Panggung terakhir di musim ini kita akhiri dengan gelar ketiga beruntun dan jadi gelar kelima🏆🏅
Semua merayakan, Bandung merayakan dan GBLA kembali jadi tempat yang indah untuk merayakan hari ini bersama Bobotoh!💙
Shot on @vivo_indonesia#PERSIBDAY#WeArePERSIB #BersatuUntukJuara #vivoXPERSIB #shotonvivo #vivoX300Ultra
They say most Persib fans are just low-income, uneducated cuanki sellers. We embrace it because this club belongs to everyone
They say the biggest clubs should never have been relegated. We embrace it because the journey back to the top means so much more when you’ve started from the bottom
Three-peats, though? That’s something they’ll never be able to say
Teruntuk yang tersayang tapi lebih dulu meninggalkan kita semua :
alm Mang Ayi, alm a Kamsuy, alm Yacob, alm Asep Solihin, alm Sofiana Yusuf, alm Ricko Andrean, alm Rangga Cipta Nugaraha, alm Pak Ajun (kit) dan alm Dr. Raffi Ghani.
Pak, mang, Persib Juara lagi 🥺
alfatihah🤲
Terdengar empatik, tapi bodoh.
Gini lho bu menteri, kecelakaan kereta itu nggak selalu tabrakan depan-belakang.
Jika terjadi anjlokan akibat masalah wesel atau patah rel, gerbong tengah yg justru bisa mengalami efek teleskopik yg juga sangat mematikan.
Lagian gini lho, ini soal crowd management. Gerbong khusus perempuan itu di ujung tujuannya membantu memisahkan arus penumpang laki2 dan perempuan sejak di peron stasiun. Jika gerbong khusus perempuan diletakkan di tengah, bakal sangat kacau saat jam2 sibuk.
Kalau solusinya cuma pindah gerbong, menjauhkan satu kelompok dari zona bahaya berarti secara menteri ini sangat sadar utk menempatkan kelompok lain (laki-laki dan penumpang umum) di zona maut.
Benar2 komentar nggak etis dalam konteks keselamatan publik. Bukannya ngepush utk meningkatkan standar keamanan, malah pindah gerbong.
Heran, anggota kabinetnya prabowo ini kok banyak banget yg nggak mutu dan absun kek gini.
✅Bagi2 100 ribu kupon.
✅Setiap kupon berharga Rp 500 ribu.
✅Pos anggarannya? "Pokoknya ada."
Jika pemegang otoritas administratif tertinggi spt Sekkab dgn arogan dan enteng pakai frasa membunuh akuntabilitas kayak gini, berarti ada sinyal bahwa tertib administrasi negeri ini bisa dgn gampangnya diterabas demi kepentingan2 pragmatis.
Ngeri bener pengelolaan negara ini..