Berat betul jadi penerima beasiswa di negara yang dari dulu masih berkembang.
Mereka berharap, orang yang kuliah keluar negeri, pulang-pulang bisa jadi Tony Stark atau setara BJ Habibie.
Padahal, mereka di sana ya, kuliah, belajar.
Bagaimana mereka bisa mengabdi penuh kalau setelah lulus dipaksa harus balik tanpa praktik langsung pada industri terkait? Dan praktik yang kumaksud di sini bukan sekadar magang beberapa bulan, tapi terjun dan menyelam sedalam-dalamnya agar bisa menguasai penuh ekosistem industrinya.
Kalau tuntutannya besar sih, kata aku mending kalian cari beasiswa lain saja.
Jangan pakai LPDP deh, yang ada stress duluan sama bebannya.
For Jakartans (and Indonesians in general), apparently it is okay to cut queue in public transit yet it is totally unacceptable to show basic gestures of adoration in public transportation.