Thread: Ausbildung Supir Truk (Berufskraftfahrer/in) ke Jerman
Mau kerja di Jerman dengan gaji €2.500–3.500/bulan?
Nggak harus dokter atau insinyur. Jadi supir truk di Jerman bisa jadi jalan masukmu.
Simak thread ini sampai habis ya gais 👇
Anak kecil (3th) pas ngaji ditanya Pak ustad
🧔🏻♂️: nabi yang bikin ka’bah siapa?
👧🏻: Nabi Ibrahim.
🧔🏻♂️: Nabi yang punya kapal besar?
👧🏻: Nabi Nuh
🧔🏻♂️: Nabi yang dibuang sodaranya ke sumur?
👧🏻: Nabii Ibrahim..
🧔🏻♂️: Bukaan
👧🏻: trus Nabi apa?
🧔🏻♂️: Nabi Yu…? (bantu kasih clue)
👧🏻: Yuuuuhuuuuuuu…….
🐪 : rumfut rumfut disini seger bgt,ana kira juga ini fohon kaktus trnyata fohon fisang
🐪: masyaallah, afa ini namanya sodara?
🐄: iki jenenge suket lur
Tapi kek ga pantes 😭😭😭
Planning nikah ala Gen Z (yang masih mau nikah) HAHAHA
1. Siapin dana tabungan, mumpung masih muda, masih Gen Z.
Mulai nabung, aku bikin beberapa kantong dengan berbagai instrumen investasi di Bibit. Asumsi return 5-10%, menyisihkan dari gajian sudah bisa untuk modal awal berumah tangga.
2. Nikah intimate aja, gak usah heboh.
Kecuali ortu pingin begitu dan punya kapital segitu heboh juga. Mengingat uang yang udah ditabung malah dihamburkan dalam 1 hari untuk sebuah ikatan dalam institusi dan formalitas ini. Lebih baik jadi modal/reinvest kedepan.
3. Pilih career path yang punya leverage jangka panjang untuk keluarga (benefit, stability, atau akses)
Misal involve di akademisi, ternyata jadi guru, dosen, memiliki benefit yang tinggi dalam cut cost sekolah anak-anak mereka. Minimal, anak-anak kalian secure sampai bergelar!.
4. Punya side job, sebisa mungkin masing-masing pasangan punya pegangan/kapital.
Minimal, kalau gak kerja di sektor formal/white collar bisa buat dan manage passive income dan investasi/jadi konten kreator sampai affiliator hahaha.
Karena kita gak tau apa yang terjadi kedepan. Semoga kapital ada terus.
5. Siapin dana pensiun, DPLK mandiri gak cuma JHT juga bisa kok.
Atau minimal rutin nabung di instrumen investasi/kantong/pocket.
To conclude,
Punya,
- Emergency fund (minimal 6–12 bulan expenses, apalagi kalau dua-duanya kerja)
- Mapping fixed vs variable expenses setelah nikah
- Simulasi “kalau salah satu kehilangan income”
- Insurance
Pahami,
- Utang masing-masing (student loan, kartu kredit, dll)
- Financial habit (spender vs saver)
- Risk tolerance (yang satu konservatif, yang satu agresif)
Choice,
- Mau punya anak atau tidak (dan kapan)
- Pembagian peran (dua-duanya kerja? siapa handle domestik?)
- Tinggal dimana (ikut ortu vs mandiri)
- Lifestyle expectation (frugal vs comfort-driven)
Legal,
- Prenup (kalau ada aset/investasi sebelum nikah, apalagi di Indo relevan untuk perlindungan hukum)
- Pencatatan aset bersama vs pribadi
- Ngerti basic hak & kewajiban dalam pernikahan (biar gak “kaget” di tengah jalan)
Communication,
- Conflict resolution (bukan avoid conflict)
- Communication style (langsung vs avoidant)
- Emotional regulation
Intinya
- sustainable finance
- aligned expectation
- risk management
- emotional maturity
Apalagi?
Kesadaran itu membantu memulihkan trauma.
Selama ini menjalani hidup, kamu beneran sadar… atau autopilot, kayak zombie? Iya, kamu wakeful tapi apakah kamu mindful?
Kali ini, sebuah utas saya bahas tentang: Kesadaran.
🧶
yg lagi anxious karena ngerasa ketinggalan atau stuck in life, coba nonton channel ini deh!
kalimat favoritku so far: "there's nothing to catch up to. there's no final version of you that unlocks the rest of your life."
🥹🥹🥹
While I was camping alone on a snowy mountain, some cats came over, attracted by the warmth of the camp stove, and instead of being lonely, it became a lively camp.