Ketika energi rakyat lebih banyak habis untuk marah daripada hidup dengan layak, ada yang perlu dievaluasi.✅
Bukan soal siapa yang berkuasa, tetapi bagaimana kebijakan memengaruhi rasa aman, kesejahteraan, dan harapan warga.
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
KEBIASAAN KECIL RUMAH TANGGA YANG DIAM DIAM BIKIN DOMPET BONCOR🔥
1. Beli bumbu & bahan kering eceran tiap masak di minimarket. Harusnya beli grosiran bulanan. Selisih harga bisa 30–40% lebih murah, kualitas sama persis.
2. Belanja sayur & lauk di supermarket bukan pasar pagi. Harga pasar bisa 30–50% lebih murah untuk bahan yang sama-sama segar.
3. Cuci pakaian setengah mesin hampir tiap hari. Sekali cuci penuh = hemat air, listrik & deterjen. Hasilnya sama, biayanya setengahnya.
4. Bayar tagihan listrik & air mepet deadline lalu kena denda. Kecil terasa, tapi dalam setahun bisa ratusan ribu yang percuma keluar.
5. Buang sisa makanan & sayur layu yang harusnya bisa diolah jadi frozen meal. Rata-rata rumah tangga buang Rp300–500rb/bulan dari makanan terbuang.
6. Memilih pemimpin yang salah.
Tukang ngutang, masuk gorong gorong, islamofobia, melahirkan anak haram korupsi dan berlanjut penyakit dimensia, racuni anak anak, sahabatan sama zionist, hobi teriak teriak gak jelas "HIDUP... JOK.... <silahkan disambung sendiri, amin masih punya dedek kecil>
indonesia enggk merdeka dengan perlawanan, kita merdeka dengan bayar. 4.3 milyar gulden sekitar 17T saat itu atau sekitar 255T sekrang. baru lunas di 2002.
banyak yg bilang, inilah alasan indonesia miskin sampai sekarang. krn kita gk memulai negara dari 0. tapi, mulai dari minus 255T.
bayangkan, dari 1949 sampai 2002, butuh 53 tahun buat lunas.
kalian tau gak sebesar apa 255T itu?
sejumlah 9 bulan MBG :))
sekilas info ttg aldi taher:
-dulu awal2 kemunculan imagenya cowo cool yg disukai banyak cewe, mungkin kalo sekarang jefri nichol ya
-cancer survivor
-kakeknya doktor
-sebagai artis senior, ridersnya sederhana (rela tidur di rumah panitia)
-pernah nyumbang buat yayasan kanker dan ga mau dipublikasikan
-punya lagu, main film juga
-pernah jadi vj mtv
-pernah nyaleg dari 2 partai, sekali lagi DUA PARTAI
-dia punya grup wa isinya mantan2 istrinya
-dulu manusia sekarang dia ai satu sirkel sama gemini dan chatgpt
aldi taher adalah peak male performance yg rela melakukan apa saja yg penting halal demi keluarga
‘’AKU NEMUIN BENDA SEPERTI INI DI DALAM SAKU CELANA MILIK BAPAK. TERNYATA, BENDA INI ADALAH MEDIA YANG BIKIN KELUARGAKU HANCUR BERANTAKAN DAN MEMBUAT MAMAHKU SAKIT-SAKITAN SELAMA 15 TAHUN’’
Saatnya rayakan hari gajian! Setelah sebulan kerja keras, jangan biarkan gaji cuma numpang lewat.
Pindahin gaji ke OCTO Savers Payroll: bebas biaya top up & transfer, bebas asuransi, ada limit dana talangan + Promo Gajian tiap bulan.
Info: https://t.co/w00opDYH7D
#CIMBNiaga
@kompascom Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya akan melanjutkan gugatan perkara ini apapun hasilnya
Mohon dukungan & doa dari semuanya, demi Pendidikan kita. Panjang umur Pekerja Pendidikan 🙏
Barusan catch up sama anak mentee alumni Gojek. Dia pernah di Apple dan sekarang di Meta London.
Ternyata dia kerja bareng EM saya dulu di TikTok, yang sekarang EM di Meta, orang bule.
Tech circle di dunia ini lebih sempit dari yang kita kira. Treat your current colleagues as your future colleagues too.
Lessons penting:
1. Never burn the bridge — besok bisa ketemu lagi di company yang sama atau malah jadi bos kamu.
2. Selalu kasih yang terbaik dan bantu orang, karena referral dan kesempatan sering datang dari koneksi lama.
3. Bangun hubungan asli, bukan cuma transaksional — dunia tech ini kecil banget, 2-3 hop doang udah nyambung ke mana-mana.
Kamu bakal ketemu orang yang sama lagi di tempat tak terduga.
Saya rutin ke KubeCon 7 tahun terakhir ini, udah ganti 3 company pun masih ketemu orang-orang yang sama di sana.
Memantau crita Aureli. Kalo kamu mengucapkan kalimat-kalimat ini ke anak di bawah umur korban kekerasan seksual, maka kamu bagian dari kekerasan itu sendiri.
“Anaknya juga mau kok.”
“Anaknya terlalu dewasa untuk umurnya.”
“Dia kelihatan genit dari kecil.”
“Posting fotonya kayak orang gede.”
“Dia kan nggak nolak.”
“Sama-sama menikmati.”
Dan masih banyak lagi contoh kalimat lain.
Kalimat-kalimat ini bukan sekadar pendapat. Ini adalah alat kekerasan.
Karena dengan mengucapkannya, kamu:
1. Menghapus fakta bahwa anak tidak pernah bisa memberi consent,
2. Mengalihkan tanggung jawab dari pelaku ke korban,
3. Menanamkan rasa malu dan rasa bersalah pada anak—yang seharusnya dilindungi, bukan diadili.
Dampaknya jauh lebih berat ketika kalimat-kalimat ini datang dari orang dewasa yang punya otoritas: orang tua, guru, tokoh agama, aparat, atau figur publik.
Di titik itu, kekerasan tidak lagi berhenti pada pelaku pertama.
Ia berlanjut lewat bahasa. Lewat pembenaran. Lewat “logika” yang terdengar masuk akal, tapi aslinya kejam.
Pedofilia, grooming, maupun statutory ra--pe tidak pernah soal pakaian anak.
Bukan soal sikap anak. Bukan soal apakah anak melawan atau diam.
Semua itu SELALU tentang orang dewasa yang menyalahgunakan kuasa.
Dan setiap kali seseorang memilih menyalahkan anak alih-alih mengecam pelaku, dia sedang berpihak pada kejahatan.