Beberapa hari yang lalu habis baca novel dari Sir Arthur Conan Doyle yang ini. And then... novel ini menjadi seri novel Sherlock Holmes terbaik versi akuuu 🔍🐕🦺
-The Hound of the Baskervilles-
Genre : Misteri, Cerita Detektif, Fiksi Kriminal
Dan ngeselinnya di halaman terakhir, tokoh kecil baru sadar kalo ia tidak bisa melakukan apa pun, karena ia hidup di dunia sampul. Tokoh kecil hanyalah karakter biasa yang terjebak dalam suatu cerita.
Tokoh kecil berkata dalam keadaan sadar, "aku tidak kuat," dan menariknya orang disekitarnya berkata, "tapi kamu baik-baik saja, kan? Tidak apa, itu karena kamu kuat"
Di halaman berikutnya tokoh kecil ini belajar satu hal, tidak semua orang yang pandai berbicara mengerti cara mendengar, dan tidak semua hal terlihat baik dari kejauhan.
Ceritanya menguras emosi di halaman 32. Yang selama ini tokoh kecil tahan, jatuh sudah air matanya. Dan ada satu percakapan yang paling ku ingat dari cerita ini.
Ada cerita menarik dari buku yang ku baca akhir akhir ini. Di halaman pertama, aku sadar cerita ini bukan seleraku. Tidak ada petualangan besar, bahkan tokoh utamanya juga tidak terlihat istimewa.
Tokoh kecil kesulitan mencari kata yang menggambarkan ini. Kalo menurut aku, mereka datang seperti musim, membawa kepentingannya sendiri, lalu pergi sebelum sempat memahami badai yang sedang tokoh kecil tahan.
Dan gemesnya, kesadarannya datang saat si tokoh kecil dalam suasana hati yang sedang tidak baik baik saja. Beberapa orang yang ditemui tokoh kecil mengingat keberadaannya saat mereka lagi membutuhkannya.
Ternyata selama ini si tokoh kecil tertipu, ia sadar orang yang paling lantang, sering dianggap pahlawan, orang yang paling pandai bercerita tentang perjuangannya sering dianggap paling menderita.
Mereka pandai merangkai citra, pandai membuat dirinya nampak hebat. Tokoh kecil menganggap, mungkin memang begitulah cara dunia bekerja. Yap, dunia yang terlalu mudah tertipu daya pada sampul.
Ia hanya tokoh kecil. Tokoh kecil gemar melihat cara orang berbicara, cara orang tertawa, dan cara orang memperkenalkan dirinya kepada dunia. Awalnya ku kira, ceritanya membosankan, sampai pada si tokoh kecil bertemu dengan orang-orang bersampul indah.