiasikan. maaf kalo gw repliesnya kadang terlihat kaya kurang exited
IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.
is it better to speak or to die? speak. dying is inevitable anyways — so speak up. speak your mind. speak it to existence. nobody knows you as much as yourself and hence nobody will speak for you the way your mind needs to be spoken for. so speak, speak, speak.
aku sukaa banget doain orang pakai "semoga kamu selau sehat dan selau bahagia" karena sebetulnya aku yang mau hal itu, jadi aku pakai untuk orang lain jugaa
Gue bukan ahli perpajakan
Tapi serius gue bertanya
Kenapa ya buku itu jadi objek pajak?
Padahal, buku itu:
Bukan barang mewah
Bukan barang tersier
Bahkan punya fungsi pendidikan..
Contohnya nih, bacaan seperti fiksi dan novel itu melatih kemampuan imajinasi pembaca..
Atau bacaan populer yang justru membangun kebiasaan membaca.
Nah yang menariknya..
Hanya beberapa buku yang bebas pajak:
- buku agama, kitab suci dan buku pelajaran umum menurut PMK 5/2020.
Di luar itu malah dikenakan pajak. Kenapa ada pembedaan seperti ini?
Padahal, kalau negara serius ingin meningkatkan literasi...
Semua jenis buku jangan dipajakin. Kalau harganya lebih murah, makin banyak yang membeli buku.
Penerbit senang, penulis juga untung (apalagi kalau besaran loyaltinya memihak penulis)
Daripada rakyat asyik nonton video pendek,
Apa ga lebih baik rakyat jadi suka baca buku?
FOTO: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso