Jadi ingat dengan adegan di film "My Neighbor Totoro" ketika Kusakabe mandi berendam telanjang bersama kedua putrinya yang masih kecil, Satsuki dan Mei, di bak kayu air hangat.
Saat itu, distributor-distributor film Amerika tertarik memasarkan film dari Studio Ghibli tersebut tapi meminta syarat agar adegan mandi bareng itu dipotong karena dianggap tidak pantas dan dikhawatirkan mengundang skandal.
Hayao Miyazaki menolak mentah-mentah permintaan tersebut. Bagi Hayao Miyazaki, adegan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam dan tidak boleh diusik.
Menurut Hayao Miyazaki, tradisi mandi bareng orang tua bersama anak-anknya yang masih kecil adalah kebiasaan yang wajar dan seringkali menjadi momen penguat ikatan emosional keluarga di Jepang masa itu. Tidak ada norma seksual atau ketidakpantasan dalam adegan tersebut.
Selain itu, adegan tersebut adalah adegan yang sangat penting, sebab menunjukkan bagaimana si bapak mengajarkan anak-anaknya cara menghadapi rasa takut (dengan tertawa bersama). Menghapus adegan ini akan merusak dinamika kehangatan keluarga yang menjadi fondasi seluruh cerita.
Miyazaki saat itu memberi syarat tegas: jika distributor tidak bisa menerima adegan mandi tersebut apa adanya, maka My Neighbor Totoro tidak usah ditayangkan sama sekali di luar negeri.
Distributor akhirnya mengalah dan menyetujui syarat Ghibli. My Neighbor Totot dirilis utuh tanpa ada satu detik pun adegan yang dipotong. Kekhawatiran distributor pun tidak terbukti, adegan mandi tersebut tidak menimbulkan skandal seperti yang mereka takutkan.