Abis tahajud, tiba-tiba dapet quotes:
“saat kau berhenti menginginkannya,
itulah saat dia datang.”
mungkin Allah baru kasih, saat hati kita udah siap tanpa harus memiliki🥹🤍
After a certain age, your parents slowly become your children. They ask simple questions, repeat stories, and depend on your patience the way you once depended on theirs. Very few understand this role reversal. What looks like innocence or inconvenience is really time coming full circle. Don't correct them harshly. Don't rush them. Care for them the way they once protected you. This is not a burden. It is repayment.
Lo harus paham, sebaik apa pun diri lo, itu gak otomatis bikin lo jadi pilihan utama mereka.
Kadang orang milih lo karena lo nyaman diajak jalanin semuanya, karena lo selalu ada pas mereka butuh, atau karena lo jadi opsi yang aman. Bukan karena lo emang orang yang paling mereka pengenin.
Dan suatu hari nanti, lo bakal sadar kalau lo bukan prioritas mereka. Lo cuma pilihan cadangan saat pilihan lain gak ada.
Bagian yang paling nyesek? Saat lo sadar kalau jadi orang baik gak selalu bikin lo yang dipilih.
Kadang, orang cuma menghargai keberadaan lo. Itu aja.
SAATNYA KAMU
MENGENAL DIRI SENDIRI
LEBIH DALAM
1. Makan sendirian tanpa distraksi.
2. Pergi ke tempat baru sendirian.
3. Nikmati senja tanpa membuka HP.
4. Tulis isi kepalamu dengan jujur.
5. Hilang dari media sosial sehari.
6. Nonton bioskop seorang diri.
7. Belikan hadiah untuk dirimu.
8. Coba hal baru yang kamu suka.
9. Luangkan waktu tanpa chatting siapa pun.
10. Belajar nyaman dengan kesendirian.
Bayangkan, kamu pernah menyakiti seseorang begitu dalam hingga mereka bangun di sepertiga malam, bukan untuk mendoakan keburukanmu, tetapi hanya agar dirinya mampu bertahan.
Mereka berdiri dalam Qiyamul Lail, memohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk memikul rasa sakit yang kamu tinggalkan.
Tanpa kata-kata kasar, tanpa dendam, tanpa keinginan membalas. Hanya air mata dan doa yang mereka titipkan kepada Tuhan.
Capek ngebandingin hidupmu sama orang lain, tapi tetep aja dilakuin tiap hari.
Itu bukan salahmu sepenuhnya. Kita dibesarkan di era di mana semua orang "kelihatan" sukses, bahagia, dan punya segalanya.
Padahal yg kamu lihat cuma highlight reel, bukan behind the scene-nya.
Masalahnya, otak kita ga bisa bedain mana yg nyata dan mana yg "dikurasi."
Jadinya kita overthink, ngerasa kurang, dan terus nanya ke diri sendiri: "kok aku ga kayak mereka?"
Jawaban simpelnya: karena kamu bukan mereka. Dan itu bukan kekurangan.
"sometimes you don't realize you are the problem" DEEP tapi bener ga si kadang orang koar-koar nyalahin keadaan dan orang lain padahal kadang itu kesalahannya?
"Gelas kosong" ini kedengarannya simpel, tapi praktiknya susah banget.
Kenapa?
Karena ego kita suka protes. "Ah, gue udah tau ini mah," "Udah pernah denger," "Gue lebih pengalaman."
Padahal, mindset "gelas kosong" bukan berarti kamu ga punya value.
Tapi kamu ngasih ruang buat belajar dari siapapun, termasuk dari orang yg kamu kira di "bawah" kamu.
Ironisnya, org yg paling susah jadi gelas kosong biasanya org yg paling banyak ilang kesempatan.
Mereka ga sadar bahwa setiap orang punya perspektif unik yg ga bisa kamu dapet dari mana2.
Justru org paling pinter yg aku kenal, mereka selalu bilang "aku belum tau banyak."
Bukan karena rendah diri, tapi karena tau masih banyak yg bisa dipelajari.
Kalian setuju ga?
NANTI KALAU KAMU KETEMU ORANG YANG TENANG.
Kamu akan sadar...
Betapa nyamannya berada di dekat seseorang yang tidak bereaksi berlebihan terhadap setiap masalah.
Betapa berharganya seseorang yang tetap bisa bersikap baik, bahkan ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginannya.
Kadang kedewasaan tidak terlihat dari seberapa banyak seseorang berbicara, tetapi dari seberapa tenang ia menghadapi kehidupan.
- baru masuk lgsg dapet annual leave
- ada cuti khusus umroh yg bs diambil
- overtime dibayar fair, even di weekend di kali 2
- bpjs + private insurance
- mbg tiap hari + snacks!
- work from home & hybrid policy
- kantor selangkah ke MRT 🫰🏻
- office w friendly sm working mom or working dad
- difasilitasin entertainment sport occasionally; padel, badmin etc
- bonus view kalo pulang sore ada ala ala night city view
Love after 25 itu beda.
Kamu sudah nggak lagi cari “spark” atau rasa yang meledak-ledak di awal.
Yang kamu cari sekarang lebih ke stability, kindness, dan shared goals.
Kamu sudah melewati fase yang penuh permainan, drama, dan butterfly yang cepat datang lalu hilang.
Sekarang yang kamu butuhkan lebih sederhana tapi lebih dalam:
peace, emotional safety, dan seseorang yang arah masa depannya sejalan dengan kamu.