ㅤ
ㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ𝗥𝗘𝗣𝗢𝗥𝗧 𝗜𝗡𝗖𝗢𝗠𝗜𝗡𝗚...
ㅤProject ████ status: 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑𝐈𝐙𝐄𝐃.
ㅤ████ may proceed with close-range ████ observation.
ㅤSpare no ████ for ████ until further notice.
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ𝗥𝗘𝗣𝗢𝗥𝗧 𝗜𝗡𝗖𝗢𝗠𝗜𝗡𝗚...
ㅤProject ████ status: 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑𝐈𝐙𝐄𝐃.
ㅤ████ may proceed with close-range ████ observation.
ㅤSpare no ████ for ████ until further notice.
ㅤ
ㅤ
Isi perutku menggelitik tiap kali kutelan perhatian palsu. Palsu, palsu, palsu. Kau hanya ingin tahu. Menjadikan ujung bisuku sebagai oasis dari dahaga yang 'kan berkepanjangan apabila kuputuskan tetap menutup mulutku.
Aku ingin mati tanpa bangkaiku mengganggu pembaumu.
(cont.) inggris yang kerap tertulis di ujung-ujung sekolah, dan yang Kagome ingat lekat-lekat dikepalanya, kini dikumandangkan lagi.
"Ano——out! Mhm, out?" Ia mencoba bertanya. Tidak jelas. Seperti menonton pertunjukan pantomim. / @ngelancai.
(cont.) inggris yang kerap tertulis di ujung-ujung sekolah, dan yang Kagome ingat lekat-lekat dikepalanya, kini dikumandangkan lagi.
"Ano——out! Mhm, out?" Ia mencoba bertanya. Tidak jelas. Seperti menonton pertunjukan pantomim. / @ngelancai.
Siluetnya itu familiar dan mungkin Kagome sudah sering melihat orang itu beberapa kali sebelum akhirnya salah satu dari mereka pisah rombongan. Tercenung ia beberapa menit, cukup lama, sebelum menggerakkan kakinya untuk mendekat.
"すみません! 出口はどこかご存じですか?"
(Trans: tidak penting, kau juga tidak mengerti bahasa jepang, 'kan?)
Mati, Kagome mati. "Out!" Gadis ini mengangguk dengan harap yang tertanya akan mengerti. Membentuk gerbang imaji dari gambar-gambar jari telunjuknya yang sibuk memberikan isyarat. Satu-satunya bahasa (cont.)