this is why my dua is always about kelancaran, kemudahan, diangkat hal hal yang membebaninya, dekatkan oportunitiesnya, dan kalau belum, dihalalkan rezekinya
Gw juga membiasakan anak-anak serius urusan akademis, nilai ujian ga boleh jelek.
Kalo jelek yang gw lakukan:
1. Ngecek cara belajar apakah sudah tepat? Kalo belum tepat ya diajarin strategi belajar yang bener.
Nilai bagus itu butuh strategi belajar yang bener dan ga semua orang paham hal ini.
2. Mengajarkan anak melihat angka sebagai data -- bukan punishment atas ketidakmampuan. Dengan begini, anak diajarkan fokus pada solusi.
3. Koordinasi dengan sekolah, karena kadang nilai jelek itu bisa berasal dari cara mengajar guru yang ga mudah dipahami murid.
4. Cek apakah ada faktor lain diluar urusan sekolah? Bullying? Lagi jatuh cinta? Kurang tidur? Atau apa?
"Kok ga dimarahi kalo nilainya jelek?"
Karena tanpa harus dimarahi, anak gw sudah "memarahi" dirinya sendiri ketika ga mencapai target tertentu.
Lingkungannya isinya juga anak-anak yang secara akademis excellent -- jadi kalo nilainya jelek dia pasti malu.
Dalam kondisi begitu, tugas gw adalah puk puk si anak supaya ga down dan membantu dia menganalisa masalah dan mencari solusi.
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
Lumpur Lapindo ini masih one of the biggest disasters ever happened in Indonesia. 16 desa tenggelam, 10.426 rumah terkubur, & 60.000 warga terdampak
Dan 20 taun kemudian warga-warganya masih berjuang, sementara yang menyebabkan tetap sukses dan kaya raya 🥲💔
Orang Indonesia rajin baca kok, tuh lihat yang aktif baca berita, baca artikel gratisan.
Situs baca manga, Mangaplus mencatat orang Indonesia peringkat 3 pengunjung terbanyak.
cuma untuk beli buku pada gak punya duit karena kembali lagi, buku tidak affordable. Rasio gaji kecil.
brusan bli roti kukus langgananku biasanya harganya 7ribu 1 roti,td naik jd 8 ribu..wlopun naik cm sribu ibu yg jual smpe bilang dlu "maaf yh mas harganya naik soalnya ada penyesuaian bahan naik"..roti enak murah naik sribu aja yg jual minta maaf masa yg itu diam ajh
aku sedihh liat ini… karena aku tau kalo from the very beginning WE NEVER HATED INDONESIA. not even a bit. yang kita benci tuh korupsinya, nepotisme, keserakahan oligarki, dan orang yg dzalim. we love this country so much, and that’s why it hurts to see it getting ruined by them
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
waktu itu ada mba mba di tiktok diginiin juga tapi sama ibu ibu. terus mbanya jawab “ya emang kenapa bu kan yang saya tenteng pembalutnya bukan memeknya” GW INGIN MENJADI DIA