tertarik pada diskursus antropologi budaya khususnya isu agama lokal dan post-antroposentrisme. selazimnya WNI saya juga tertarik pada perbincangan ekosospol.
Tren :
pas kecil les renang, les musik
Pas gede less sugar, less ice
Tidak rileeet.
Saya renang belajar bareng teman sebaya di kali, banjir jadi tantangan pertama utk menjajal kemampuan renang.
Tidak les alat musik. Belajar langsung sama abang2an dan teman sebaya. Setelah itu langsung menjadi penghuni lampu merah wkwkwk.
Kene punk og
Propaganda film G30S/PKI ini kuatnya luar biasa. Waktu kecil, Ibu sering cerita soal PKI berdasarkan film yang beliau tonton waktu muda, dan itu membekas sekali di ingatan saya karena sering jadi dongeng ketika dapat giliran pemadaman listrik di desa kami.
Baru setelah masuk SMA dan mulai mengakses banyak literatur, saya tahu ada fakta lain. Bayangkan, satu film propaganda bisa membentuk cara pandang lalu diwariskan lewat cerita dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Yang paling bikin saya sedih bukan sekadar tahu film itu propaganda, tapi melihat Ibu nampaknya sedih baru menyadari puluhan tahun kemudian bahwa ada sisi lain dari sejarah yang selama ini tidak pernah beliau ketahui.
@jawafess Sama seperti Budi ganti baju, tetap jadi budi. Mau diganti nama pun dapurane yo tetep Budi. Mau oplas? Ndas fisik isok ganti tapi dapuran ora isooo
Gw mulai bingung sendiri sama yg dinamai ‘program ekonomi’ rezim ini.
Kemana mana sesumbar produsen batu bara dan nikel, sekarang dua dua diimpor.
Ini kalau kebegoannya diusahain serius juga ga bisa sebego ini.
Bangsa ini selalu sibuk akrobat dg moral palsu ttg ‘niat baik’ sampai kemudian kualifikasi posisi publik juga pake ‘niat’.
Senegara diisi manusia rasa malaikat. Ga bisa ngukur diri, bangsa yg tenggelam dalam basah ludah sendiri.
Gada obat.
mbak @NaziraCNoer mgkn punya copy nya?
saran saya drpd ngajak ngopi2, better buka aja copy an majalah tempo yg dimaksud trs upload dimari.
soalnya bukunya wijaya herlambang kekerasan budaya pasca 65 udh macem kitab wajib, ga mungkin dibantah.
jadi kalo ada bantahannya dari tempo, seru jg ini.
Yg dibayar utk bikin teks bagi saksi ahlinya dugaan saya sih mau untung banyak. Mestinya bikin teks beberapa versi, ini cuman satu dan dikopas utk diberikan yg lain.