7 hari lagi … Indonesia mulai mengalami kulminasi matahari.
Kulminasi matahari adalah fenomena saat matahari mencapai titik tertingginya di langit, tepat di atas kepala pengamat atau di titik zenith.
Kulminasi matahari dimulai dari Indonesia bagian Utara pada sekitar 9 September dan berakhir di bagian Selatan Indonesia sekitar 18 Oktober.
Dampak Kulminasi Matahari di Indonesia :
Radiasi Matahari mencapai permukaan dengan intensitas maksimum dan Suhu udara siang hari mulai meningkat.
Setelah berada di titik zenith Indonesia (Khatulistiwa), Matahari condong di belahan Bumi Selatan dan terus bergerak di atas Samudera Hindia dan sekaligus menghangatkannya. Suhu rata-rata Indonesia akan mencapai puncaknya pada fase ini (Oktober – November)
Meski kulminasi matahari tidak langsung jadi penentu musim, namun fenomena tahunan ini mengontrol pergeseran sabuk hujan (ITCZ) dan dinamika monsun, sehingga berperan secara tidak langsung sebagai penanda awal pancaroba dan dimulainya musim hujan dalam kondisi normal.
Pancaroba sendiri waktu pastinya bisa berbeda antar daerah, dipengaruhi monsun Australia & Asia, serta kondisi laut (misalnya El Nino–La Nina).
Pancaroba umumnya membawa dampak bencana hidrometeorologi seperti :
- Hujan deras yang sering disertai petir/guntur,
- Puting beliung skala lokal
- Banjir
- Tanah longsor
Sampai jam 230 tadi belum bisa tidur. Seperti roller coaster di kepala.
Jalan jaki ke pinggir jalan raya di depan. Ketemu seorang bapak sedang tidur di emperan warung. Tidak lazim di desa begini.
Dia bangun. Kami ngobrol bersebelahan. "Saya diusir istri. Sudah 6 bulan nganggur," katanya dalam bahasa daerah. Mata berkaca. Pandangan kosong. Eautnya terlihat lelah. Dari rumahnya, sekitar 7 km, jalan kaki sejak lepas magrib. Tanpa uang seperak pun.
Usianya 72 tahun. Sudah puluhan tahun menikah. Anak 3. Cucu 2. Mantan sopir bis. "Nyesal saya membangun rumah di tanah istri," imbuhnya tanpa ditanya.
Pertanyaan lebih dalam urung kuajukan. Lebih banyak menyimak beliau bicara terbata-bata. Sepertinya berat nian isi dada.
Ditawari makan dan minum, gak mau. Ditawari diantar ke tujuannya, menolak. Diajak ke rumah atau dipersilakan tidur di musolah, menampik. Beliau lebih memilih tidur di situ agar pagi nanti bisa menyambangi rumah adiknya yang berjarak sekitar 6 km.
Aku bawakan minum dan makanan sekadar pengganjal perut, dan sedikit uang bekal ongkos pagi nanti. Rupanya beliau masih ingin sendiri. Kupersilakan melanjutkan tidur. Dipeluk suhu 22° selsius selepas hujan dan kepedihan.
Entah knp setelah lama tinggal di solo trus balik ketempat asal, standar teh di lidah sy naik. itupun secara gk sadar hbs beli 'es teh solo' di daerah asal. pdhl awalnya nganggap semua es teh ya gitu" aja standar rasanya. br sadar skrg ternyata es teh solo punya cita rasa khas
Es Teh Gardoe
Setuju ga kalo Solo tuh kota dengan es teh paling enak se-Indonesia? Haha.
Di rumah sering seduh lho teh gardoe tp kenapa kok beli di Solo rasanya jauh lebih enak ya wkwkw.
Depan pasar gede, harga 4ribu. Sepet n manis tp ga manis bgt yg bikin nyegrak tenggorokan
@Widino Entah knp setelah lama tinggal di solo trus balik ketempat asal, standar teh di lidah sy naik. itupun secara gk sadar hbs beli 'es teh solo' di daerah asal. pdhl awalnya nganggap semua es teh ya gitu" aja standar rasanya. baru sadar skrg ternyata es teh solo punya cita rasa khas
Asli sedih.
Disaat warga negara maju sibuk mempelajari Web 3.0, DAO's, NFT's, Smart Contract, Blockchain gaming, Overledger, Hashgraph, dan Internet of Value.
Warga kita malah lagi ribut masalah boneka peliharaan. Sumpah sedih.
@collegemenfess Identitas dan alasan knp chat itu sudah jd standar buat chat seseorang apalagi jika itu pertama kalinya, bkn maksud bertele" tp standar nya memang seperti itu, jd salah 22 nya, senior nya harusnya japri lngsng baik" bkn dibuat status gak ada impactnya...